Materi Sekolah Terlengkap

Tumbuhnya Ruh dan kebangsaan Nasionalisme

Tumbuhnya Ruh dan kebangsaan Nasionalisme – Tumbuhnya Ruh dan Kebangsaan Nasionalisme untuk terus menciptakan jiwa nasional bagi para pemuda agar tetap memiliki semangat kemerdekaan dan berdaulat. Sehingga para pemuda juga memiliki pemikiran yang terbuka, dan juga luas. Hal ini memungkinkan merekan menjadi pemuda yang kritis dan terus dapat berfikir maju dalam menyejahterakan Indonesia dan menjaga kedamaian serta keutuhan rakyat Indonesai dari tangan asing. Namun, akibat kesengsaraan dan juga penyiksaan yang dilakukan oleh rakyat Belanda membuat Indonesia menjadi terdiskriminasi dan penderita. Akibat dari penyiksaan yang dilakukan oleh rakyat Belnda menumbuhkan semngat juang para pemuda untuk tetap mempertahankan kemerdekaannnya dan juga untuk tetap mempertahankan Negara Indonesia agar menjadi Negara yang makmur dan terhindar dari penjajahan.

Hal lain adalah bahwa adanya semnagat juang yang nasionalis membuat mereka juga menjadikan para pemuda yang tak hanya pintar dalam urusan akademik saja, tetapi mereka juga harus pintar dalam berpolitik. Agar mereka memahami strategi politik lawan yang diberikan bagi rakyat Indonesia. Bidang pendidikan membuka wawasan mereka agar terus memiliki semnagat juang yang tinggi. Sehingga mendorong mereka untuk memiliki ideologi kebangsaan, mendorong perubahan masyarakat. ‘

Politik Etis

Kolonial Belanda mulai merencanakan untuk terus menguasai Nusantara pada saat memasuki abad ke-20. Daerah-daerah kolonial yang terpisah tyerus dipersatukan dalam administrasi modern yang berpusat di Batavia. Pemerintahan Belanda menerapkan suatu kebijakan yang diturunkan yaitu kebijakan dengan sistem kapitalisme Barat. Namun, adanya kebijakan tersebut justru membuat rakyat Hindia menjadi menurun kesejahteraannya. Kemudian, akibat dari kebijakan yang dibuatnya menuai kritik dari C. TH. Van Deventer yang dituangkan dalam bukunya yang berjudul “Een Eeresschuld” (hutang kehormatan), yang kemudian dimuat dalam majalah “De Gids” (1899).

Akibat dari kritikan yang diberikan oleh C. TH. Van Deventer, emmbuat pemerintah Belanda mengeluarkan kebijakan baru yaitu Politik Etis. Politik Etis sendiri adalah bahwa kolonial Belanda memegang penuh tanggung jawab moral bagi kesejahteraan setiap rakyat Indonesia atau Pribumi. Politik Etis memiliki 3 program yaitu : Irigai, Edukasi dan Transmigrasi. Adanya politik Etis ini juga membuat perubahan besar pada kebijakan Politik Belanda atas Negeri Jajahan.

Kemudian, pada masa itu akhirnya membuat perubahan pada infrastruktur yang ada di Indonesia dengan dibangunnya kereta api Jawa-Madura. Zaman kemjuan ditandai dengan adanya surat yang diberikan oleh RA Kartini kepada Ny. RM. Abendanon di Belanda, yang menjadikan inspirasi bagi kaum etis pada masa itu.

Adanya pengaruh dari pendidikan barat menyadarkan Bumiputra dalam mengasah intelektualnya untuk terus dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain untuk terus dapat meningkatkan kemajuan. Kemudian, pendidikan dan pers dijadikan sebagai sarana untuk menyalurkan ide-ide dan juga pemikiran mereka. Mereka tidak memandang siapapun sebagai lawan, sebab Jawa, Madur, Sumatera, Sunda, Ambon, minagkbau adalah bumputra.

Para kaum yang telah terpelajar dan terdidik menyadari bahwa mereka harus memiliki kesadararan dalam emnumbuhkan nasionalis sebagai bumiputra di Hindia. Selain itu, pemerintahan kolonial belanda juga membentuk Volksraad (dewan rakyat) dimana ada sejumlah tokoh Indonesia yang akhirnya tergabung didalamnya. Dimana mereka berperan sebagai penggerak wacana perubahan dilembaga tersebut.

Pers Membawa Kemajuan

Pers merupakan wadah untuk berpasrtisipasi dalam gerakan emansipasi, kemajuan dan pergerakan nasional. Orang-orang yang tergabung dan aktif didalam pers adalah orang-orang  Indonesia dan penerbit Tionghoa. Kemudai mereka juga memiliki peran yang membuat mereka menjadi maju dengan dijadikannya redaktur surat kabar orang Indomesia dan juga Tionghoa.

 

Share This

Thank you for your vote!
Post rating: 0 from 5 (according 0 votes)
What's your reaction?
0Smile0Lol0Wow0Love0Sad0Angry
%d blogger menyukai ini: