Konjungsi

3 min read

Konjungsi

Contoh Konjungsi – Konjungsi atau kata hubung merupakan salah satu jenis kata yang hampir selalu digunakan pada teks Bahasa Indonesia, misalnya pada teks cerpen. Pada kesempatan kali ini blog Budisyaqier.com akan menjelaskan materi konjungsi, mulai dari pengertian, macam-macam hingga contoh konjungsi.

Pengertian Konjungsi

Contoh Konjungsi
Pengertian

Dilansir dari situs Wikipedia, berikut pengertian konjungsi.

Konjungsi adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan kata-kata, kalimat-kalimat atau ungkapan-ungkapan dan sebagainya serta tidak untuk maksud atau tujuan lain. Konjungsi juga sering disebut dengan istilah kata sambung atau kata hubung.

Konjungsi tidak dihubungkan dengan objek, juga tidak menerangkan kata, hanya menghubungkan kata antarkata atau kalimat antarkalimat.

Macam-Macam Konjungsi

Contoh konjungsi
Macam-Macam Konjungsi

Secara garis besar ada 3 macam konjungsi, yaitu konjungsi antarklausa, antarkalimat dan antarparagraf. Konjungsi antarklausa terletak di tengah-tengah kalimat, sementara konjungsi antarkalimat berada di awal kalimat dan konjungsi antarparagraf di awal paragraf.

Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan masing-masing macam konjungsi berikut.

1. Konjungsi Antarklausa

Konjungsi antarklausa juga dibagi lagi menjadi 3 jenis, diantaranya :

a. Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan 2 klausa atau lebih dan memiliki status konjungsi yang setara.

Contoh konjungsi koordinatif :

  • Dan (menyatakan penambahan)
  • Atau (menyatakan pemilihan)
  • Tetapi (menyatakan perlawanan)

b. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan 2 klausa atau lebih dan memiliki status konjungsi yang bertingkat.

Contoh konjungsi subordinatif

  • Agar, biar, supaya (menyatakan tujuan)
  • Seandainya, andaikan, umpamanya, andaikata, sekiranya (menyatakan pengandaian)
  • Seakan-akan, sebagaimana, seolah-olah, seperti, laksana, sebagai (menyatakan kesamaan atau kemiripan)
  • Biarpun, walaupun, meskipun, sekalipun, kendatipun, sungguhpun (menyatakan konsesif)
  • Karena, oleh karena, sebab (menyatakan sebab)
  • Bahwa (menyatakan penjelasan)
  • Sampai-sampai, sehingga, hingga, maka (menyatakan akibat)
  • Sudah, sesudah, setelah, sehabis, sebelum, selesai, sejak, ketika, tatkala, sementara, sambil, seraya, sewaktu, selama, hingga, sampai, selagi (menyatakan waktu)

c. Konjungsi korelatif

Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, klausa atau frasa dan kedua unsur tersebut memiliki status konjungsi yang setara. Konjungsi korelatif terdiri atas 2 bagian yang dipisahkan oleh salah satu frasa, klausa atau kata yang dihubungkan.

Contoh konjungsi korelatif

  • Jangankan …, … pun
  • Tidak hanya …, tetapi juga …
  • Apakah … atau …
  • Bukan hanya …, melainkan …
  • Sedemikian rupa … sehingga …
  • Entah … entah …
  • Baik … maupun …

2. Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan kalimat. Maka dari itu jenis konjungsi ini selalu mengawali sebuah kalimat baru dan huruf pertamanya selalu ditulis kapital karena merupakan awal dari sebuah kalimat.

Contoh konjungsi antarkalimat

  • Kemudian, setelah itu, sesudah itu, selanjutnya, lagi pula, tambahan pula, selain itu (menyatakan adanya peristiwa, hal atau keadaan lain di luar peristiwa yang sudah dinyatakan sebelumnya).
  • Biarpun begitu/demikian, sekalipun begitu/demikian, walaupun begitu/demikian, sungguhpun begitu/demikian, meskipun begitu/demikian (menyatakan ketersediaan untuk melakukan sesuatu).
  • Sebaliknya (menyatakan kebalikan atau lawan dari pernyataan sebelumnya).
  • Bahkan, malah (menyatakan dukungan atau menguatkan keadaan yang sudah dinyatakan sebelumnya).
  • Bahwasanya, sesungguhnya (menyatakan keadaan sebenarnya).
  • Dengan demikian (menyatakan konsekuensi dari pernyataan sebelumnya).
  • Namun, akan tetapi, kecuali itu (menyatakan pertentangan dari pernyataan seeblumnya).
  • Oleh sebab itu, oleh karena itu (menyatakan akibat dari pernyataan sebelumnya).
  • Sebelum itu (menyatakan hal yang mendahului peristiwa dari pernyataan sebelumnya).

3. Konjungsi Antarparagraf

Dan konjungsi antarparagraf adalah konjungsi yang menghubungkan paragraf. Konjungsi ini berfungsi menjadikan paragraf dalam teks sistematis, koheren dan saling berhubungan. Konjungsi antarparagraf terletak di awal paragraf.

Contoh konjungsi antarparagraf

  • Disamping itu …
  • Terlebih lagi …
  • Tak hanya itu …
  • Berdasarkan …
  • Oleh karena itu …

Jenis Konjungsi

Contoh konjungsi
Jenis Konjungsi
  1. Konjungsi aditif merupakan konjungsi yang berfungsi menggabungkan dua kata, frasa, klausa atau kalimat dalam kedudukan yang sederajat. Misalnya : dan, lagi, lagi pula, serta.
  2. Konjungsi pertentangan merupakan konjungsi yang berfungsi menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat dengan mempertentangkan kedua bagian tersebut. Misalnya : tetapi, melainkan, sebaliknya, sedangkan, namun.
  3. Konjungsi disjungtif merupakan konjungsi yang berfungsi menghubungkan dua unsur yang sederajat dengan memilih salah satu dari dua hal atau lebih. Misalnya : atau, maupun, entah.
  4. Konjungsi waktu merupakan konjungsi yang berfungsi menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa baik yang sederajat atau tidak sederajat. Misalnya : apabila, bila, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sejak, selama, sementara, setelah, sesudah.
  5. Konjungsi final merupakan konjungsi yang berfungsi menjelaskan maksud dan tujuan suatu peristiwa atau tindakan. Misalnya : supaya, guna, untuk, agar.
  6. Konjungsi kausal merupakan konjungsi yang berfungsi menjelaskan penyebab suatu peristiwa atau kejadian tertentu. Misalnya : sebab, sebab itu, karena, karena itu.
  7. Konjungsi konsekutif merupakan konjungsi yang berfungsi menjelaskan akibat suatu peristiwa atau kejadian tertentu. Misalnya : sehingga, sampai, akibatnya.
  8. Konjungsi kondisional merupakan konjungsi yang berfungsi menjelaskan syarat-syarat pada suatu hal yang dapat terjadi. Misalnya : jika, bila, jikalau, apabila, asalkan, kalau, bilamana.
  9. Konjungsi tak bersyarat merupakan konjungsi berfungsi menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang dipenuhi. Misalnya : walaupun, meskipun, biarpun.
  10. Konjungsi perbandingan merupakan konjungsi yang berfungsi membandingkan dua hal tertentu. Misalnya : sebagaimana, seperti, bagai, bagaikan, seakan-akan, ibarat, daripada.
  11. Konjungsi korelatif merupakan konjungsi yang berfungsi menghubungkan dua bagian kalimat yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga saling mempengaruhi. Misalnya : semakin, kian, bertambah, sedemikian rupa, sehingga.
  12. Konjungsi penegas merupakan konjungsi yang berfungsi menegaskan atau meringkas suatu bagian kalimat yang telah disebut sebelumnya. Misalnya : bahkan, apalagi, yaitu, umpama, misalnya.
  13. Konjungsi penjelas merupakan konjungsi yang berfungsi menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya. Misalnya : bahwa.
  14. Konjungsi konsesif merupakan konjungsi yang berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan suatu hal serta menolak hal yang lain. Misalnya : meskipun, walaupun, biarpun, sekalipun.
  15. Konjungsi urutan merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menyatakan urutan sesuatu hal dalam kalimat. Misalnya : mula-mula, lalu, kemudian.
  16. Konjungsi pembatasan merupakan konjungsi yang berfungsi menyatakan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam batas-batas mana perbuatan dapat dikerjakan. Misalnya : kecuali, selain, asal.
  17. Konjungsi penanda merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menyatakan penandaan terhadap sesuatu hal. Misalnya : umpama, contoh, terutama, misalnya, antara lain.
  18. Konjungsi situasi merupakan konjungsi yang berfungsi menjelaskan suatu perbuatan terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu. Misalnya : sedang, sedangkan, padahal, sambil.

Video Pembelajaran Konjungsi

Apabila kamu masih belum memahami penjelasannya sebelumnya, kamu bisa menonton video pembelajaran mengenai konjungsi berikut ini.

Demikian pembahasan materi pada artikel kali ini tentang pengertian konjungsi, macam-macam konjungsi dan contoh konjungsi. Sekarang kamu sudah tahu apa yang dimaksud dengan konjungsi atau kata hubung dan berbagai macam jenisnya. Apabila kamu ada pertanyaan silahkan bertanya melalui kolom komentar di bawah ini.

Hosting Unlimited Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *