5/5 (2) Teks Cerita Fantasi (Pengertian,Ciri,Jenis,Kaidah Kebahasaan,Struktur)

Teks Cerita Fantasi (Pengertian,Ciri,Jenis,Kaidah Kebahasaan,Struktur) – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas Teks Cerita Fantasi (Pengertian,Ciri,Jenis,Kaidah Kebahasaan,Struktur). Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian Teks Cerita Fantasi

Teks cerita fantasi ialah bahan tertulis yang berupa karangan atau tulisan untuk menjelaskan, memvisualisasikan, atau memikirkan berbagai perbuaan, pengalaman, serta kejadian berupa harapan, khayalan, imajinasi, atau rekaan belaka. Dalam kata lain, beberapa hal yang digambarkan dalam teks fantasi ialah beberapa hal yang tidak nyata atau fiksi.

Ciri-Ciri Teks Cerita Fantasi

  1. Ada keajaiban, keanehan, dan kemisteriusan
    Cerita mengutarakan beberapa hal supranatural, kemisteriusan, serta keghaiban yang tidak didapati dalam dunia nyata. Cerita fantasi ialah cerita fiksi berjenis fantasi (dunia imajinatif yang dibuat penulis). Pada cerita fantasi hal yang mustahil dijadikan biasa. Tokoh serta latar yang diciptakan penulis tidak berada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata.
  2. Ide Cerita
    Ide cerita terbuka terhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata. Inspirasi berbentuk irisan dunia nyata serta dunia khayal yang dibuat pengarang. Ide cerita kadang berwujud sederhana tetapi dapat menitipkan pesan yang menarik. Tema cerita fantasi ialah gaib, supernatural atau futuristik.
  3. Menggunakan berbagai latar
    Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yakni latar yang masih ada pada kehidupan sehari-hari serta latar yang tidak ada di kehidupan sehari-hari. Alur serta latar cerita fantasi mempunyai kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi memakai berbagai latar yang menerobos dimensi ruang serta waktu. Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang serta waktu.
  4. Tokoh unik (Memiliki kesaktian)
    Tokoh dalam cerita fantasi dapat diberi watak serta ciri yang unik yang tidak ada pada kehidupan sehari-hari. Tokoh mempunyai kesaktian-kesaktian tertentu. Tokoh mengalami peristiwa misterius yang tidak berlangsung pada kehidupan sehari-hari . Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu. Tokoh dapat ada pada waktu serta tempat yang berbeda jaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang atau futuristik).
  5. Bersifat Fiksi
    Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi.
  6. Bahasa
    Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal).

Jenis Teks Fantasi

Jenis-jenis cerita fantasi terdiri menjadi 2 bagian. Penjelasannya seperti berikut.

Cerita Fantasi Total dan Irisan

Jenis ini disesuaikan dengan keadaan dunia nyata dan jenis ini dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu fantasi total dan fantasi sebagian (irisan).

  1. Cerita Fantasi Total
    Kategori ini berisi fantasi pengarang terhadap objek tertentu. Pada kategori ini semua yang terdapat pada cerita tidak semua terjadi dalam dunia nyata.
  2. Cerita Fantasi Sebagian (Irisan)
    Kategori ini berisi cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang sama pada dunia nyata, atau peristiwa yang pernah terjadi pada dunia nyata.

Cerita Fantasi Sejaman dan Lintas Waktu

Berdasarkan latar cerita, dibedakan menjadi dua bagian yaitu latar lintas waktu dan latar waktu sezaman. Penjelasannya seperti ini:

  1. Latar Fantasi Sejaman
    Maksudnya latar yang digunakan satu masa (fantasi masa kini, masa lampau, atau masa yang akan datang/futuristik).
  2. Latar Fantasi Lintas Waktu
    Maksudnya berarti cerita fantasi yang menggunakan 2 latar waktu yang berbeda. Misalnya: masa sekarang dengan masa pada zaman prasejarah, masa sekarang dan masa 50 tahun mendatang/futuristik).

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fantasi

  1. Teks cerita fantasi menggunakan sudut padangan penokohan seperti saya, aku, mereka, kami, dan nama orang.
  2. Teks cerita fantasi menggunakan kata sifat dan hasil pengamatan panca indera untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tokoh, latar, dan konflik yang ada. Penulis cerita fantasi dapat menghadirkan pilihan kata/diksi sebagaimana ditemukan pada kaidah kebahasaan teks paragraf deskripsi.
  3. Teks cerita fantasi menggunakan kata metafora (kiasan) dan personafikasi (perumpamaan).
  4. Teks cerita fantasi menggunakan kata penghubung (konjungsi) penanda untuk urutan waktu seperti pada teks narasi.
  5. Teks cerita fantasi menggunakan ungkapan atau kalimat langsung untuk menambah cita rasa dalam isi cerita.

Struktur Teks cerita Fantasi

  1. Orientasi (Pembukaan): yaitu dimana pengarang memberikan pengenalan tentang tema, penokohan, dan sedikit alur cerita kepada para pembaca.
  2. Konflik: bagian yang terjadi permasalahan dimulai dari awal hingga menuju puncak masalah.
  3. Resolusi: bagian ini merupakan penyelesaian dari permasalahan atau konflik yang sedang terjadi. Resolusi merupakan bagian penentu yang mengarah pada ending.
  4. Koda (penutup): bagian ini merupakan penutup cerita fantasi. Ending dibedakan menjadi 2, yakni happy ending dan sad ending.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: