Susunan Jagat Raya dan Tata Surya

SUSUNAN JAGAT RAYA DAN TATA SURYA – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas SUSUNAN JAGAT RAYA DAN TATA SURYA . Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian Jagat Raya

Pada waktu malam hari yang cerah kita dapat mengamati dengan mata biasa, bintang-bintang di langit yang bertebaran di seluruh jagat raya ini. Apalagi kalau kita mencoba memakai alat teropong bintang jumlah benda- benda langit yang dapat kita lihat akan lebih banyak lagi. Jagat raya sebagai tempat tinggal semua makhluk hidup merupakan ruang angkasa yang maha luas dan maha besar, disebut juga universe. Isinya berjuta-juta bahkan bermilyar-milyar benda langit yang disebut bintang (bintang sejati), planet (bintang beredar), satelit (bulan), komet (bintang berekor), asteroid atau planetoid, meteor (bintang beralih) dan debu-debu udara (debu kosmis), dan sebagainya.

Pengertian Galaksi

Benda-benda langit itu ternyata berada dan bergerak sangat rapi dan teratur. Berkelompok-kelompok membentuk semacam keluarga atau kepulauan bintang. Bahkan merupakan suatu sistem bintang atau tata bintang yang disebut galaksi. Setiap galaksi terdiri atas jutaan bahkan milyaran bintang. Matahari kita adalah salah satu dari 40.000 juta bintang di jagat raya ini yang disebut galaksi Bima Sakti atau Kali Serayu atau disebut susunan jalan susu atau milky way system. Pada waktu malam hari galaksi bima sakti terlihat seperti sabuk warna susu yang membujur di langit. Jadi, galaksi Bima Sakti ini termasuk galaksi kita, yang di dalamnya berada tata surya kita, yaitu matahari, bumi, planet beserta satelitnya.

Ciri-Ciri Galaksi

Untuk membedakan galaksi dengan kabut kosmis atau nebula, yaitu sebagai berikut.

  1. Galaksi dapat terlihat jelas di luar jalur bintang Kali Serayu, jauhnya ribuan bahkan jutaan tahun cahaya dari matahari kita.
  2. Galaksi mempunyai cahaya sendiri.
  3. Galaksi mempunyai bentuk-bentuk tertentu, yaitu mempunyai inti yang bercahaya di pusatnya sehingga mudah dikenal.

Bentuk-Bentuk Galaksi

Berdasarkan bentuknya ada tiga macam galaksi.

  1. Galaksi Berbentuk Elips
    Dari bentuk ini ada yang berbentuk bola, di tengah-tengahnya terdapat tumpukan bintang yang padat dan ada pula yang berbentuk lensa, di tengah tebal di tepi pipih. Kira-kira 17% dari galaksi yang telah dikenal mempunyai bentuk elips.
  2. Galaksi Berbentuk Spiral
    Galaksi spiral tampak seperti putaran api yang maha besar. Kira- kira 80% dari galaksi ini sudah kita kenal, termasuk galaksi kita.
  3. Galaksi Berbentuk Tak Beraturan
    Nampak seperti bola-bola kecil yang berserakan tak teratur tanpa tepi yang tegas.

Di antara ketiga bentuk tersebut strukturnya yang paling sempurna ialah bentuk spiral, yaitu sebagai berikut.

  1. Mempunyai titik pusat sentral.
  2. Lingkaran bintang yang bergerak mengelilingi sentralnya.
  3. Piringan dengan lengan-lengan spiral yang selalu mengelilingi sentralnya.

Pada galaksi berbentuk elips susunannya lebih sederhana, yaitu:

  1. mempunyai titik pusat sentral dan
  2. mempunyai lingkaran bintang yang mengelilinginya.

Bentuk Galaksi Bima Sakti

  • Bentuknya seperti cakram.
  • Bagian tengahnya tebal dan menipis ke segala penjuru.
  • Matahari kita terletak pada salah satu tepinya (berada sejauh ± 35.000 tahun cahaya dari pusatnya).
  • Bagian tengah cakram berisikan ± 80 milyar bintang.
  • Bagian tepi cakram berisikan ± 20 milyar bintang.
  • Garis tengahnya ± 100.000 tahun cahaya dari pusatnya.
  • Tebal bagian tengah cakram ± 10.000 tahun cahaya.
  • Strukturnya spiral dan berotasi pada intinya.

Pengertian Rasi Bintang

Rasi-Rasi Yang Terkenal

Di belahan bumi selatan rasi yang terkenal, yaitu Rasi Pari/Gubug Penceng/Crux, Centaurus/Lanjar Ngirim, Argo, Rasi Canis Mayor, Rasi Virgo, Rasi Leo, dan Rasi Scorpio/Kalajengking. Di belahan bumi utara rasi yang terkenal, yaitu Rasi Lyra, Rasi Biduk/Ursa Mayor, Rasi Orion, Rasi Taurus, dan Rasi Pleyedes/ Lintang Wuluh/Bintang Tujuh.

Rangkaian Rasi-Rasi Bintang/Zodiak

Rangkaian rasi-rasi bintang merupakan sebuah lajur lingkaran rasi bintang yang lebarnya 16º terletak sepanjang ekliptika. Matahari dan semua planet-planet besar dan bulan selalu terdapat pada lingkaran zodiak ini.

Zodiak dibagi atas 12 bagian (tanda zodiak atau house), masing-masing berjarak ± 30º. Masing-masing tanda zodiak (house) tersebut diberi nama menurut konstelasi bintang yang ada di daerahnya. Zodiak artinya gambar binatang-binatang kecil seperti berikut.

  1. Rasi Aries – Ram – bintang hamai
  2. Rasi Taurus – Bull – bintang sapi jantan
  3. Rasi Gemini – Twins – bintang kembar
  4. Rasi Cancer – Crab – bintang mingkara
  5. Rasi Leo – Lion – bintang singa
  6. Rasi Virgo – Virgin – bintang mayang
  7. Rasi Libra – Scales – bintang neraca
  8. Rasi Scorpius – Scorpion – bintang kala
  9. Rasi Sagitarius – Archer – bintang pemanah
  10. Rasi Capricornus – Goat – bintang judai
  11. Rasi Aquarius – Water Bearer – bintang dawi
  12. Rasi Pisces – Fish – bintang hut

Tata Surya

Telah kita kemukakan bahwa galaksi terdiri atas berjuta-juta bintang dengan segala bentuk dan strukturnya, salah satu di antara bintang tersebut adalah matahari kita, yang mempunyai anggota keluarga, yang membentuk suatu susunan yang disebut tata surya. Satu tata surya terdiri atas satu matahari dan benda-benda angkasa yang beredar mengelilinginya. Tata surya kita dikelilingi sembilan planet-planet termasuk planet bumi yang kita tempati ini.

Planet dalam, yaitu planet yang lintasannya di antara Bumi dan Matahari, yaitu planet Merkurius dan planet Venus.

Planet luar, yaitu planet yang lintasannya mengelilingi matahari lebih jauh dari Bumi, yaitu planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.

Beberapa hal yang penting mengenai planet sebagai berikut.

  1. Planet-planet tidak memiliki cahaya sendiri, cahaya itu berasal dari matahari yang dipantulkan kembali, planet tidak berkelip-kelip, tetapi berkilauan.
  2. Lintasan planet beredar mengelilingi Matahari berbentuk elips.
  3. Arah peredaran planet-planet sama.
  4. Planet ada yang mempunya satelit ada yang tidak.

Proses Terjadinya Tata Surya dan Bumi

Sampai dewasa ini telah banyak teori-teori dan hipotesis-hipotesis yang dikemukakan. Ilmu yang mempelajari dan menyusun hipotesis-hipotesis tentang terjadinya tata surya dan bumi disebut kosmogoni. Hipotesis yang sampai kini masih diterima tentang terjadinya planet Bumi dan sistem tata surya, yaitu sebagai berikut.

Hipotesis Kabut – Teori Nebula

Teori ini dikemukakan oleh Kant (1755) seorang Jerman dan Laplace (1796) seorang Perancis. Masing-masing mengemukakan teori kabut mengenai susunan matahari, kemudian disempurnakan oleh CF Van Weizacher (1944) dan G.P. Kuiper (1951) sehingga menjadi teori kondensasi. Garis besar teori ini bahwa:

Tata surya pada mulanya awan gas atau nebula yang berputar. Sambil memadat, pusat awan ini memutar dengan cepat. Melepaskan cincin- cincin gas, yang kemudian membentuk planet-planet, satelit-satelit yang beredar. Dan massa intinya menjadi matahari yang sekarang ini

Hipotesis Planetesimal

Teori ini dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton (1905). Masing- masing mengemukakan teorinya yang terkenal, yaitu teori planetesimal. Garis besar teori ini sebagai berikut.

Susunan matahari terlebih dahulu merupakan sebuah kabut pilin. Pada kabut pilin ada himpunan benda-benda halus yang disebut planetesimal. Yang lebih besar menarik yang kecil, kemudian menjadi bola besar di tengah- tengahnya. Akhirnya bola besar itu menjadi matahari dan planetesimal menjadi planet-planet.

Oleh karena kabut pilin sejak semula dalam keadaan berputar maka segala planet bersama satelitnya masih tetap berotasi serta semuanya beredar mengelilingi pusatnya, yaitu matahari

Hipotesis Pasang Surut

Teori ini dikemukakan oleh Yames Yeans (1917) ahli bintang bangsa Amerika. Ia mengemukakan teori pasang surut. Garis besar teori ini sebagai berikut

Bumi dibentuk pada waktu sebuah bintang melintas berdekatan dengan matahari dan menarik keluar dari permukaan matahari gumpalan gas yang amat besar berbentuk cerutu. Kemudian gumpalan gas tersebut pecah menjadi bagian-bagian yang mendingin dan memadat membentuk planet-planet.

Hipotesis Peledakan Bintang

Teori ini dikemukakan oleh ahli astronomi Inggris Fred Hoyle (1956). Matahari mempunyai kawan sebuah bintang, pada mulanya berevolusi satu sama lain, kemudian ada di antaranya yang memadat dan mungkin terjerat ke dalam orbit keliling matahari yang lain, lalu meledak dan bebas di ruang angkasa. Teori ini didukung banyak ahli astronomi karena dewasa ini banyak diketemukan bintang ganda atau kembar.

Hipotesis Kuiper

Astronom Gerard P. Kuiper (1905 – 1975) menjelaskan bahwa alam semesta terdiri atas formasi bintang-bintang.

Menurut dia pusat yang memadat berkembang dalam suatu awan antarbintang dari gas hidrogen. Pusat yang satu lebih besar daripada pusat yang lainnya, kemudian memadat menjadi bintang tunggal, yaitu matahari.

Peristiwa berikutnya, kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan adanya daya tarik dari massa yang lebih besar, menyebabkan awan yang lebih kecil terpecah-pecah menjadi awan yang lebih kecil yang disebut proto planet.

Setelah suatu periode yang lama, proto planet tersebut menjadi planet-planet seperti yang kita lihat sekarang ini. Bila kedua awan mempunyai ukuran yang sama maka akan terbentuk bintang ganda. Formasi bintang ganda sangat sering terjadi di alam semesta ini.

Ketika matahari memadat, ia akan menjadi begitu panas sehingga sebagian besar energi radiasi dipancarkan. Energi itu cukup kuat untuk mendorong gas-gas yang lebih terang, seperti hidrogen dan helium dari awan yang menyelubungi protoplanet-protoplanet yang paling dekat dengan matahari.

Tata Surya Kita

Matahari kita ini sebetulnya sebuah bintang sejati. Matahari kita beserta kesembilan planet dan satelitnya (bulan) merupakan benda-benda langit yang disebut tata surya kita atau sistem matahari kita atau our solar system. Kesembilan planet itu ialah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.

Susunan Planet Bumi

Dalam tata surya kita planet bumi menduduki nomor tiga dari matahari. Hasil penelitian ilmu geologi/mempelajari unsur-unsur batu-batuan menunjukkan bahwa unsur bumi telah berusia ± 4.700 tahun dari mulai proses pendinginan sampai pada akhirnya mengalami pembekuan.

Planet bumi terus berputar mengelilingi sumbunya yang disebut berotasi

selama 24 jam/tepatnya 23 jam 56 menit/dalam satu hari.

Berevolusi mengelilingi matahari dengan lintas garis edar berupa elips. Satu putaran/berevolusi memakan waktu 365 hari 5 jam 48 menit atau satu tahun.

Sejauh yang diketahui, bumilah satu-satunya tempat tinggal di jagat raya ini yang dihuni makhluk hidup, di mana manusia berada. Kemudian proses pembentukan/terjadinya bumi mempunyai susunan sebagai berikut.

Atmosfer

Bumi dikelilingi lapisan udara yang disebut atmosfer. Tebalnya ± 2.000 km. Lapisan udara ini terutama mengandung nitrogen, oksigen, dan gas. Atmosfer menjaga bumi agar tidak terlalu panas kena sinar matahari dan tidak terlalu dingin. Lapisan udara ini juga melindungi bumi terhadap sinar ultra ungu dari matahari, sinar ini berbahaya bagi berlangsungnya kehidupan. Di lapisan bawah atmosfer terdapat awan yang mengandung butir- butir air yang berasal dari uap air lautan dan uap air daratan turun ke bumi sebagai hujan.

Hidrosfer/Lautan/Perairan

Lautan merupakan cekungan besar yang berisi air dengan kedalaman rata-rata 3.500 m. Luas lautan mencapai dua per tiga permukaan bumi.

Litosfer Atau Kerak Bumi

Lapisan batuan yang paling atas di permukaan bumi disebut kerak bumi. Di bawah benua, ketebalan kerak bumi mencapai 70 km, di bawah lautan hanya sekitar 6 km. Suhu di bagian kerak bumi mencapai sekitar 1.050º C.

Mesosfer

Di bawah kerak bumi terdapat lapisan mantel bumi. Mantel ini merupakan lapisan batuan setebal sekitar 2.900 km. Suhu di bagian bawah lapisan mantel mencapai 3.700º C, tetapi batuan tetap padat karena berada di bawah tekanan tinggi.

Barisfer

Inti bumi terdiri atas dua lapisan, yaitu inti dalam dan inti luar.

  1. Inti luar tebalnya ± 2.000 km terdiri atas besi cair, suhunya mencapai 2.200ºC.
  2. Inti dalam terdapat di pusat bumi, merupakan sebuah bola berdiameter 2.740 km. Bola ini terdiri atas besi dan nikel padat. Suhu di pusatnya menjadi ± 4.500ºC.