Sejarah Pembentukan Bumi dan Perkembangannya

6 min read

Teori Pembentukan Bumi

Teori Nebula (Kabut)

Teori Nebula dikemukakan oleh dua ilmuwan, yakni Immanuel Kant (1753) dan Piere de Laplace (1796). Karena itu, teori ini juga sering dikenal sebagai teori kabut Kant-Laplace.

Teori ini menyebutkan bahwa di alam semesta terdapat gas yang berkumpul menjadi kabut nebula. Kabut tersebut mengandung gas hidrogen. Gaya tarik-menarik antargas membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Proses perputaran ini mengakibatkan materi kabit di bagian khatulistiwa terlempar dan berpisah, kemudian memadat karena pendinginan.

Teori Pasang Surut Gas (Tidal)

Teori pasang surut gas pertama kali dikenalkan oleh James Jeans dan Harold Jeffrey (1918). Pada teorinya, mereka mengatakan bahwa ratusan juta tahun yang lalu ada sebuah bintang yang mendekati matahari. Akibatnya, terjadi pasang surut pada tubuh matahari dan menyebabkan terbentuknya gunung-gunung raksasa pada tubuh matahari.

Saat bintang tersebut mendekat, akan terbentuk gelombang raksasa pada tubuh Matahari yang disebabkan oleh gaya tarik bintang. Gelombang tersebut mencapai ketinggian yang luar biasa dan menjauh dari inti Matahari menuju bintang tersebut. Gelombang yang membentuk lidah pijar akan mengalami perapatan gas hingga terpecah menjadi planet-planet, salah satunya Bumi.

Teori Big Bang

Teori Big Bang merupakan teori yang paling populer dan ditemukan paling akhir oleh para ilmuwan. Dalam teori ini dikemukakan bahwa tata surya tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui proses selama miliaran tahun.

Teori ini menyebutkan bahwa di alam semesta ini terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putarannya ini sangat cepat sehingga menyebabkan bagian-bagian kecil dan ringan dari kabut terlempar ke luar dan berkumpul membentuk cakram raksasa. Di satu waktu, gumpalan kabut raksasa itu meledak membentuk galaksi dan nebula-nebula.

Selama 4.6 miliar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk Galaksi Bima Sakti yang di dalamnya terdapat Tata Surya. Bagian ringan yang terlempar keluar di awal mengalami kondensasi hingga membentuk gumpalan yang mendingin dan memadat menjadi planet-planet, termasuk Bumi.

Teori Planetisimal

Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli astronomi Amerika Forest Ray Moulton beserta ahli geologi Thomas C. Chamberlain. Teori ini menyebutkan bahwa Matahari tersusun dari gas yang bermassa besar. Pada satu titik, bintang lain yang berukuran hampir sama melintas dekat dengan Matahari sehingga hampir menjadi tabrakan.

Akibatnya, gas dan materi ringan di bagian tepi Matahari dan bintang tersebut menjadi tertarik. Materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang dinamakan dengan planetesimal. Planetesimal tersebut mendingin dan memadat hingga akhirnya menjadi planet-planet yang mengelilingi Matahari.

Teori Bintang Kembar

Teori pembentukan Bumi yang terakhir dikenal dengan sebutan teori bintang kembar. Teori ini dikemukakan oleh ahli astronomi Raymond Arthur Lyttleton. Dalam teori ini dikatakan bahwa ada dua bintang kembar di dunia ini sebelum akhirnya menjadi planet-planet.

Kemudian, salah satu bintang tersebut meledak dan menyebabkan banyak material yang terlempar yang akhirnya terbentuk menjadi planet. Karena bintang yang tidak meledak memiliki gaya gravitasi yang kuat, sebaran pecahan ledakan bintang lainnya mengelilingi bintang tersebut. Bintang yang tidak meledak kemudian dikenal dengan Matahari, sementara pecahan-pecahannya adalah planet yang mengelilinginya.

Baca juga: Geografi (Konsep, Pendekatan, Prinsip, dan Aspek)

Perkembangan Bumi dan Sejarah Kehidupannya

Berdasarkan bukti-bukti penanggalan radiometri, Bumi telah berumur sekitar 4.570 juta tahun. Jadi, Bumi telah terbentuk hampir 4,6 miliar tahun lalu bersamaan dengan planet-planet lain dalam tata surya, termasuk Matahari. Ahli geologi menggunakan skala waktu geologi untuk menjelaskan waktu dan hubungan antarperistiwa yang terjadi selama sejarah Bumi. Waktu geologi Bumi disusun menjadi beberapa satuan waktu. Sejarah perkembangan Bumi dan kehidupannya dapat dijelaskan sebagai berikut.

Secara umum, zaman sejarah pembentukan bumi terbagi dalam 4 zaman, meliputi zaman prakambrium, zaman paleozoikum, zaman mesozoikum dan zaman kenozoikum.

Zaman Prakambrium

Zaman Prakambrium adalah zaman paling awal dalam sejarah pembentukan bumi, berlangsung pada 4,5 milyar sampai 290 juta tahun yang lalu. Zaman ini dibagi lagi dalam dua periode, yakni Zaman Arkeozoikum (4,5 – 2,5 milyar tahun lalu) dan Zaman Proterozoikum (2,5 milyar – 290 juta tahun lalu).

  1. Zaman Arkeozoikum (4,5 milyar – 2,5 milyar tahun lalu)

Arkeozoikum artinya masa kehidupan purba. Masa Arkeozoikum (Arkean) merupakan awal pembentukan batuan kerak Bumi yang kemudian berkembang menjadi protokontinen.

Batuan tertua yang ditemukan tercatat memiliki usia sekitar 3.800.000.000 tahun. Lempeng tektonik (plate tectonic) yang menyebabkan gempa terbentuk pada masa ini. Lingkungan hidup pada masa ini dapat digambarkan mirip dengan lingkungan mata air panas. Masa ini juga awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer, serta awal munculnya kehidupan primitif di dalam samudera, yaitu berupa mikroorganisme (bakteri dan ganggang).

Fosil tertua yang telah ditemukan pada masa ini adalah Stromatolit dan Cyanobakteria yang diperkirakan memiliki umur 3,5 miliar tahun.

  1. Zaman Proterozoikum (2,5 milyar – 290 juta tahun lalu)

Proterozoikum berarti masa kehidupan awal. Pada masa ini mulai terjadi pembentukan hidrosfer dan atmosfer. Kehidupan mulai berkembang di masa ini, yang semula berupa organisme bersel tunggal, berkembang menjadi organisme bersel banyak (enkaryotes dan prokaryotes).

Enkaryotes inilah yang kemudian berkembang menjadi tumbuhan, sementara prokaryotes kemudian berkembang menjadi binatang. Jenis hewan invertebrata bertubuh lunak seperti ubur-ubur, cacing, koral, mulai muncul di laut-laut dangkal. Hal ini dibuktikan dari penemuan fosil sejati pertama yang diperkirakan berasal dari masa tersebut.

Zaman Paleozoikum

Zaman Paleozoikum berlangsung cukup panjang dan terdiri dari beberapa bagian periode, meliputi :

  1. Zaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu)

Zaman kambrium berlangsung kira-kira selama 70 juta tahun sejak zaman Prakambium. Kambrium berasal dari kata “Cambria” yang merupakan nama latin untuk daerah Wales di Inggris. Tempat inilah yang merupakan tempat ditemukannya batuan berumur kambrium yang pertama kali dipelajari. Banyak jenis hewan invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium.

Hampir seluruh kehidupan pada zaman ini berlangsung di lautan. Ciri hewan pada zaman ini adalah mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai pelindung. Jenis fosil hewan yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah alga, cacing, sepon, koral, moluska, ecinodermata, brakiopoda, dan artropoda (trilobit).

  1. Zaman Ordovisium (500 – 440 juta tahun lalu)

Pada zaman ini, terjadi pencairan zaman es sehingga air samudra mulai meluap. Kemudian, Gondwana dan benua-benua lain mulai menutup celah samudera yang terdapat di antaranya.

Zaman ordovisium ditandai dengan munculnya beberapa hewan bertulang belakang atau vertebrata, seperti landak laut (Ekinoid), bintang laut (Asteroid), Bryozona, Tetrakoral, Krinoid (Lili Laut) dan Graptolit. Ada juga jenis ikan tanpa rahang.

Koral dan Alga mengalami perkembangan dan membentuk karang. Terdapat Trilobit dan Brakiopoda yang mencari mangsa. Graptolit dan Trilobit berkembang dalam jumlah besar, sementara Echinodermata dan Brakioppoda mulai menyebar.

  1. Zaman Silur (440 – 410 juta tahun lalu)

Zaman silur merupakan masa peralihan kehidupan dari air ke darat. Di zaman ini, terjadi persebaran fauna secara luas. Pergerakan peralihan kehidupan juga mulai berlangsung dari laut menuju darat.

Terdapat beberapa kelompok binatang yang diperkirakan muncul seperti hewan vertebrata berupa kalajengking raksasa (Eurypterid), ikan berahang dan tumbuhan paku (Pteridofita). Tumbuhan paku ini adalah tumbuhan darat yang pertama kali muncul.

Sedangkan Kalajengking raksasa masih hidup berburu di dalam lautan. Di lautan juga banyak bermunculan jenis ikan berahang dan ikan dengan perisai tulang sebagai pelindung.

Selama zaman ini, deretan pegunungan mulai terbentuk melintasi Skandinavia, Skotlandia, dan pantai Amerika Utara.

  1. Zaman Devon (410-360 juta tahun lalu)

Pada Zaman Devon berlangsung perkembangan pesat pada jenis ikan dan tumbuhan darat. Ikan berahang dan ikan hiu menjadi pemangsa utama yang sangat aktif di dalam lautan. Dari lautan, hewan-hewan melakukan perjalanan menuju daratan. Salah satunya adalah hewan amfibi yang mengalami perkembangan pesat dan beralih ke daratan.

Di daratan, tumbuhan darat juga muncul dengan pesat disertai kemunculan serangga untuk pertama kalinya. Samudera kian mengalami penyempitan, dan benua Gondwana menutupi wilayah Eropa, Amerika Utara dan Tanah Hijau (Green Land).

  1. Zaman Karbon (360 – 290 juta tahun lalu)

Pada zaman Karbon, reptilia muncul pertama kali dan dapat meletakkan telur-telurnya di daratan. Selain itu, bermunculan pula serangga raksasa serta jumlah amfibi meningkat pesat.

Di jaman ini, pohon muncul untuk pertama kalinya. Terdapat pula jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda yang mulai banyak tumbuh di rawa-rawa pembentuk batubara. Daratan atau benua-benua di muka bumi mulai menyatu, dan membentuk satu masa daratan yang dikenal sebagai Pangea.

  1. Zaman Perm (290 -250 juta tahun lalu)

Kata “Perm” merupakan nama dari sebuah propinsi tua yang ada di dekat pegunungan Ural, Rusia. Di zaman ini, terjadi peningkatan jumlah reptilia secara besar-besaran. Muncul pula berbagai jenis serangga modern serta tumbuhan konifer dan grikgo primitif. Sementara hewan amfibi yang semakin banyak, menjadi kurang begitu berperan di zaman ini.

Akan tetapi, zaman perm diakhiri dengan kepunahan micsa, tribolit, serta banyak koral dan ikan. Kemudian, Benua Pangea mulai bergabung bersama dan bergerak menjadi satu massa daratan, lalu lapisan es menutupi Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika.

Hal ini membuat air terbendung dan menurunkan muka air laut. Iklim kering muncul disertai kondisi gurun pasir yang mulai terbentuk di bagian utara bumi.

Zaman Mesozoikum

Sejarah pembentukan bumi di periode ketiga adalah Zaman Mesozoikum, yang terbagi lagi dalam beberapa periode atau zaman, meliputi :

  1. Zaman Trias (250-210 juta tahun lalu)

Pada zaman ini, terjadi peningkatan terhadap populasi gastropoda dan bivalvia serta amonit. Mulai bermunculan hewan-hewan berukuran besar seperti dinosaurus dan reptil laut yang pertama kali muncul di zaman ini.

Hewan reptil yang banyak bermunculan di air adalah kura-kura dan penyu. Ada juga reptilia menyerupai mamalia pemakan daging yang disebut Cynodont. Selain itu, muncul pula mamalia pertama di dunia.

Terjadi penyebaran tumbuhan sikada mirip tumbuhan palem dan Konifer. Sedangkan benua pangea menunjukkan adanya pergerakan menuju arah utara sehingga mengakibatkan es di bagian selatan mencair dan munculkan celah-celah.

  1. Zaman Jura (210-140 juta tahun lalu)

Pada zaman Jura, Amonit dan Belemnit menjadi sangat umum. Sementara jumlah reptilia mengalami peningkatan signifikan. Banyak dinosaurus tumbuh dengan ukuran luar biasa besar. Hewan –hewan besar mulai mendominasi bumi.

Dinausaurus merajai wilayah daratan, Ichtiyosaurus menguasai perburuan di dalam lautan dan Pterosaurus menguasai angkasa. Di zaman ini, burung sejati pertama (Archeopterya) mengalami evolusi dan jenis buaya baru banyak berkembang.

Tumbuhan Konifer semakin umum, Bennefit dan Sequola jumlahnya meningkat drastis. Sementara itu, kondisi Pangea terpecah. Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika, dan Amerika Selatan melepaskan diri dari Antartika serta Australia.

  1. Zaman Kapur (140-65 juta tahun lalu)

Zaman kapur ditandai dengan penguasaan dinosaurus dan reptilia atas wilayah bumi. Lalu, muncul untuk pertama kalinya mamalia berari-ari mulai ada. Mamalia dan tumbuhan yang mempunyai bunga juga mulai berkembang dengan pesat.

Iklim sedang mulai muncul. India mulai memisahkan diri dari benua Afrika dan menuju ke Asia. Pada akhir zaman ini ditandai dengan kepunahan hewan-hewan berukuran besar seperti Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit dan Belemnit.

Zaman Kenozoikum atau Neozoikum

Sejarah pembentukan bumi di periode terakhir adalah zaman Zaman Kenozoikum atau yang juga disebut sebagai Neozoikum. Zaman ini merupakan zaman baru yang terdiri dari beberapa era, meliputi :

  1. Zaman Tersier (65 – 1,7 juta tahun lalu)

Pada zaman ini, untuk pertama kalinya muncul kehidupan dari spesies jenis primata dan burung tak bergigi. Burung-burung berukuran besar ini menyerupai burung unta. Ada juga fauna laut yang muncul seperti ikan, moluska dan echinodermata yang sangat mirip dengan fauna laut yang sekarang hidup.

Tumbuhan berbunga mengalami evolusi hingga menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput. Pada zaman Tersier – Kuarter, hewan dan tumbuhan terus mengalami kemunculan dan kepunahan seiring dengan adanya perubahan iklim global yang ekstrim.

  1. Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu – sekarang)

Pada zaman Kuarter dibedakan menjadi dua kala, yakni kala Plistosen dan Kala Holosen. Kala Plistosen dimulai kurang lebih 1,8 juta tahun lalu hingga 10.000 tahun lalu. Lalu Kala Holosen berlangsung setelah Kala Plistosen sampai sekarang.

Pada Kala Plistosen terjadi lima kali jaman es (jaman glasial). Di zaman es, sebagian besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian utara tertutup oleh es, termasuk wilayah Pegunungan Alpen, Pegunungan Cherpatia dan Pegunungan Himalaya. Lalu, di antara 4 jaman es, terdapat zaman Intra Glasial, yakni ditandai dengan iklim bumi yang lebih hangat.

Pada zaman inilah, manusia purba jawa (Homo erectus yang dulu disebut Pithecanthropus erectus) pertama kali muncul. Flora dan fauna yang hidup pada kala Pleistosen sangat mirip dengan yang hidup di masa sekarang.

Pada Kala Holosen, Manusia modern mulai muncul dengan peradaban barunya. Ilmu pengetahuan manusia mengalami peningkatan cukup pesat. Kala Holosen inilah yang mengawali sejarah perkembangan manusia modern hingga saat ini.

Demikianlah artikel mengenai Sejarah Pembentukan Bumi dan Perkembangannya. Apabila ada pertanyaan, kamu dapat bertanya melalui kolom komentar dibawah ini.

Hosting Unlimited Indonesia

Regionalisasi Negara Maju dan Negara Berkembang

Daftar Isi1 Pengertian Negara Maju dan Negara Berkembang2 Negara Maju2.1 Pengertian Negara Maju2.2 Ciri-ciri Negara Maju2.3 Contoh Negara Maju3 Negara Berkembang3.1 Pengertian Negara Berkembang3.2...
Afifa Atira
1 min read

Konsep Wilayah dan Perwilayahan

Daftar Isi1 Pengertian Wilayah dan Perwilayahan2 Wilayah2.1 Pengertian Wilayah2.2 Jenis-Jenis Wilayah3 Perwilayahan (Regionalisasi)3.1 Pengertian Perwilayahan3.2 Jenis-Jenis Perwilayahan3.3 Manfaat Perwilayahan 4 Pusat Pertumbuhan4.1 Pengertian Pusat...
Afifa Atira
2 min read

Interaksi Desa dan Kota

Daftar Isi1 Pengertian Interaksi Desa dan Kota2 Desa3 Kota4 Zona Interaksi Desa Kota5 Dampak Interaksi Desa Kota5.1 Dampak Positif5.2 Dampak Negatif Pengertian Interaksi Desa...
Afifa Atira
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *