5/5 (2) Sejarah Mengenal Api

Sejarah Mengenal Api – Sebelum membahas lebih lanjut mengenai sejarah mengenal api, maka perlu diketahui terlebih dahulu mengenai api itu secara utuh. Untuk itu, yuk, simak pengertian api berikut, sampai bagaimana sih, manusia mengenal api?

Pengertian Api

Api merupakan suatu zat yang sifatnya panas yang dimungkinkan berasal dari benda yang dibakar maupun yang terbakar. Adapun proses yang terjadi pada api ialah berupa proses oksidasi yang kemudian berupa bentuk energi dengan intensitas yang berbeda-beda dan mempunyai bentuk yang bercahaya. Rasa panas yang ditimbulkan oleh api juga bisa menghasilkan asap.

Hal yang Mempengaruhi Api

Adapun hal yang berpengaruh terhadap api adalah besar kecilnya intensitas cahaya. Terkait hal ini, bisanya digunakan untuk keperluan dalam menentukan suatu bentuk bahan bakar pada tingkatan yang disebut kombusi agar dapat digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan. Beberapa hal yang biasa dimanfaatkan dari api adalah sebagai bahan membuat api unggun maupun penghancur berbagai jenis keperluan. Namun kadangkala api juga bisa merugikan. Contohnya saja peristiwa kebakaran hutan yang sering melanda.

Penemuan Api

Terkait penemuan cara membuat api adalah hal yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Dipercaya bahwa dengan adanya api, beberapa golongan manusia yang masih berkerabat dengan kera bisa terhindar dan merasa aman dari serangan binatang buas. Selain menjaga diri, api bisa dimanfaatkan untuk memasak, sumber penerangan dan menghangatkan tubuh dikala kedinginan.

Sejarah Pemanfaatan Api

Adapun hal terkait proses memanfaatkan api diperkirakan berlangsung sekitar tiga ratus ribu sampai empat ratus ribu tahun yang lalu. Hal ini didasarkan pada 141 hasil analisis berbagai situs arkeologi di Eropa. Untuk perkiraan sebelumnya, para ilmuwan sepakat bahwa untuk Eropa sendiri, api digunakan sekitar satu juta tahun lalu lamanya. Banyak dari beberapa arkeolog berpendapat bahwa penggunaan api di Eropa terkait dengan suhu yang saat itu sedang jatuh dibawah titik beku.adapun temuan terkait hasil penelitian kemudian dipublikasi secara ilmiah melalui jurnal yang menyatakan bahwa kaum Neanderthal dan manusia purba yang hidupnya di Eropa rutin dalam menggunakan media api sebagai alat penghangat tubuh, sumber penerangan dan memasak bahan makanan.

Seorang ahli bernama Wil Roebroeks yang berasal dari Leiden University mengemukakan bahwa manusia terlampau lambat dalam pemanfaatan api. Hal ini tidak lain disebabkan oleh adanya penyesuaian dari pola makan yang diterapkan oleh manusia itu sendiri sehingga akan memiliki kebiasaan kebal dengan situasi dingin yang melanda. Manusia pada masa itu juga sudah terlampau memakan daging mentah dan makanan yang diperoleh langsung dari laut.

Seorang arkeolog dari  Harvard University yang bernama Richard W melakukan klain terhadap kemampuan yang dimiliki manusia pada zaman itu untuk melakukan pemanfaatan terhadap api untuk memasak bahan makanan. Hal  ini kemudian dipercaya bisa meningkatkan gizi manusia pada saat itu. Adanya pikiran yang mengarah ke soal gizi menjadikan pemikiran pada saat itu dinilai sebagai titik puncak dalam sebuah evolusi manusia yang modern.

Terkait proses dari terciptanya api itu sendiri dilakukan dengan cara sederhana. Pada saat itu diperaya bahwa manusia melakukannya dengan menggosok-gosokkan dua buah benda yang sifatnya halus dan mudah terbakar. Hal ini bersyarat jika benda tersebut mudah terbakar dengan berbagai jenis benda padat lainnya. Dari kegiatan dan proses menggosok gosok inilah mulai muncul percikan api yang menjadi sumber api yang diperoleh manusia.

 

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: