5/5 (1) Rukun Iman Beserta Penjelasannya

Rukun Iman Beserta PenjelasannyaBertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas Rukun Iman Beserta Penjelasannya. Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Menjadi seseorang muslim, seorang dituntut untuk dapat mengerti serta mengamalkan rukun islam ataupun rukun iman. Apa rukun islam serta rukun iman itu? Rukun islam serta rukun iman adalah satu diantara pilar penting yang perlu di patuhi serta diamalkan oleh tiap-tiap muslim. Menjadi basic penerapan kehidupan serta ketentuan basic dibawah Al-Qur’an serta hadist.

Dengan mengamalkan rukun islam serta rukun iman dalam kehidupan satu hari hari bisa menolong anda memperkuat keimanan anda, seperti memperkuat kemampuan dasar keimanan anda dari tiap-tiap ujian serta masalah yang akan anda hadapi. Apa anda sudah tahu serta mengerti mengenai isi kandungan Rukun iman? Tersebut adalah keterangan mengenai rukun iman.

Pengertian Iman

Iman, jika dilihat dalam bahasa arab, jadi anda akan memperoleh berarti yaitu yakin. Sedang jika anda meninjaunya dalam sisi arti, jadi anda akan memperoleh jika pemahaman dari iman ialah membetulkan dengan hati, disampaikan oleh lisan serta diwujudkan lewat tindakan. Sedang dalam hadis, iman bermakna membetulkan dengan batin.

Membetulkan dalam hati berarti jika jika anda lihat atau dengar suatu, jadi anda akan yakini dengan penuh. Tidak ada perasaan gundah disaat anda mesti yakini serta meyakini info yang anda temukan. Khususnya waktu anda mesti yakini dalam hati jika cuma Allah lah tuhan yang memiliki hak untuk disembah serta tanpa sekutu buat Nya.

Mengatakan dengan lisan, ialah jika kita sudah meyakini dalam hati, jadi anda dapat sebarkan apa yang anda yakini, hingga apa yang anda yakini itu dapat diterima oleh beberapa orang yang ada di seputar anda. Dengan hal itu, akan banyak suport yang mengalir buat anda jika beberapa orang di seputar anda pun ikut meyakini serta mengimaninya.

Sedang mewujudkannya dalam tindakan ialah perwujudan fisik apa yang kita yakini. Tidak cuma perlu di yakini atau disampaikan. Tetapi sikap kita menjadi seseorang yang beriman harus juga tunjukkan atau memvisualisasikan jika anda sudah beriman dengan mengamalkan apa yang Ia perintahkan serta menjauhi serta hindari apa yang Ia larang.

Sedang jika kita lihat kata rukun iman, jadi anda akan memperoleh makna, satu rukun untuk tunjukkan kemantaban hati dalam jalan islam. Di mana rukun iman diwujudkan dalam enam isi yang jika anda mengamalkan keenamnya, jadi bertambah juga keimanan anda pada menjalankan semua ajaran serta syariat islam.

Pengertian Rukun Iman

Rukun Iman adalah tiang-tiang fondasi keimanan dari seorang muslim, apabila ia memiliki dan mengamalkan rukun iman, maka dia akan memiliki keimanan yang kuat. Dan apabila ia mengabaikan rukun iman dalam hidupnya, maka ia akan dengan mudah diguncang hatinya dengan berbagai masalah dan kegelisahan dalam keimanan.

Terdapat enam rukun iman, yang didasarkan pada ayat-ayat Jibril pada kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab. Berikut keenam rukun iman tersebut:

  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada Malaikat
  3. Iman kepada kitab-kitab Allah
  4. Iman kepada rasul
  5. Iman kepada hari akhir
  6. Iman kepada qodho dan qodar

Rukun Iman Yang Ke-1 : Iman Kepada Allah

Hal pertama yang wajib di amalkan oleh seorang muslim untuk menambah keimanannya dalam islam adalah anda harus mengimani tentang keberadaan Allah Subhanallahu wa ta’ala. Seperti halnya saat anda ingin menjadi seorang muslim sepenuhnya, maka anda harus mengucapkan dua kalimat syahadat yang menunjukkan bahwa anda bersedia untuk beriman.

“Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.” Hal ini menunjukkan bahwa saat anda memilih islam sebagai agama anda, maka anda harus mengakui keesaan dari Allah dan tidak ada dzat apapun yang mampu menjadi pesaing maupun mampu menjadi sekutu Nya.

Cara beriman kepada Allah ada dua macam, yaitu beriman kepada Allah secara rububuiah yang berarti bahwa tiada yang mampu mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Dan secara uluhiah yang berarti bahwa tidak ada dzat yang berhak disembah kecuali Allah dan mengingkari adanya tuhan lain selain Allah.

Mengimani sifat Allah, yakni wujud, qidam, baqa’, almumatsalatu lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi, wahdaniyat, qudrat, iradah, ilmu, hayat, sama’, bashar’ kalam, qadiran, muridan, ‘aliman, hayyan, samian, basyiran, mutakalliman. Mengimani sifat Allah dapat membantu anda untuk terus menambah keimanan kepada Allah.

Rukun Iman Yang Ke-2 : Iman Kepada Malaikat

Malaikat adalah makhluk Allah yang dibuat dari cahaya, malaikat pun mempunyai karakter selalu untuk taat serta patuh pada apa yang diperintah oleh Allah. Malaikat tidak mempunyai nafsu, hingga malaikat tidak makan atau minum, tetapi malaikat tetap berdzikir pada Allah Subhanallahu wa ta’ala.

Menjadi makhluk yang tetap patuh pada perintah Allah, malaikat memiliki hak di yakini serta disadari keberadaannya. Satu diantara langkah untuk mengimani kehadiran malaikat dengan menghafalkan serta mengerti nama ataupun pekerjaan dari semasing malaikat Allah. Anda pun cukuplah tahu serta mengingat 10 malaikat penting bersama tugas-tugasnya, yaitu:

  1. Malaikat Jibril, memiliki tugas menyampaikan wahyu dari Allah kepada para Nabi atau rasul Nya.
  2. Malaikat Mikail, memiliki tugas untuk menurunkan hujan dan memberikan rezeki kepada setiap makhluk Allah.
  3. Malaikat Isrofil, memiliki tugas meniup sangkakala di hari penghabisan.
  4. Malaikat Izroil, memiliki tugas untuk mencabut nyawa.
  5. Malaikat Rakib, memiliki tugas mencatat amal baik manusia.
  6. Malaikat Atid, memiliki tugas mencatat amal buruk manusia.
  7. Malaikat Mungkar, memiliki tugas untuk menanyai roh dalam kubur.
  8. Malaikat Nakir, memiliki tugas untuk menanyai roh dalam kubur.
  9. Malaikat Malik, memiliki tugas untuk menjaga pintu gerbang neraka.
  10. Malaikat Ridwan, memiliki tugas untuk menjaga pintu gerbang surga.

Rukun Iman Yang Ke-3 : Iman Kepada Kitab-Kitab Allah

Allah sudah turunkan beberapa kitab yang berisi mengenai wahyu serta panduan pada nabi atau rasul, hingga bisa mereka buat jadi panduan untuk beberapa umat serta pengikutnya. Berdasar pada Al Qur’an, Allah sudah turunkan empat buah kitab lewat malaikat jibril atau dengan secara langsung kepada masing-masing nabi serta rasul Nya. Di bawah ini ialah ke empat dari kitab-kitab itu:

  1. Kitab Taurat

Kitab taurat merupakan kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa AS sebagai petunjuk kepada kaumnya. Karena Nabi Musa saat itu menjadi Nabi yang diutus kepada Bani Israil, maka kitab Taurat merupakan kitab petunjuk yang di gunakan sebagai pedoman bagi Bani Israil. Isi dari kitab Taurat merupakan 10 perintah tuhan atau dikenal sebagai The Ten Commandements.

  1. Kitab Zabur

Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS. Kitab ini ditujukan sebagai petunjuk dan pedoman kepada para kaum Nabi Daud. Kitab ini disebut juga sebagai “Mazmur” dan memiliki isi berupa nyanyian dan pujian kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala atas segala nikmat dan rahmat yang telah Dia berikan kepada kaum Nabi Daud pada saat itu.

  1. Kitab Injil

Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS. Sama halnya dengan kitab Taurat, kitab Injil diturunkan sebagai petunjuk dan pedoman bagi kaum Israil. Isi dari kitab Injil adalah pokok tatacara untuk menjadalani kehidupan secara zuhud, dimana kita di haruskan untuk meninggalkan berbuat kerusakan dan memiliki sifat ketamakan saat di dunia.

  1. Kitab Al Qur’an

Berbeda dengan kitab-kitab yang lainnya, Al Qur’an merupakan kitab yang di turunkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam untuk digunakan sebagai pedoman seluruh umat manusia di dunia. Kitab ini diturunkan melalui perantara malaikat Jibril dan secara berangsur-angsur atau tidak secara langsung, serta apabila kita membacanya maka kita mendapat pahala.

Rukun Iman Yang Ke-4 : Iman Kepada Nabi dan Rasul

Satu diantara langkah mengimani nabi serta rasul Allah dengan langkah meyakini jika Allah sudah mengutus manusia dengan semua keunggulannya untuk memberi panduan pada kaumnya juga semua umat manusia di muka bumi ini untuk beriman serta mengaku keesaan Allah Subhanallahu wa ta’ala. Serta mengenal dan mengetahui 25 nama-nama wajib Nabi dan Rasul:

  1. Nabi Adam As.
  2. Nabi Idris As.
  3. Nabi Nuh As.
  4. Nabi Hud As.
  5. Nabi Sholeh As.
  6. Nabi Ibrahim As.
  7. Nabi Luth As.
  8. Nabi Ismail As.
  9. Nabi Ishak As.
  10. Nabi Yakub As.
  11. Nabi Yusuf As.
  12. Nabi Ayub As.
  13. Nabi Sueb As.
  14. Nabi Musa As.
  15. Nabi Harun As.
  16. Nabi Zulkifli As.
  17. Nabi Daud As.
  18. Nabi Sulaiman As.
  19. Nabi Ilyas As.
  20. Nabi Ilyasa As.
  21. Nabi Yunus As.
  22. Nabi Zakariya As.
  23. Nabi Yahya As.
  24. Nabi Isa As.
  25. Nabi Muhammad SAW

Rukun Iman Yang Ke-5 : Iman Kepada Hari Akhir

Hari akhir atau dimaksud pun hari kiamat adalah akhir dari semua kehidupan di dunia. Saat itu, dunia serta semua dalamnya akan hancur dengan berkeping-keping. Tidak ada kehidupan satu juga baik manusia ataupun makhluk gaib seperti malaikat ataupun iblis. Di hari kiamat ini tidak ada satupun makhluk yang dapat lolos dari kehancuran yang memusnahkan.

Memberikan kepercayaan jika hari akhir itu akan betul-betul ada serta berlangsung membuat anda jadi lebih tingkatkan ketakwaan pada Allah Subhanallahu wa ta’ala, supaya memperoleh ampunan dari semua dosa serta diselamatkan serta diberikan tempat di surga nanti. Hari kiamat da kedahsyatannya juga sudah banyak dijelaskan dan diceritakan dalam Al Qur’an ataupun hadis.

Allah berfirman dalam surat Al Hajj atay 6-7, yang artinya “Yang sedemikian itu supaya kamu mengerti bahwa Tuhan Allah itu Tuhan yang benar dan Tuhan itu menghidupkan segala yang telah mati. Lagi Allah itu maha kuasa atas segala sesuatu. Dan sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ragu lagi. Tuhan Allah benar-benar akan membangkitkan orang-orang yang ada dalam kubur.”

Allah juga berfirman dalam surat Az Zumar ayat 68, bahwa “Sungguh pada hari kiamat akan ditiup sangkakala (terompet) lantas matilah sekalian apa yang ada di langit dan yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian akan ditiup padanya sekali lagi, kemudian mereka sekalian akan bangkit memandang (menunggu keputusan).”

Rukun Iman Yang Ke-6 : Iman Kepada Qodho dan Qodhar

Qodho adalah satu ketetapan atau nasib dari seorang yang sudah berbentuk masih serta tidak dapat di ganti , seperti hari kematian. Sedang qodar ialah takdir atau nasib yang masih tetap berbentuk prediksi atau masih tetap bisa diupayakan untuk diperbaiki atau ditempatkan mengarah yang lebih baik, serta tentu saja atas izin Allah Subhanallahu wa ta’ala, diantaranya ialah kapan rejeki akan diberikan.

Waktu anda ingin mengimani qodho serta qodar Allah jadi anda pun mesti mengimana 4 masalah, yaitu yakin jika Allah sudah mengimani semua apa yang sudah ataupun yang belum berlangsung, Allah sudah tuliskan semua ketetapan serta takdir makhluk hidup serta menuliskan di lauh al-Mahfudz, tidak ada semua hal yang diam atau berjalan tanpa ada izin Allah serta semua ialah ciptaan Allah.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: