5/5 (1) Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia – Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan peristiwa penting yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ini merupakan aktifitas pembacaan teks yang mendeklarasikan bahwa Indonesia bebas dari segala macam bentuk penjajahan. Terdapat serangkaian peristiwa dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. mulai dari pra proklamasi, saat proklamasi dan pasca proklamasi. Semuanya merupakan sejarah Indonesia yang sangat penting.

  1. Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa rengasdengklok merupakan bagian dari peristiwa penting proklamasi Indonesia. Terjadi perselisishan antara kaum muda dan kaum tua pada tanggal 16 Agustus 1945. Pada peristiwa ini, Ir Soekarno di culik bersama dengan ibu Fatmawati, Guntur dan Hatta di Rengasdengklok. Penculikan ini bermaksud untuk meyakinkan Soekarno tentang tentara Jepang yang sudah menyerah dan para pejuang telah menyanggupi untuk melawan dan menyerang Jepang.

  1. Pertemuan Soekarno dan Hatta dengan Jenderal Yamamoto

Untuk lebih yakin dengan pernyataan kaum pemuda bahwa tentara Jepang telah menyerah, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta pada malam hari untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Beliau menemui jenderal Yamamoto seorang komandan Jepang di daerah Jawa. Pertemuan tersebut membuat Soekarno yakin bahwa Jepang memang sudah menyerah kepada Sekutu dan tidak mempunyai wewenang lagi.

  1. Pembacaan Naskah Proklamasi

Soekarno dan Hatta serta anggota PPKI lainnya mengadakan rapat malam itu. Pembahasannya adalah mengenai teks proklamasi. Rapat dilaksanakan di kediaman Laksamana Maeda. Dengan tokoh PPKI lainnya, Soekarno menuliskan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang diketik ulang oleh Sayuti Melik.

Pembacaan naskah proklamasi terjadi pada hari Jum’at, 17 Agustus 1945, tepat pukul 10.00 pagi di kediaman Soekarno yang beralamat di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Kemudian dilanjut dengan pengibaran bendera merah putih yang di jahit oleh Fatmawati.

Pembacaan dilakukan oleh Soekarno dan Hatta yang kemudian didaulat sebagai presiden dan wakil presiden pertama di Indonesia. Tokoh lain yang berjasa dalam pembacaan naskah proklamasi adalah pemuda yang mengibarkan bendera merah putih yaitu saudara Latif Hendraningrat, S.Suhut dan Tri Murti.

  1. Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Setelah pembacaan teks proklamasi, Indonesia masih mempunyai masalah yaitu penyebaran berita dan sosialisasi kemerdekaan ke penjuru Indonesia dan dunia. Mengingat luasnya daerah Indonesia dan terbatasnya media untuk menginformasikan kabar baik ini. Hal ini tidak meruntuhkan semangat kemerdekaan para pejuang Indonesia.

Penyebaran berita kemerdekaan di pulau Jawa ditangani dengan baik. Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia telah sampai di tangan kepala bagian radio di Domei. Naskah tersebut diterimanya dari wartawan yang bernama Syahruddin. Kemudian, dia mengutus seseorang bernama F.Wuz untuk menyiarkan berita bahagia tersebut.

Usaha ini terdengar oleh komandan Jepang yang berada di Jawa. Dia mengkonfirmasi bahwa berita tersebut adalah sebuah kekeliruan. Kemudian, pada tanggal 20 Agustus 1945, kantor berita tersebut di segel. Para karyawan dilarang masuk.

Kendati demikian, salah seorang wartawan bernama Jusuf Ronodipuro membuat pemancar radio lainnya sehingga berita kemerdekaan Indonesia bisa digaungkan kembali. Hal ini membuat seantero Indonesia tahu akan kemerdekaan yang telah diperjuangkannya.

Selain melalui media elektronik, para pemuda gencar melakukan sosialisasi kemerdekaan dengan memasang spanduk dan slogan kemerdekaan Indonesia di dinding dan gerbong kereta api. “Respect Our Constitution, August 17” coret mereka.

Penyebaran informasi kemerdekaan Indonesia terus dilakukan guna terwujudnya kemerdekaan yang menyeluruh di seluruh penjuru Indonesia. Pun untuk memberitahukan kepada seluruh dunia bahwa Indonesia tidak bisa dijajah lagi. Indonesia telah bebas dari segala bentuk kolonialisasi.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: