Materi Sekolah Terlengkap

Perang Melawan Kongsi Dagang di Nusantara

Perang Melawan Kongsi Dagang di Nusantara – Adanya penjajahan di Indonesia menyebabkan pengaruh, baik positif maupun negatif. Bentuk penjajahan yang dilakukan ikut mempengaruhi dunia perdagangan waktu itu. Inilah beberapa perjuangan di nusantara untuk memerangi kongsi dagang ketika penjajahan terjadi.

Perjuangan Rakyat Aceh

Inilah salah satu pengaruh positif dari adanya penjajahan di nusantara. Ketika Malaka dijajah oleh Portugis, justru menyebabkan adanya pengaruh positif pada dunia perdagangan di sekitar wilayah tersebut. Kedatangan Portugis tahun 1511, menyebabkan pedagang beragama Islam yang semula di Malaka, kemudian pindah ke Aceh. Sehingga, dengan adanya hal ini, perdagangan di wilayah Aceh menjadi berkembang.

Setelah Malaka dikuasai Portugis, kemudian Aceh berubah menjadi tempat pusat dari kegiatan berdagang. Sehingga, Aceh juga menjadi makin ramai. Selain itu, Aceh juga mengalami perubahan menjadi bandar. Seiring dengan adanya perkembangan tersebut, maka pihak Portugis melihat hal ini sebagai sebuah ancaman. Oleh sebab itu, Portugis ingin menghancurkan kota yang terkenal dengan julukan serambi makah ini.

Serangan pertama yang dilakukan oleh pihak Portugis dilakukan tahun 1524 dan dipimpin oleh Henriguez. Serangan berikutnya terjadi setahun setelahnya dengan Sauza sebagai pimpinan. Kegiatan penyerangan dilakukan dengan memburu kapal dari Aceh dengan tujuan berdagang yang melintas di Laut Merah, kemudian dilakukan penangkapan. Dengan demikian, serangan berlangsung sekitar tahun 1524 hingga 1525.

Dengan adanya serangan ini, maka pihak Aceh melakukan perlawanan untuk menyerang balik. Hal-hal yang dilakukan terkait dengan serangan balik rakyat Aceh untuk melawan Portugis sebagai berikut.

  1. Melengkapi persenjataan, mendatangkan bantuan tentara, dan sejumlah ahli perang Turki di tahun 1567.
  2. Penambahan persenjataan, prajurit, serta meriam pada sejumlah kapal Aceh yang digunakan untuk berdagang.
  3. Menambah persenjataan yang didatangkan dari Jepara dan Kalikut.

Pihak Portugis tidak mau tinggal diam, kemudian melakukan serangan balik ke Aceh. Peristiwa ini berlangsung tahun 1569. Namun, serangan ini hanya sia-sia, sebab pihak Aceh telah bersiap, sehingga mampu untuk mengagalkan serangan. Para pahlawan Aceh berjuang dengan semangat membara untuk memerangi para penjajah sebagai pihak asing. Hal inilah yang kemudian juga menjadi modal untuk mengusir Portugis dari Malaka.

Perjuangan di Negeri Maluku

Setelah berhasil masuk ke Aceh pada tahun 1511, Portugis melanjutkan penjajahan di nusantara dengan datang di Maluku tahun 1521. Sebagai pusat kegiatan berada di daerah Ternate. Kemudian, meletus perang tahun 1529 yang dilakukan oleh pihak Tidore untuk mengusir Portugis dari tanah Maluku. Penyebab dari meletusnya perang ini, kapal milik Portugis yang menembak jung-jung asal Banda dengan tujuan melakukan pembelian cengkeh di Tidore.

Namun, di dalam perang tersebut, pihak Portugis beruntung mendapatkan dukungan dari Bacan dan Ternate. Hal inilah yang menjadi faktor pendukung kemenangan yang diraih oleh Portugis. Setelah kemenangan yang didapatkan, Portugis jadi makin sombong serta bersikap kasar pada penduduk di Maluku. Selain itu, kegiatan monopoli senantiasa dilakukan, sehingga menimbulkan perlawanan dari pihak rakyat.

Peristiwa bersejarah yang tidak kalah penting adalah perjanjian Saragosa di tahun 1534. Tujuan dari adanya perjanjian ini adalah untuk menyelesaikan adanya persaingan antara pihak Spanyol dan Portugis. Dengan adanya peristiwa ini, justru membuat Portugis jadi makin kuat.

Setelah serangkaian penjajahan yang dilakukan oleh Portugis, kemudian timbul perjuangan tahun 1565 yang dipimpin oleh Sultan Hairun. Portugis sempat kalah dan menawarkan perundingan tahun 1570, namun hal ini hanya tipu muslihat. Setelah itu, baru tahun 1575, Portugis berhasil benar-benar diusir dari Ternate.

Inilah dua perjuangan kedaerahan di nusantara yang patut untuk disimak. Semoga bermanfaat.

Share This

Thank you for your vote!
Post rating: 0 from 5 (according 0 votes)
What's your reaction?
0Smile0Lol0Wow0Love0Sad0Angry
%d blogger menyukai ini: