5/5 (1) Peran Indonesia dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

Peran Indonesia dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia – Peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia ada beberapa secara garis besar. Seperti yang kita tahu, awal Indonesia merdeka berada pada situasi perpecahan dua negara adikuasa di dunia.

Perang dunia kedua waktu itu memang telah usai, menyisakan ketegangan pribadi antara dua negara adikuasa timur dan barat. Oleh karena itu, terjadilah Blok Barat dan Blok Timur. Yang mana Blok Barat dianggotai Amerika Serikat dan Blok Timur adalah Uni Soviet.

Kedua blok itu mendeklarasikan perang dingin yang tidak kunjung usai. Bahkan selesainya PD II tak berimbas banyak pada mereka. Situasi permusuhan pun semakin kentara.

Indonesia dengan politik luar negeri bebas aktifnya, tentu saja tak tinggal diam. Indonesia berusaha mewujudkan perdamaian dunia lewat beberapa tindakannya.

Konferensi Asia Afrika Tahun 1955

Jajaran negara Asia Afrika telah memperoleh kemerdekaannya dengan kerja keras. Hanya saja, kemerdekaan itu masih ingin dinodai oleh negara adikuasa yang menginginkan perpecahan kembali.

Terlebih di beberapa negara Afrika sedang dilanda gelisah akibat beredarnya berita penciptaan nuklir yang disinyalir dapat memusnahkan populasi manusia. Masalah domestik pun turut mewarnai konflik negara Asia Afrika. Seperti politik devide at impera dan perang dingin yang sedang dicanangkan terhadap dua blok negara adikuasa.

Merasa jika permasalahan itu harus segera mendapat jalan keluar, lima negara Asia Afrika memutuskan melalukan konferensi informal. Indonesia, Pakistan, India, Srilanka dan Birma memutuskan mengadakan konferensi Asia Afrika.

Setelah melewati beberapa kali konferensi, puncaknya lima negara ini mengadakan konferensi Asia Afrika di Bogor. Ada total kurang lebih 25 negara yang diundang dalam konferensi tersebut. Banyak hal yang dirundingkan, kemudian melahirkan Dasa sila Bandung yang menjadi tonggak utama perdamaian dunia.

Semangat dan kekuatan berkobar dengan menggelora akibat adanya konferensi ini. Semakin menjadi bukti peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Memelihara Perdamaian dengan Garuda

Januari 1957, Indonesia mengirimkan sejumlah tim yang diberi nama Misi Garuda sebagai upaya mendamaikan dunia. Pemicunya adalah usaha menasionalkan Terusan Suez oleh Presiden Mesir. Konflik yang melebar itu membuat PBB segera mendesak beberapa pihak agarĀ  melakukan perundingan.

Ketika Sidang umum PBB dilaksanakan, Lester B. Perason selaku Menteri Luar Kanada mengusulkan dibentuknya pasukan oleh PBB untuk menjaga perdamaian di kawasan Timur Tengah itu. Kemudian pada 5 November 1956, Sekjen PBB membuat sebuah komando pasukan bernama United Nations Emergency Forces atau disebut UNEF. Indonesia secara resmi turut berpartisipasi mengirimkan pasukan pada 8 November di tahun yang sama.

Setelah menyumbangkan 550 orang yang kemudian menjadi Pasukan Garuda, Indonesia telah berpartisipasi dalam perdamaian dunia. Tak berhenti di situ, setiap ada pertikaian, seperti di Vietnam waktu itu, Pasukan Garuda kembali dikerahkan demi tercapainya perdamaian dunia.

Dibentuknya ASEAN

Ketika menjelang selesainya konfrontasi Indonesia dengan negara melayu itu, pemimpin negara di kawasan Asia Tenggara merasakan perlunya organisasi di antara mereka. Organisasi itu jelas bertujuan agar hubungan negara di kawasan Asia Tenggara senantiasa terjaga dan terhindar dari konflik semacam itu lagi.

Maka, 5 sampai 8 Agustus bertempat di Bangkok, dilaksanakannya pertemuan antara menteri luar negeri kawasan ASEAN. Hasil yang didapat dinamakan Bangkok Declaration dengan 7 pasal pokok.

Inti deklarasi tersebut adalah, dibuatnya hubungan kesatuan di kawasan Asia Tenggara untuk membuat organisasi regional yang bernama ASEAN atau Association of South East Asian Nation.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: