5/5 (1) Pengertian Tradisi Lisan Beserta Contohnya

Pengertian Tradisi Lisan Beserta Contohnya – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas Pengertian Tradisi Lisan Beserta Contohnya. Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Suatu masyarakat memiliki beberapa macam cara untuk mewariskan masa lalunya yang berupa kebiasaan, adat istiadat, dan sejarah kepada generasi penerusnya. Proses pewarisan kebudayaan tersebut dilakukan melalui bukti-bukti tertulis dan penuturan secara lisan atau cerita dari generasi tua kepada generasi penerus. Pada masa sejarah di mana munusia sudah mulai mengenal tulisan maka proses pewarisan kebudayaan suatu kelompok masyarakat dilakukan dengan cara menggunakan tulisan. Sebaliknya, pada masa di mana manusia belum mengenal tulisan maka proses pewarisan masa lalu dilakukan dengan cara lisan melalui penuturan dari mulut ke mulut secara turun-temurun. Proses kebiasaan masyarakat untuk mewariskan budaya kepada generasi berikutnya yang dilakukan secara lisan disebut tradisi lisan.

Baca Juga : Cara Menggunakan Bahasa dan Dialek Yang Baik dan Benar

Pengertian Tradisi Lisan

Tradisi lisan merupakan salah satu jenis warisan kebudayaan masyarakat setempat yang proses pewarisannya dilakukan secara lisan. Menurut Jan Vansina, pengertian tradisi lisan (oral tradition) adalah “oral testimony transmitted verbally, from one generation to the next one or more” (kesaksian yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi). Tradisi lisan muncul di lingkungan kebudayaan lisan dari suatu masyarakat yang belum mengenal tulisan. Di dalam tradisi lisan terkandung unsur-unsur kejadian sejarah, nilai-nilai moral, nilai-nilai keagamaan, adat istiadat, cerita-cerita khayalan, peribahasa, nyanyian, serta mantra-mantra suatu masyarakat.

Baca Juga : Jenis-Jenis Tradisi Lisan Beserta Contohnya

Seringkali pengertian tradisi lisan dianggap sama dengan folklor. Namun, kedua unsur kebudayaan tersebut sebenarnya memiliki perbedaan. Folklor terdiri atas folklor lisan dan setengah lisan dan proses penyebarannya dilakukan secara lisan dari mulut ke mulut atau dengan cara-cara lainnya. Sebaliknya, tradisi lisan adalah salah satu jenis folklor berbentuk lisan dan proses pewarisannya hanya dilakukan secara lisan. Oleh karena itu, folklor lebih luas pengertiannya dibandingkan tradisi lisan. Bentuk tradisi lisan terdiri atas cerita rakyat, teka-teki rakyat, peribahasa rakyat, dan nyanyian rakyat, sedangkan folklor mencakup semua jenis tradisi lisan, tari-tarian rakyat, dan arsitektur rakyat.

 

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: