5/5 (1) Pengertian Bahasa dan Fungsi Bahasa

Pengertian Bahasa dan Fungsi Bahasa – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas Pengertian Bahasa dan Fungsi Bahasa. Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia akan selalu berhubungan dengan manusia lainnya dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal tersebut dilakukan sebab adanya hubungan saling ketergantungan serta saling membutuhkan antarmanusia. Oleh karena itu, kedudukan manusia dalam kehidupan sehari-hari selain sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial.
Sebagai makhluk sosial, manusia akan berkawan atau berinteraksi dengan orang lain. Dengan kata lain, manusia akan selalu berkomunikasi serta bekerja sama dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Proses komunikasi antarmanusia itu memerlukan sarana berupa bahasa. Sebelum ditemukan bahasa, manusia berkomunikasi melalui alat atau sarana berupa gerak-gerik, seperti anggukan kepala, kedipan mata, gerakan tangan, serta bersiul. Selanjutnya, seiring dengan tingkat perkembangan peradaban, manusia menciptakan bahasa berbentuk bunyi-bunyi tertentu yang keluar dari alat ucap manusia serta melambangkan bunyi suara tertentu yang memiliki makna dan arti tersendiri. Dengan diciptakannya alat komunikasi berupa bahasa maka manusia bisa melakukan kontak-kontak sosial dengan manusia lainnya secara lebih intensif serta efektif.

Baca Juga : Perbedaan Pewarisan Kebudayaan Masyarakat Tradisional dan Modern

Pengertian Bahasa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masya- rakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri.

Bahasa yang dipergunakan oleh kelompok-kelompok masya- rakat dalam berkomunikasi memiliki dua arti, yaitu bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat-alat ucap dan arti atau makna yang tersirat dalam bunyi bahasa. Bunyi bahasa yang disebut dengan arus ujaran tersebut merupakan getaran yang merangsang alat pendengaran manusia, sedangkan arti atau makna adalah isi yang terkandung di dalam bunyi bahasa yang diucapkan oleh manusia tersebut.

Setiap bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia belum dapat dikategorikan sebagai bahasa apabila bunyi bahasa tersebut tidak mengandung suatu makna tertentu di dalamnya. Suatu arus ujaran dianggap mengandung suatu makna berdasarkan adanya konvensi dari kelompok masyarakat pemakai. Oleh karena itu, setiap kelompok masyarakat pemakai suatu bahasa telah memiliki kesepakatan atau konvensi mengenai struktur bunyi ujaran tertentu yang memiliki arti yang tertentu. Dengan demikian, di dalam setiap kelompok masyarakat bahasa akan terhimpun bermacam-macam susunan bunyi yang berbeda dengan yang lain yang mengandung arti serta makna yang berbeda-beda. Selanjutnya, hasil proses pembentukan bunyi bahasa yang telah mengandung arti serta makna tertentu tersebut membentuk perbendaharaan kata dari suatu bahasa di dalam masyarakat pemakainya.

Fungsi Bahasa

Berdasarkan pembahasan tentang pengertian bahasa di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau alat perhubungan antaranggota-anggota masyarakat yang diadakan dengan mempergu- nakan bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Oleh karena itu, meskipun komunikasi antaranggota masyarakat dapat mengambil bentuk-bentuk lain, berupa isyarat- isyarat, bunyi lonceng, peluit, dan terompet, akan tetapi berbagai macam alat komunikasi tersebut tidak dapat disebut sebagai bahasa. Bahasa adalah alat komunikasi yang khusus dilakukan oleh manusia dengan memper- gunakan sarana berupa alat ucap manusia.

Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi yang paling efektif digunakan oleh berbagai anggota masyarakat. Selanjutnya, fungsi umum bahasa tersebut dapat dijabarkan menjadi, antara lain sebagai berikut.

Baca Juga : Pengertian Dialek Bahasa

  1. Untuk tujuan praktis, yaitu sebagai sarana berkomunikasi dalam pergaulan sehari-hari.
  2. Untuk tujuan artistik, yaitu mengolah dan mempergunakan bahasa dengan cara seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia dalam kesusastraan dan seni.
  3. Sebagai sarana untuk mengembangkan bidang ilmu.
  4. Tujuan filologis, yakni untuk mempelajari manuskrip yang berisi latar belakang sejarah manusia, sejarah kebudayaan, dan adat istiadat serta untuk mengetahui sejarah perkembangan suatu bahasa.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: