Pembelahan Sel

7 min read

pembelahan sel

Pembelahan Sel – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Pada materi biologi kali ini membahas mengenai Pembelahan Sel. Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian Pembelahan Sel

Pembelahan Sel
Pengertian

Pembelahan sel adalah peristiwa dimana sebuah sel membelah menjadi dua atau lebih sel baru. Atau bisa juga diartikan sebagai cara sel untuk memperbanyak diri atau yang disebut dengan bahasa ilmiahnya proses reproduksi sel.

Terdapat dua cara pembelahan yang terjadi pada makhluk hidup yaitu secara langsung (amitosis) dan tidak langsung (mitosis dan meiosis). Pembelahan sel secara langsung terjadi pada makhluk hidup tingkat rendah, seperti pada organisme eukariotik dan prokariotik uniseluler. Sedangkan pembelahan sel tidak langsung terjadi pada makhluk hidup multiseluler, seperti pada manusia.

Sementara itu, berikut pengertian Pembelahan Sel berdasarkan Wikipedia.

Pembelahan sel adalah suatu proses yang membagi satu sel induk menjadi dua atau lebih sel anak. Pembelahan sel biasanya merupakan bagian kecil dari suatu siklus sel yang lebih besar.

Wikipedia

Fungsi Pembelahan Sel

Pembelahan Sel
Fungsi

Fungsi pembelahan sel pada makhluk hidup memiliki dua fungsi yakni:

  1. Pertama, fungsi pembelahan Sel terhadap makhluk hidup uniseluler atau bersel tunggal adalah berfungsi sebagai cara untuk berkembang biak. Misalnya makhluk hidup yang berkembang biak dengan membelah diri: Protozoa, Amoeba, dll.
  2. Fungsi pembelahan sel pada makhluk hidup bersel banyak atau makhluk hidup multiseluler ialah sebagai cara untuk memperbanyak sel tubuh sehingga makhluk hidup yang bersangkutan dapat tumbuh dan berkembang.

Tujuan Pembelahan Sel

Pembelahan sel
Tujuan

Sel merupakan struktur terkecil dari makhluk hidup, oleh karenanya sel sangat menentukan fungsi dan bentuk dari organ atau jaringan yang akan disusunnya.

Kumpulan dari banyak sel dengan struktur dan fungsi yang sama disebut jaringan dan kumpulan jaringan dengan tujuan fungsi tertentu disebut organ.Untuk bisa mencapai jumlah banyak, sel melakukan pembelahan. Pembelahan sel mempunyai tujuan sebagai berikut :

  1. Regenerasi sel-sel yang rusak/mati
  2. Pertumbuhan dan perkembangan
  3. Berkembang biak (reproduksi)
  4. Variasi individu baru

Jenis – Jenis Pembelahan Sel

Pembelahan sel
Jenis-Jenis

Reproduksi atau pembelahan sel pada umumnya dibedakan menjadi 3 jenis pembelahan sel, yakni secara amitosis, secara mitosis, dan secara meiosis. Berikut penjelasannya:

Secara Amitosis (Biner)

Pembelahan Sel
Sumber: nafiun.com

Amitosis merupakan gabungan dari dua kata asal yaitu a dan mitosis. Arti a adalah tidak, sedangkan mitosis memiliki arti benang. Proses pembelahan secara langsung disebut juga pembelahan amitosis atau pembelahan biner. Pembelahan biner banyak dilakukan organisme uniseluler, seperti bakteri, protozoa, dan mikroalga. Setiap terjadi pembelahan biner, satu sel akan membelah menjadi dua sel yang identik (sama satu sama lain). 

Pada proses pembelahan sel secara amitosis dapat terjadi karena sel-sel bakteri yang tidak mempunyai bagian-bagian dari membran inti yang berperan penting dalam membatasi nukleoplasma dengan sitoplasma.

Kemudian bisa juga karena DNA yang tersimpan di dalam ruang lingkupnya sel relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan DNA pada sel eukariotik. Bentuk sirkuler merupakan bentuk dari DNA prokariotik sehingga pada DNA tidak perlu digabungkan menjadi kelompok dari kromosom-kromosom sebelum  terjadinya suatu proses pembelahan sel-sel. 

Ciri – ciri Pembelahan Amitosis

  • Terjadi organisme uniseluler (bersel tunggal), misalnya : Amoeba, paramecium, alga biru.
  • Setiap sel terbelah menjadi 2 sel.

Tujuan Pembelahan Amitosis

Tujuan dari pembelahan sel amitosis ini adalah untuk reproduksi yaitu untuk memperbanyak diri yang awalnya hanya satu kini terbelah menjadi beberapa bagian sehingga menghasilkan pembelahan yang banyak dan sempurna.

Tahap-Tahap Pembelahan Amitosis

Secara ringkas, tahapan pembelahan amitosis pada bakteri diberikan seperti berikut.

  1. Kromosom bakteri menempel pada dinding sel.
  2. DNA kromosom bereplikasi.
  3. Dinding sel dan membran plasma akan mengalami penekukan.
  4. Akan terbentuk sekat antara kedua DNA kromosom.
  5. Akan terbentuk anakan yang memiliki sifat identik dengan induknya.

Secara Mitosis

Pembelahan Sel
Sumber: socratic.org

Mitosis berasal dari bahasa Yunani “mites” yang artinya benang dan “osis” yang artinya proses. Mitosis adalah mekanisme pembelahan nukleus (inti) yang terjadi di sel somatik dalam eukariota multisel. Pembelahan mitosis merupakan proses yang menghasilkan dua sel anak yang identik. Pembelahan mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut-turut. Pembelahan ini diawali dengan pembelahan inti (kariokinesis) dan dilanjutkan dengan pembelahan sitoplasma (sitokinesis).

Ciri-Ciri Pembelahan Mitosis

  • Pembelahan mitosis hanya berlangsung satu kali.
  • Jumlah sel anak yang diciptakan dari pembelahan mitosis adalah dua buah.
  • Sifat sel anak juga sama dengan sifat dari sel induknya.
  • Sel anak mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan induk, yaitu 2n (diploid).
  • Dapat terjadi pada organisme usia muda, dewasa, ataupun usia tua.
  • Terjadi pada sel tubuh (sel somatik) contohnya pada jaringan embrional antara lain ialah ujung akar, ujung batang, lingkaran kambium.
  • Tujuannya pembelahan mitosis adalah untuk memperbanyak sel-sel seperti pertumbuhan atau juga untuk perbaikan sel yang rusak.
  • Melewati tahapan pembelahan yaitu interfase, profase, metafase, anafase, serta juga telofase, namun secara umum tahap-tahap tersebut akan kembali ke tahap semula sehingga akan membentuk sebuah siklus sel.

Secara garis besar, pembelahan sel secara mitosis terdiri dari fase istirahat (interfase), fase pembelahan inti sel (kariokinesis), dan fase pembelahan sitoplasma (sitokinesis).

Tahap-Tahap Pembelahan Mitosis

Terdapat empat fase (tahap) pembelahan mitosis, di antaranya profase, metafase, anafase, dan telofase. Tapi, sebelum keempat fase ini dimulai, ada yang namanya fase pendahuluan atau interfase. Interfase ini juga sering disebut dengan persiapan pembelahan. Berikut ini adalah tahapan pembelahan mitosis di antaranya sebagai berikut :

1.) Interfase (Interphase)

Pada tahap interfase, terjadi proses persiapan dan penimbunan energi oleh sel untuk melakukan pembelahan. Selama interfase, inti sel (nukleus) dan anak inti sel (nukleolus) tampak terlihat jelas. Namun, kromosom pada sel tidak terlihat karena masih dalam bentuk kromatin, yaitu benang-benang halus yang tersusun atas molekul DNA, RNA, dan protein.

Di bagian luar inti sel terdapat sentrosom, yaitu organel sel yang berfungsi untuk mempertahankan jumlah kromosom antara sel induk dan sel anak agar tetap sama selama pembelahan sel. Pada sel hewan, setiap sentrosom akan mengandung sepasang sentriol yang berbentuk seperti badan silindris kecil.

Tahap interfase terbagi menjadi tiga, yaitu fase G1 (gap pertama), fase S (sintesis), dan fase G2 (gap kedua).  

  • Fase G1 disebut juga dengan fase pertumbuhan dan perkembangan sel. Hal ini ditandai dengan berkembangnya sitoplasma (cairan sel), organel sel, serta sintesis bahan-bahan yang akan digunakan untuk fase berikutnya, yaitu fase S. 
  • Pada fase S, terjadi replikasi atau duplikasi DNA sebagai materi genetik yang akan diturunkan kepada sel anak, sehingga nantinya akan dihasilkan dua salinan DNA.    
  • Fase terakhir, yaitu fase G2, replikasi DNA telah selesai. Terjadi peningkatan sintesis protein sebagai tahap akhir persiapan sel untuk melakukan pembelahan.  

2.) Profase (Prophase)

Selanjutnya, kita masuk ke tahap awal pembelahan sel, yaitu tahap profase. Pada awal profase, sentrosom mengalami replikasi, sehingga menghasilkan dua sentrosom. Kemudian, setiap sentrosom akan bergerak ke kutub-kutub inti sel yang letaknya berlawanan. 

Di saat yang bersamaan, mikrotubulus mulai terlihat di antara dua sentrosom. Mikrotubulus ini merupakan serat protein panjang yang memanjang dari sentriol ke segala arah. Lama-kelamaan, mikrotubulus akan membentuk seperti gulungan benang yang bisa kita sebut dengan benang-benang spindel.  

Di tahap ini juga, benang-benang kromatin mulai mengalami penebalan yang kemudian membentuk kromosom. Kromosom ini terdiri dari dua kromatid identik yang terikat pada sentromer (kepala kromosom). Setiap sentromer memiliki dua kinetokor yang merupakan formasi protein dan menjadi tempat melekatnya benang-benang spindel nantinya. 

Di akhir tahap profase, nukleus dan membran inti sel mulai menghilang. Selain itu, sentrosom telah sampai di kutubnya masing-masing. Benang-benang spindel pun akan membentang dari kutub satu ke kutub yang lain. Benang spindel ini nantinya akan berperan untuk menarik kromosom ke bagian tengah inti sel di tahap selanjutnya. 

3.) Metafase (Metaphase)

Pada tahap ini, nukleus dan membran inti sel sudah tidak terlihat. Masing-masing kinetokor pada sentromer dihubungkan ke satu sentrosom oleh benang-benang spindel. Kemudian, pasangan kromatid bergerak ke bagian tengah inti sel (bidang ekuator) dan membentuk lempeng metafase.  

Posisi kromosom yang terletak pada bagian tengah inti sel ini membuat jumlah kromosom dapat dihitung dengan tepat dan bentuk kromosom juga dapat diamati dengan jelas.

Pada tahap ini, nukleus dan membran inti sel sudah tidak terlihat. Masing-masing kinetokor pada sentromer dihubungkan ke satu sentrosom oleh benang-benang spindel. Kemudian, pasangan kromatid bergerak ke bagian tengah inti sel (bidang ekuator) dan membentuk lempeng metafase.  

Posisi kromosom yang terletak pada bagian tengah inti sel ini membuat jumlah kromosom dapat dihitung dengan tepat dan bentuk kromosom juga dapat diamati dengan jelas.

4.) Anafase (Anaphase)

Tahap anafase ditandai dengan pemisahan kromatid dari bagian sentromer yang kemudian membentuk kromosom baru. Masing-masing kromosom ditarik oleh benang-benang spindel menuju kutub yang berlawanan. Jumlah kromosom yang menuju ke kutub yang satu akan sama dengan jumlah kromosom yang menuju ke kutub lainnya.

Pada tahap akhir anafase, kromosom hampir sampai ke kutubnya masing-masing. Selain itu, sitokinesis juga mulai terjadi. Apa itu sitokinesis? Sitokinesis merupakan fase pembelahan atau pemisahan sitoplasma, organel, dan membran selular. Pembelahan ini dimulai dari pinggir sel (membran sel) menuju ke bagian tengah sel, sehingga akan menghasilkan dua sel yang disebut sel anak.  

5.) Telofase (Telophase)

Selanjutnya merupakan tahap akhir dari pembelahan mitosis, yaitu tahap telofase. Pada tahap ini, kromosom telah sampai di kutubnya masing-masing. Benang-benang spindel mulai menghilang dan membran inti sel juga mulai terbentuk di antara dua kelompok kromosom yang terpisah. Kromosom semakin lama akan menipis dan berubah menjadi benang-benang kromatin kembali.  

Kemudian, sitokinesis telah selesai. Sel telah membelah dan menghasilkan dua sel anak dengan kromosom diploid (2n). 

Secara Meiosis

Pembelahan Sel
Sumber: generasbiologi.com

Meiosis berasal dari bahasa Yunani, yang berarti pengurangan. Meiosis adalah salah satu cara sel untuk mengalami pembelahan. Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. Pada meiosis, terjadi perpasangan dari  kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak.

Proses pembelahan ini terdiri dari meiosis I dan II, dengan hasil akhir 4 sel. Tahapan proses meiosis ini terdiri dari profase I, metafase I, anafase I, telofase I, lalu profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II. Sebelum pembelahan meiosis ini berlangsung, ada yang namanya persiapan pembelahan atau interfase.

Ciri-Ciri Pembelahan Meiosis

  • Terjadi di sel kelamin.
  • Pembelahan terjadi sebanyak 2 kali.
  • Jumlah sel anaknya 4.
  • Jumlah kromosen berjumlah 1/2 dari induknya.
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pembelahan mitosis.
  • Mempunyai proses yang lebih kompleks.

Meiosis dapat dibagi menjadi meiosis I dan meiosis II. Mengapa di setiap fase terdapat tahap pertama dan tahap kedua? Hal itu dikarenakan ada yang namanya interkinesis, yang menandai batas akhir tahap pertama dan batas awal tahap kedua. Tahapannya terdiri dari profase I, metafase I, anafase I, telofase I, profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II.

  • Meiosis I

1.) Profase I

Profase I ini terdiri dari 5 fase yang berbeda-beda. Fase yang pertama disebut dengan leptoten. Pada fase leptoten, kromatin berubah menjadi kromosom. Kromosom tersebut terdiri dari 2 kromatid. Setelah fase leptoten ini selesai, fase selanjutnya, yaitu fase zigoten, dimulai. Pada fase zigoten, kromosom tersebut kemudian saling berpasangan dengan homolognya. Homolog tersebut disebut sinapsis.

Fase selanjutnya disebut dengan pakiten. Di fase pakiten, ada duplikasi kromosom. Fase pakiten juga membentuk kromosom tetrad.  Setelah fase pakiten, ada yang namanya fase diploten. Di fase diploten ini terjadi pindah silang pada kiasma. Setelah proses pindah silang ini terjadi, fase selanjutnya, yaitu fase diakinesis, terjadi. Pada fase diakinesis ini membran inti menghilang. Dengan berakhirnya fase diakinesis, maka profase I selesai.

2.) Metafase I

Pada metafase I, kromosom homolog mulai tersusun rapi di bagian ekuator. Di dalam metafase I, kromosom tersusun di atas lempeng metafase. Selain itu, serat spindle menempel pada dua sentromer di masing-masing kromosom homolog.

3.) Anafase I

Proses selanjutnya bernama anafase I. Pada anafase I, kromosom homolog akan bergerak menuju kutub yang berlawanan akibat tarikan dari benang gelendong. Selain itu, juga akan terjadi reduksi kromosom.

4.) Telofase I

Proses selanjutnya setelah anafase I adalah telofase I. Pada telofase I, membran inti mulai terbentuk kembali dan terjadi yang disebut dengan sitokinesis. Sitokinesis merupakan kondisi ketika sitoplasma dari satu eukariotik sel membelah menjadi dua sel anak. Pada telofase 1, selnya membelah 2 dengan kromosom haploid (n).

  • Meiosis II

1.) Profase II

Pada tahap profase II, sentrosom membelah menjadi 2 sentriol yang akan bergerak ke kutub sel yang berlawanan. Kemudian, kromosom akan mulai memendek dan menebal serta membran inti sel mulai menghilang. Akan tetapi, pada tahap ini pula mulai terbentuk benang-benang spindel. Benang-benang spindel ini adalah bagian kromosom yang berfungsi menggerakan kromosom pada saat sel mulai membelah.

2.) Metafase II

Di fase metafase II ini, kromosom mulai tersusun rapi pada bidang ekuator. Mulai tersusun benang-benang spindel yang salah satu ujungnya melekat pada sentromer, sedangkan ujung lainnya melekat pada kutub pembelahan yang arahnya berlawanan.

3.) Anafase II

Proses selanjutnya bernama anafase II. Pada fase anafase II, terjadi pemisahan kromatid dengan cara ditarik menuju kutub yang berlawanan. Kemudian, kromatid yang sudah dipisah ini resmi disebut sebagai kromosom.

4.) Telofase II

Fase terakhir dalam pembelahan meiosis dinamakan telofase II. Pada telofase II, benang-benang spindel menghilang dan membran inti mulai terlihat. Pada fase ini juga terjadi proses yang namanya sitokinesis atau pembelahan sitoplasma. Dan yang akhirnya sel telah membelah dan menghasilkan 4 sel anak.

Video Pembelajaran Pembelahan Sel

Apabila kamu masih belum memahami penjelasannya sebelumnya, kamu bisa menonton video pembelajaran mengenai pembelahan sel berikut ini.

Demikianlah artikel mengenai Mengenal tentang Pembelahan Sel . Apabila ada pertanyaan, kamu dapat bertanya melalui kolom komentar dibawah ini.

Hosting Unlimited Indonesia

Bioteknologi

Afifa Atira
5 min read

Evolusi

Afifa Atira
4 min read

Mutasi

Afifa Atira
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *