5/5 (1) Pelaksanaan Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Indonesia

Pelaksanaan Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Indonesia – Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif di Indonesia dapat kita lihat dengan jelas ketika awal kemerdekaan RI. Politik bebas aktif yang ditetapkan Indonesia nyatanya mampu membawa Indonesia turut serta dalam mendamaikan dunia.

Kita semua tahu jika kemerdekaan bangsa ini tidak didapat dengan cara mudah dan instan. Perlu perjuangan panjang nan berat yang harus dilakukan oleh pahlawan bangsa. Dan dengan proses yang panjang itu, wajar jika bangsa Indonesia cenderung lebih berhati – hati dalam menjalankan politik luar negerinya.

Lahirnya Paham Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sejak awal merdeka, Indonesia memilih menerapkan politik ini pada negaranya. Hal ini diprakarsai oleh situasi yang sedang berlangsung waktu itu. Indonesia merdeka ketika PD II usai dan gerakan Blok Timur dan Blok Barat sedang panas – panasnya.

Dengan adanya dua blok yang diisi negara adikuasa itu, Indonesia dituntut memilih salah satu. Tetapi, Indonesia justru memilih gerakan non blok.

Ya. Indonesia memilih tidak memihak salah satunya. Hal itu disebabkan oleh ketidakjelasan niat kedua pihak, baik Indonesia sendiri dan negara yang hendak meminta bantuan.

Begitu Wakil Presiden Muhammad Hatta menyampaikan pidatonya yang bertajuk, “Mendajung Antara Dua Karang” pada tahun 1948, Indonesia memutuskan menggunakan politik luar negeri bebas aktif.

Bebas sendiri memiliki pengertian, bahwa Indonesia bebas menentukan kerja sama dengan negara mana saja dalam andil perdamaian dunia. Tidak ada paksaan bahwa Indonesia harus memihak Blok Barat atau Blok Timur.

Untuk aktif sendiri, memiliki definisi jika Indonesia tetap aktif dalam segala kegiatan dunia. Terutama kegiatan dunia dalam menciptakan perdamaian. Sesuai Pembukaan UUD 1945, dengan aktif, Indonesia turut memelihara kerukunan negara dalam naungan PBB.

Record Pelaksanaan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia

Hingga saat ini, telah banyak pemimpin yang berjasa bagi negara kita. Terlebih Ir. Soekarno selaku presiden pertama RI. Lalu bagaimana sepak terjang politik Indonesia sejak merdeka hingga saat ini?

Ketika zaman pemerintahan Ir. Soekarno, bangsa kita cenderung memihak negara sosialis komunis. Sebagai contoh adalah Jakarta Beijing dan Jakarta – Moskow.

Lain lagi pada masa pemerintahan Orde Baru, kecenderungan Indonesia berubah lagi. Indonesia justru cenderung membela negara Barat, Amerika serikat.

Lalu pada masa kepemimpinan presiden Abdurahman Wahid, Indonesia seperti bertindak adil. Waktu itu, dalam jangka waktu berdekatan, Presiden RI ini mengunjungi Amerika Serikat dan Republik Rakyat Cina. Sama sekali tidak terlihat memihak salah satu.

Dan pada masa kepemimpinan Presiden Megawati, Indonesia kembali memihak negara Barat.

Dengan beberapa record di atas, bisa disimpulkan jika politik luar negeri Indonesia masih sama, bebas aktif, hanya saja untuk kepentingannya sedikit berbeda. Semua bergantung pada kebutuhan  nasional waktu itu.

Pelaksanaan Politik Luar Negeri Bebas Aktif pada Masa Sekarang

Berdasarkan Undang – undang No. 37 Th. 1999, politik Indonesia bebas aktif didedikasikan demi kepentingan nasional. Untuk bebas aktif dalam pelaksanaan politik luar negerinya sendiri, Indonesia kembali tidak mengikatkan diri terhadap sebuah kekuatan dan bebas menyampaikan aspirasinya.

Begitu pula segala tindakan aktif Indonesia. Indonesia turut serta dalam memberikan sumbangan bagi beberapa negara yang membutuhkan. Juga aktif berpartisipasi dalam penyelesaian konflik antar negara yang dialami negara lain.

Dalam hal ini, kepentingan nasional yang dimaksud adalah upaya politik luar negeri Indonesia agar tercapainya tujuan Indonesia seisi pembukaan UUD 1945.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: