5/5 (1) Organisasi Pergerakan Pada Masa Pendudukan jepang

Organisasi Pergerakan Pada Masa Pendudukan jepang – Organisasi Pergerakan Pada Masa Pendudukan Jepang dilakukan dengan maksud karena pada Masa Kedudukan Jepang, Indonesia dilarang oleh Jepang untuk membuat suatu Organisasi. Sehingga Jepang membuat Organisasi sebagai berikut :

  1. Gerakan A3

Pada maret 1942 Jepang membuat suatu organisasi pertama kali yang dinamakan Gerakan A3 dengan diketuai Oleh Mr. Syamsudin. Gerakan A3 adalah Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, Nippon Pemimpin Asia. Gearakan ini bertujuan untuk menciptakan kemakmuran bersama, namun sayangnya organisasi ini tidak bertahan lama.

  1. PUTERA

Putera dibentuk oleh 4 Serangkai pada 16 April 1943. Awal mula terbentuknya geralan ini adalah karena adanya kekejaman yang dilakukan oleh pemimpin bangsa yang dilakukan oleh militer Jepang. Organisasi ini juga dibantu oleh Jepang dengan kerjasama yang dilakukan bertujuan untuk tetap mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan juga membujuk rasa Nasionalisme untuk mengbdi dan melwan sekutu. Namun, karena gerakan ini dianggap Jepang hanya menguntungkan Indonesia, maka Jepang memutus sepihak dan membubarkan Putera.

  1. Jawa Hokokai

Melalui gerakan ini, jawa hokokai memberikan 3 aspek yaitu rela berkorban, mempertebal persahabatan dan juga melakukan sesuatu yang membuahkan hasil. Para pemimpin Jawa Hokokai ini juga berada dibawah Gunseikan (Kepala Pemerintahan Militer). dan disetiap daerah akan dipimpin oleh Gubernur/Residen yang disebut dengan Syucokan dalam bahasa Jepang. Dengan adanya jawa hokokai. Kumpulan dari Hokokai adalah Izi Hokokai (Himbunan Kebaktian Dokter), KyoikuHokokai (Himpunan Kebaktian Pendidik), Fujinkai (Organisasi Wanita) dan Keimin Bunko Syidosyo (Pusat Budaya). Kegiatan yang ada di Hokokai adalah Pelaksana pengerahan dan juga mobalisasi (Pergerakan) barang yang berguna untuk perlengkapan pada saat perang.

  1. Chou sang In

Sebuah badan organisasi yang langsung dibawahi oleh panglima tertinggi yang bertugas sebagai dewan pertimbangan pusat. Tugasnya adalah mencatat seluruih usul dari pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan oleh pemeintah militer mengani isu yang ada dipemerintahan dan politik. Organisasi semi militer jepang memiliki kekuatan yang besar. Bahkan organisasi ini dapat memusnahkan skutu-sekutu dari rakyat Indonesia. Kekuatan yang dimiliki bahkan lebih besar dari Belanda, sehingga sangat mudah sekali merebut dari kekuatan sekutu Indonesia.

Organisasi-organisasi Semi Militer di Jepang

1. Seinendan (Barisan Pemuda)

Tujuan dati danya gerakan ini adalah agar para pemuda dapat mempertahankan dan menjaga tanah airnya dari orang asing. Gerakan ini dibentuk pada 29 April 1943. Namun, bukan itu tujuan sebenarnya tetapi agar mebdapat cadangan tenaga sebanyak-banyaknya.

2. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)

Organisasi pemuda ini dibentuk juga pada saat dibentuknya seinendan. Tujuan dari pembentukan keibodan adalah agar rakyat Jepang tidak terpengaruh oleh golongan nasionalis. Kemudian pada Agustus 1943 juga dibentuk Gerakan Fujinkai (Himpunan Wanita). Untuk anggota yang tergabung dalam Fujinkai minimal berusia 15 tahun. Nantinya mereka akan diberikan latihan militer agar dapat mempertahankan dirinya.

3. Syuisyitai (Barisan Pelopor)

Awal dari terbentuknya dari gerakan ini adalah dari hasil keputusan sidang ketiga Chuo Sangi In (Dewan Pertimbangan Pusat Barisan Pelopor), yang dipimpin oleh Ir. Soekarno, sedangkan wakilnya adalah Ir, Suroso, Otto Iskandar dan juga Buntaran Motoatmojo. Gerakan ini dibentuk juga sebagai pemberia kesempatan untuk tetap menanamkan rasa nasinalisme dengan sebaik-baiknya. Syusyitai dibentuk pada 1 November 1944.

4. Fujinkai (Barisan Wanita)

Fujinkai ini dibentuk juga menjadi salah satu agar dapat mempertkuat dalam mengumpulkan dana wajib, seperti perhiasan, hewan ternak dan juga mengumpulkan makanan untuk persediaan perang.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: