5/5 (1) Mengenal Unsur-Unsur Teks Drama

Mengenal Unsur-Unsur Teks Drama – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas Mengenal Unsur-Unsur Teks Drama. Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian Teks Drama

Teks drama ialah suatu teks cerita yang dipentaskan di atas panggung atau biasa disebut teater atau tidak dipentaskan di atas panggung seperti drama radio, televisi, serta film. Drama secara luas bisa diartikan sebagai salah satu bentuk sastra yang didalamnya mengenai suatu kehidupan yang disajikan atau ditampilkan dalam bentuk gerak.

Unsur-Unsur Teks Drama

Teks drama mengandung beberapa unsur di dalamnya. Apa saja? Yuk, simak penjelasan berikut.

  1. Alur, yaitu berupa rangkaian cerita yang terjadi pada drama.
  2. Amanat, yaitu pesan yang terkandung dalam drama.
  3. Tokoh, yaitu pelaku yang memerankan seorang karakter dalam cerita. Penokohan adalah penggambaran watak setiap tokoh. Ada 3 macam tokoh, protagonis yaitu  tokoh yang menampilkan kebaikan, antagonis yaitu tokoh jahat atau tokoh penentang kebaikan, dan tritagonis yaitu tokoh pendukung protagonis.
  4. Tema, yaitu ide pokok cerita atau gagasan.
  5. Aneka sarana kesastraan dan kedramaan yang mendukung penampilan pelaku dalam suatu drama, contohnya tata panggung dan tata rias

Struktur Teks Drama

Seperti jenis teks yang lain, drama terdiri atas beberapa bagian yang tersusun secara sistematis. Susunan bagian-bagian drama itu sebenarnya adalah salah unsur drama juga, yaitu yang biasa disebutkan dengan alur. Seperti bentuk-bentuk sastra yang lain, sebuah cerita drama juga harus bergerak dari suatu permulaan, melalui suatu bagian tengah, menuju suatu akhir. Ketiga bagian itu diapit oleh dua bagian penting lainnya, yaitu prolog serta epilog.

1. Prolog adalah kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu. 
2. Epilog adalah kata-kata penutup yang berisi kesimpulan atapun amanat tentang isi keseluruhan dialog. Bagian ini pun biasanya disampaikan oleh dalam atau tokoh tertentu. 

Mengenai ketiga bagian itu tersedianya dalam dialog, yang mencakup bagian orientasi, komplikasi, serta resolusi (denouement). Bagian-bagian itu terdiri dari babab-babak serta adegan-adegan. Satu babak umumnya sebagai wakil satu peristiwa besar dalam dialog yang diikuti oleh suatu perubahan atau perkembangan peristiwa yang dihadapi tokoh utamanya. Mengenai adegan hanya melingkup satu pilahan-pilahan dialog di antara beberapa tokoh.

  1. Orientasi sesuatu cerita menentukan aksi dalam waktu dan tempat; memperkenalkan para tokoh, menyatakan situasi sesuatu cerita, mengajukan konflik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita tersebut, dan ada kalanya membayangkan resolusi yang akan dibuat dalam cerita itu.
  2. Komplikasi atau bagian tengah cerita, mengembangkan konflik. Sang pahlawan atau pelaku utama menemukan rintangan-rintangan antara dia dan tujuannya, dia mengalami aneka kesalahpahaman dalam perjuangan untuk menanggulangi rintangan-rintangan ini. 
  3. Resolusi atau denouement hendaklah muncul secara logis dari apaapa yang telah mendahuluinya di dalam komplikasi. Titik batas yang memisahkan komplikasi dan resolusi, biasanya disebut klimaks (turning point). Pada klimaks itulah terjadi perubahan penting mengenai nasib sang tokoh. Kepuasan para penonton terhadap suatu cerita tergantung pada sesuai-tidaknya perubahan itu dengan yang mereka harapkan. Pengarang dapat mempergunakan teknik flashback atau sorot balik untuk memperkenalkan penonton dengan masa lalu sang pahlawan, menjelaskan suatu situasi, atau untuk memberikan motivasi bagi aksi-aksinya. 

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: