5/5 (2) Mengenal Tentang Wawancara dan Etika

Mengenal Tentang Wawancara dan Etika – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas Mengenal Tentang Wawancara dan Etika. Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian Wawancara

Wawancara ialah suatu langkah untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan pada seorang narasumber (orang yang memberikan informasi). Narasumber wawancara memiliki bentuk sangat beragam, contohnya wawancara dengan pedagang, pengusaha, psikolog, atau para ahli lainnya. Untuk melakukan wawancara ada unsur-unsur yang perlu terpenuhi. Jika salah satu unsur itu tidak ada, maka wawancara itu tidak bisa dilakukan. Apa saja unsur-unsur wawancara? Silahkan kita lihat.

Unsur-Unsur Wawancara

  1. Pewawancara atau orang yang mencari informasi yang berkedudukan sebagai penanya.
  2. Narasumber atau informan atau orang yang diwawancarai. Dalam hal ini, narasumber atau informan berkedudukan sebagai penjawab pertanyaan atau pemberi informasi. Narasumber yang diwawancarai biasanya merupakan seseorang yang memiliki keterkaitan dengan perihal informasi yang diperlukan. Dalam hal ini, narasumber dapat berupa tokoh, ahli, atau orang biasa.
  3. Tema atau perihal yang diwawancarakan. Tema sangat berperan dalam kegiatan wawancara. Dalam hal ini, tema menjadi pokok sekaligus pembatasan hal-hal yang dibicarakan.
  4. Waktu atau kesempatan dan tempat.

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Wawancara

Secara profesional, jurnalisme modern mengenal tiga jenis wawancara utama, yakni wawancara berita, pribadi, serta kelompok. Menurut Yeri (2015:60) persiapan-persiapan sebelum melakukan interview harus cermat sebab berhubungan dengan nama baik sebuah media tempat bekerja. Persiapan yang dibutuhkan ialah seperti berikut,

  1. Mempersiapkan alat perekam atau alat tulis
  2. Mempelajari dan menguasai permasalahan
  3. Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan secara baik, khusus, penting, dan khas,
  4. Menyiapkan mental, kecakapan, dan kemampuan untuk melaksanakan wawancara.

Sejalan dengan pendapat tersebut Wirajaya (2008:10) mengatakan beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum berwawancara dengan narasumber adalah sebagai berikut,

  1. Penguasaan materi, berkenaan dengan tema dan poin-pon permasalahan penting yang akan ditanyakan.
  2. Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan informasi yang diperlukan.
  3. Mempersiapkan diri secara mental untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya: grogi atau nervous.
  4. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk berwawancara, misalnya alat rekam dan alat tulis.

Langkah-Langkah Melakukan Wawancara

1. Menentukan topik wawancara

Sebelum melakukan wawancara, kita harus menentukan topiknya, misalnya, tentang kesehatan, pendidikan, hiburan, olahraga, pemerintahan, dan kedisiplinan. Penentuan topik wawancara menjadi dasar untuk menentukan narasumber yang nanti akan diwawancarai.

2. Menentukan narasumber

Setelah topik wawancara ditentukan barulah narasumber dipilih. Narasumber harus dipilih sosok yang benar-benar menguasai bidangnya. Dengan begitu, informasi yang diperoleh benar-benar informasi yang akurat dan diakui kebenarannya.

3. Menyusun daftar pertanyaan untuk wawancara

Daftar pertanyaan disusun dengan tujuan agar wawancara dapat berjalan dengan lancar. Apabila wawancara dilakukan tanpa persiapan, apa yang seharusnya ditanyakan mungkin  justru tidak ditanyakan saat wawancara berlangsung. Dengan demikian, informasi yang diperoleh pun juga tidak lengkap.

4. Melakukan wawancara

Dalam melakukan wawancara, kita harus menerapkan etika berikut.

  1. Mengucapkan salam, memperkenalkan diri, dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan.
  2. Menggunakan bahasa yang santun.
  3. Menyampaikan pertanyaan secara sistematis dan urut.
  4. Fokus pada materi wawancara.
  5. Tidak menyudutkan narasumber dan tidak membuat tersinggung.
  6. Tidak memancing pertanyaan yang menjurus pada fitnah atau mengadu domba.
  7. Bersikap objektif dan simpatik.

5. Merangkum dan Menyampaikan Hasil Wawancara dengan Bahasa yang Mudah Dipahami

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: