Mutasi

4 min read

Mutasi

Mutasi – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Pada materi biologi kali ini membahas mengenai mutasi. Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Mutasi
Sumber: nature.com

Pengertian Mutasi

Mutasi berasal dari bahasa Latin “mutatus” yang berarti perubahan. Mutasi didefenisikan sebagai perubahan materi gen (DNA maupun RNA) atau kromosom dari suatu individu yang bersifat menurun. Individu yang mengalami mutasi disebut mutan, dan penyebab terjadinya mutasi disebut mutagen.

Sementara itu, berikut pengertiannya berdasarkan Wikipedia.

Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik baik pada taraf tingkatan gen maupun pada tingkat kromosom. Mutasi pada tingkat gen disebut mutasi titik, sedangkan mutasi pada kromosomal biasanya disebut aberasi.

Wikipedia

Jenis – Jenis Mutasi

Mutasi dibagi menjadi beberapa jenis, berikut merupakan jenis-jenisnya

Berdasarkan Tipe Sel

Berdasarkan tipe sel, mutasi dibedakan atas:

  • Somatik adalah mutasi yang terjadi pada sel-sel somatik. Somatik dapat diturunkan dan dapat pula tidak diturunkan.
  • Gametik (germinal) adalah mutasi yang terjadi pada sel gamet. Karena Gametik terjadi di sel gamet, maka akan diwariskan oleh keturunannya.

Berdasarkan Faktor Kejadiannya

Berdasarkan faktor kejadiannya, dibagi menjadi:

  • Alami merupakan jenis mutasi yang terjadi secara tiba-tiba dan spontan. Karena itu, biasanya penyebabnya sulit diidentifikasi.
  • Buatan merupakan mutasi yang sengaja diinduksi dan melibatkan adanya campur tangan manusia. Contoh dari mutasi buatan adalah dengan rekayasa genetika untuk mendapatkan sifat-sifat yang menguntungkan dan menghasilkan genotipe baru.

Berdasarkan Tingkatannya

Berdasarkan tingkatannya, dibagi menjadi:

Mutasi Gen (Mutasi Titik)

Mutasi gen adalah mutasi yang terjadi dalam lingkup gen. Peristiwa yang terjadi pada mutasi gen adalah perubahan urutan-urutan DNA. Pada mutasi gen tidak terjadi perubahan lokus, bentuk maupun jumlah kromosom, tetapi menimbulkan perubahan pada m-RNA, dan akibatnya dapat mengubah protein pada sintesis protein sehingga dapat menghasilkan fenotip yang berbeda. Berikut penyebab dari mutasi gen:

a. Subtitusi (pertukaran), adalah peristiwa pertukaran atau pergantian basa nitrogen penyusun DNA, yang dibedakan menjadi:

  • Transisi adalah pergantian basa nitrogen sejenis, misalnya antara basa purin dengan purin atau pirimidin dengan pirimidin. Contoh: A – T diganti menjadi G – S, S – G menjadi T – A.
  • Transversi adalah pergantian basa nitrogen yang tidak sejenis, misalnya pergantian basa nitrogen purin dengan pirimidin atau sebaliknya. Contoh: T – A diganti menjadi A – T,  G – S menjadi S – G.

b. Adisi/Insersi (penambahan), yaitu peristiwa penambahan satu atau beberapa basa nitrogen.

c. Delesi (pengurangan), yaitu peristiwa pengurangan satu atau beberapa basa nitrogen. Delesi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus dan radiasi sinar radioaktif.

Mutasi Kromosom (Aberasi Kromosom)

Mutasi kromosom yaitu mutasi yang disebabkan karena perubahan struktur kromosom atau perubahan jumlah kromosom. Istilah mutasi pada umumnya digunakan untuk perubahan gen, sedangkan perubahan kromosom yang dapat diamati dikenal sebagai variasi kromosom atau mutasi besar (gross mutation) atau aberasi. Mutasi kromosom sering terjadi karena kesalahan pada meiosis maupun pada mitosis. Mutasi kromosom akan mempengaruhi beberapa gen, sehingga mutasi kromosom berakibat lebih nyata pada fenotipe atau penampakan individu dibanding mutasi gen.

a. Perubahan Struktur Kromosom

Inversi 

Inversi adalah peristiwa perubahan urutan lokus (gen) terbalik atau berpindah sebagai akibat dari kromosom yang terpilih sehingga menyebabkan terjadinya penyisipan gen-gen pada lokus dengan urutan yang berbeda dengan sebelumnya. Inversi dibedakan menjadi dua, yaitu parasentris dan perisentris. 

  • Inversi parasentris adalah perubahan urutan gen hanya terjadi pada satu lengan saja tanpa berpindah ke lengan yang lain melewati sentromer. 
  • Inversi perisentris adalah perubahan urutan gen yang terjadi antara kedua lengan yang melewati sentromer.

Delesi dan Duplikasi

Delesi yaitu pengurangan satu atau lebih pasangan nukleotida pada suatu gen. Pada proses delesi, lengan kromosom patah dan kehilangan sebagian lokusnya. Patahan tersebut dapat menempel pada lengan kromosom homolognya atau bebas tidak menempel pada lengan kromosom yang lain. Berdasarkan letak patahan kromosom, delesi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

  • Delesi interkalar apabila patahannya terjadi di dua bagian sehingga menyebabkan bagian tengahnya hilang.
  • Delesi terminal apabila patahannya terletak pada ujung lengan kromosom. Contoh pada delesi terminal adalah Sindoma Cri-du-cat.

Duplikasi (penambahan) adalah terjadinya penambahan lokus dari patahan lengan kromosom homolognya. Duplikasi pada kromosom manusia dapat terjadi pada kromosom X yang disebut dengan Fragile X syndrome.

Translokasi 

Translokasi adalah terjadinya pertukaran gen dari suatu kromosom ke kromosom lain yang bukan homolognya. Berdasarkan jumlah patahan dan cara pertukaran patahan kromosomnya, translokasi dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Translokasi tunggal, apabila patahan dari kromosom satu akan menempel pada ujung kromosom lain yang bukan homolognya; 
  • Translokasi perpindahan, apabila kromosom pertama patah di dua tempat dan kromosom yang satunya patah di satu tempat. Patahan kromosom yang di dua tempat akan menyisip pada patahan kromosom yang patahannya satu tempat.
  • Katenasi kromosom mengalami patah di dua tempat. Bagian patah ini lepas dan kromosom yang bersangkutan kemudian membulat, sehingga ujung-ujung kromosom yang patah akan saling berlekatan.

b. Perubahan Jumlah Kromosom

Perubahan set (euploidi) adalah perubahan pada jumlah n-nya, artinya suatu keadaan jumlah kromosom yang kurang atau lebih dari normal. Perubahan set kromosom dapat diusahakan melalui penghambatan pemisahan kromosom dengan cara induksi kolkisin dan dekapitasi. Euploidi dibedakan menjadi:

  • Autoploidi yaitu genom (n) mengganda sendiri karena terjadi gangguan saat meiosis.
  • Allopoliploidi yaitu genom mengganda karena terjadi perkawinan antarspesies yang berbeda kromosomnya.

c. Perubahan Penggandaan (Aneusomi)

Aneusomi dapat terjadi karena beberapa hal, yaitu:

1) Anafase lag, yaitu tidak melekatnya kromatid pada gelendong, pada saat anafase meiosis I.

2) Nondisjungsi, yaitu gagal berpisahnya kromosom homolog pada waktu anafase dari meiosis. Macam-macam nondisjungsi:

  • Monosomi (2n – 1), salah satu kromosomnya hanya satu.
  • Trisomi (2n + 1), salah satu  kromosomnya ada tiga.
  • Tetrasomi (2n + 2), salah satu kromosomnya ada empat.
  • Nulisomi (2n – 2), ada dua macam kromosom yang hanya satu.

Aneusomi dapat mengakibatkan kelainan-kelainan pada manusia, antara lain:

  • Sindrom Turner, mengalami pengurangan kromosom Y-nya sehingga mempunyai kariotipe 2AA + XO. Orang yang mengalami sindrom Turner berkelamin wanita, tetapi ovarium tidak tumbuh.
  • Sindrom Klinefelter, penderita memiliki kromosom 2n + 1, Kariotipe: 22AA + XXY. Trisomi terjadi pada gonosomnya. Biasanya testis penderita tidak tumbuh, sehingga mandul (testiculair disgenesis). Gejala lain penderita ini adalah terjadi pertumbuhan payudara tetapi kelaminnya dikenal sebagai laki-laki.
  • Sindrom Down, penderita sindrom ini memiliki kromosom 2n + 1, kariotipe = 45A + XX atau 45A + XY. Trisomi terjadi pada autosom, pada kromosom nomor 21. Penderita menunjukkan gejala kaki pendek, mata sipit, berjalan lambat. Hal ini disebut mongolisme.
  • Sindom Patau, penderita memiliki kromosom 2n + 1, kariotipe = 45A + XX atau 45A + XY. Trisomi pada autosom yang dapat terjadi pada kromosom nomor 13, 14, atau 15. Penderita menunjukkan gejala berkepala relatif lebih kecil, mata kecil, telinga rendah dan buruk, tuli, ada kelainan jantung.
  • Sindrom Edwards, penderita sindrom ini memiliki kromosom 2n + 1, kariotipe = 45A + XX atau 45A + XY. Trisomi pada autosom, mungkin terjadi pada kromosom nomor 16, 17, dan 18. Gejalanya berupa tengkoraknya lonjong, dada pendek dan lebar, telinga rendah dan tidak wajar.

Video Pembelajaran Mutasi

Apabila kamu masih belum memahami penjelasannya sebelumnya, kamu bisa menonton video pembelajaran mengenai mutasi berikut ini.

Demikianlah artikel mengenai Mengenal tentang Mutasi. Apabila ada pertanyaan, kamu dapat bertanya melalui kolom komentar dibawah ini.

Hosting Unlimited Indonesia

Bioteknologi

Afifa Atira
5 min read

Evolusi

Afifa Atira
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *