5/5 (1) Mengenal Tentang Akhlak Terpuji (Ridha)

Mengenal Tentang Akhlak Terpuji (Ridha) – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas Mengenal Tentang Akhlak Terpuji (Ridha). Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian Ridha

Sabar adalah menerima segala sesuatu yang terjadi dengan senang hati. Orang yang ridha menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi itu merupakan kehendak Allah Swt.

Bentuk-Bentuk Sabar

Menurut Imam Al-Ghazali sabar adalah kesanggupan untuk mengendalikan diri, maka kesabaran merupakam upaya pengendalian nafsu yang ada dalam diri manusia. Dalam upaya tersebut manusia menjadi tiga tingkatan, yaitu:

  1. Orang yang sanggup mengalahkan hawa nafsunya, karena ia mempunyai daya juang dan kesabaran yang tinggi.
  2. Orang yang kalah oleh hawa nafsunya. Ia telah mencoba untuk bertahan atas dorongan nafsunya, tetapi kesabarannya lemah, maka ia kalah.
  3. Orang yang mempunyai daya tahan terhadap dorongan nafsunya, tetapi suatu ketika ia kalah, karena besarnya dorongan nafsu, meskipun demikian ia bangun lagi dan terus bertahan dengan sabar atas dorongan nafsu tersebut.

Sabar juga diterapkan dalam 3 hal,yakni :

Sabar Dalam Melaksanakan Ibadah

Sabar dalam melaksankan ibadah. Uuntuk melaksankan ibadah membutuhkan kesabaran, sabar untuk memulai dan  sabar untuk melaksankannya, banyak di antara kita yang kurang sabar dalam melaksankan ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Demikian pula saat kita sedang melaksanakan ibadah, sering kali kita tidak sabar sehingga kualitas ibadah kita menjadi tidak baik. Suatu contoh ketika kita sedang shalat, karena kita kurang sabar maka shalat tersebut kita laksanakan dengan tergesa-gesa. Demikian pula orang yang ingin menunaikan ibadah haji ia mesti sabar untuk menabung sedikit demi sedikit dan siap mental dalam melaksanakannya.

Sabar Dalam Meninggalkan Maksiat

Sabar dalam meninggalkan maksiat. Dalam benak kita, mungkin kita menganggap bahwa maksiat adalah sesuatu yang indah, nikmat,dan mengasyikan. Zina dinggap nikmat, ,judi dianggap akan membuat seseorang kaya raya, mencuri merupakan cara yang praktis untuk mencari harta, mabuk mabukan adalah sesuatu yang membanggakan dan lain sebagainya. Semua anggapan tersebut tentunya bisikan syetan yang dihembuskan lewat benak dan pikiran kita. Untuk menghindari perbuatan perbuatan maksiat tersebut sungguh sangat membutuhkan kesabaran. Demikian pula dengan seseorang yang telah terbiasa melaksanakan perbuatan maksiat, misalnya ia terbiasa mabuk-mabukan, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, main togel, berzina, dan sebagainya. Untuk berhenti, insyaf dan bertobat dari perbuatan-perbuatan terlarang tersebut sungguh merupakan perjuangan yang berat dan membutuhkan kesabaran.

Sabar Dalam Menghadapi Musibah

Sabar dalam manghadapi musibah. Dalam hidup ini hanya ada dua kenyataan yaitu bahagia atau sengsara, senang atau susah, berhasil atau gagal. Tidak mungkin kita akan bahagia, atau senang terus-menerus, ada kalanya kita sedikit sengsara, susah atau pernah mengalami gagal. Semua itu harus kita hadapi dengan sikap yang benar. Jika kita sedang bahagia, senang dan berhasil, maka kita harus bersyukur dan ingat kepada Allah, memahasucikan Allah (tasbih), memuji-Nya, dan beristighfar.

Demikian pula jika kita amati secara cermat, siapakah manusia yang tidak mengalami ujian, apakah yang menimpa terhadap  diri sendiri, atau keluarga, apakah itu berupa kekurangan harta, kesehatan yang terganggu, ditinggal oleh orang-orang dekat dan lain sebagainya. Musibah mesti dihadapi dengan sabar, tabah dan senantiasa meminta pertolongan kepada Allah agar diberi jalan keluar atau kekuatan untuk menjalaninya.

Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah kepada mereka, mereka mengatakan : Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada Allah kami akan kembali.(QS.Al Baqarah [2] : 154)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS.Al-Baqarah [2] : 154)

Di samping itu kita juga harus sabar pada saat kita emosi ataau marah. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menghadapi situasi di mana situasi tadi membuat kita terpancing untuk marah. Dalam kondisi seperti kita membutuhkan kemampuan mengendalian diri dengan cara bersabar.

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema›afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali-Imran [3] : 134)

Keutamaan

  1. Orang yang sabar akan berhasil dalam meraih cita-citanya, ia akan memiliki jiwa yang kuat dan tahan uji menghadapi berbagai persoalan hidup. Dan yang pasti Allah akan bersamanya.
  2. Orang yang sabar akan dicintai Allah dan sebaliknya orang yang tidak sabar tidak dicintai Allah bahkan justru diperintahkan mencari Tuhan selain Allah SWT
  3. Orang yang sabar akantenang, karena sesungguhnya sikap sabar dan ridha adalah mencerminkan puncak ketenangan jiwa Ia tidak akan tergoncang oleh apapun yag dihadapinya. Orang yang ridha akan ketentuan Allah akan mendapat balasan ridha dari Allah Swt.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: