5/5 (1) Mengenal Manusia Purba

Mengenal Manusia Purba – Mendengar tentang istilah manusia purba tentu bukan hal yang asing lagi bagi kita semua. Selain hanya mendengar cerita, berbagai penemuan telah membuktikan bahwa manusia purba memang benar-benar hidup di zamannya. Beberapa hal yang menarik adalah ciri-ciri dari bentuk tubuhnya yang berbeda dari manusia pada umumnya. Berikut diuraikan beberapa hal supaya kalian mengenal manusia purba, yakni manusia purba yang terkenal keberadaannya pada zaman dahulu.

Adapun beberapa penelitian yang dilakukan menghasilkan beberapa penemuan terkait jenis manusia purba pada zaman dahulu. Penemuan ini kemudian dijadikan rekonstruksi jenis manusia purba yang diperkirakan hidup pada zaman praaksara.

Jenis Meganthropus

Untuk jenis yang satu ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh seseorang bernama Koenigswald yang berlokasi di Sangiran. Adapun tahun saat penelitiannya ialah tahun 1936 dan di tahun 1941. Dari hasil temuannya, ditemukan fosil rahang yang diperkirakan berasal dari manusia yang ukurannya cukup besar. Setelah penemuan, maka dilakukanlah rekonstruksi dan akhirnya para ahli yang meneliti sepakat bahwa jenis manusia purba yang mereka temukan fosilnya tersebut diberi nama Meganthropus paleojavanicus. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, makna dari nama tersebut adalah manusia raksasa yang asalnya dari Jawa. Adapun ciri yang paling menonjol dari jenis manusia purba ini adalah memilihi badan tegap dan rahang besar serta kuat. Untuk jenis makanan yang dikonsumsi, para ahli memperkirakan bahwa manusia purba satu ini mengkonsumsi tumbuhan disekitarnya untuk bertahan hidup. Ia kemudian diperkirakan hidup di zaman Pleistosen Awal.

Jenis Pithecanthropus

Manusia purba dengan jenis Pithecanthropus ini ditemukan oleh peneliti bernama Eugene Dubois. Adapun tahun penelitiannya ialah 1890 yang lokasinya berada di dekat Trinil. Trinil ini merupaan sebuah desa yang lokasinya berada disekitar pinggir Bengawan Solo. Setelah penemuan terjadi maka, tim peneliti pun melakukan rekonstruksi dan akhirnya terbentuklah kerangka manusia utuh. Yang paling menonjol dari hasil penemuan ini adalah terlihatnya bentuk seperti kera pada fosil yang ditemukan. Hal ini jugalah yang kemudian membuat namanya menjadi Pithecanthropus erectus yang berarti manusia kera yang jalannya tegak. Untuk jenis manusia purba yang sama, juga turut ditemukan di daerah Mojokerto yang kemudian disebit Pithecanthropus mojokertensis. Untuk jenis manusia purba yang satu ini, memang paling banyak ditemukan di Indonesia. Adapun zaman yang diperkirakan sebagai masa hidup dari manusia purba yang satu ini adalah pada zaman Pleistosen Tengah.

Jenis Homo Fosil

Adapun peneliti yang melakukan penelitian kepada jenis manusia purba ini adalah von Reitschoten. Lokasinya berada di Wajak. Ternyata penelitian yang dilakukannya dilanjutkan peneliti lainnya yang bernama Eugene Dubois dan teman-temannya. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, tim peneliti kemudian sepakat bahwa penemuan tersebut merupakan jenis Homo. Terkait ciri-ciri yang spesifik dari manusia purba yang satu ini adalah menonjolnya bagian mulut dan hidung, wajah atau muka yang lebar, dahi juga turut menonjol. Meski menonjo, dahi pada manusia purba ini tidak lebih menonjol dari jenis manusia purba jenis Pithecanthropus. Untuk bentuk fisik secara kasat mata, jenis yang satu ini memiliki bentuk tubuh yang tidak banyak berbeda dengan manusia yang hidup di zaman sekarang. Diperkirakan, manusia purba jenis ini hidup sekitar 40 ribu sampai 25 ribu tahun lalu. Diduga persebarannya bukan hanya di Indonesia melainkan juga di Cina Selatan dan Filipina.

 

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: