5/5 (1) Mengenal Kerajaan Tarumanagara

Mengenal Kerajaan Tarumanagara – Tarumanagara adalah salah satu kerajaan tertua di nusantara. Kerajaan ini sempat berkuasa di wilayah barat pulau Jawa dari abad 4 SM hingga abad 7 SM. Berdasarkan catatan sejarah dan artefak bisa disimpulkan bahwa kerajaan Tarumanegara ini adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu yang ada di Nusantara pada saat itu.

Sejarah

Kata Tarumanegara berasal dari dua suku kata yaitu taruma dan nagara. Nagara berarti kerajaan dan Tarum berarti nama sungai yang membelah Jawa Barat yaitu Citarum. Pada muara suangai Citarum ditemukan komplek percandian Batujaya dan percandian Cibuaya yang merupakan peninggalan kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Tarumanagara terletak di daerah kerajaan Salakanegara tepatnya di daerah Banten dan Bogor.

Keberadaan kerajaan Tarumanagara dapat diketahui dari tujuh prasasti yang telah ditemukan. Lima prasasti ada di Bogor, satu prasasti ada di Jakarta dan satu prasasti lainnya ada di Lebak Banten. Dari prasasti – prasasti itu dapat diketahui bahwa kerajaan Tarumanagara pernah dipimpin oleh seorang raja bernama Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan berakhir pada tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati ( wilayah Bekasi ).

Berdasarkan catatan sejarah raja Tarumanegara yang sangat terkenal bernama Raja Purnawarman. Tahun 417 M ia memerintahkan untuk melakukan penggalian Sungai Gomati dan Candrabraga ( Kali Bekasi ) sepanjang kurang lebih sebelas kilometer. Setelah selesai penggalian, diadakan selamatan dengan menyedekahkan 1000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. Penggalian ini bertujuan untuk mencegah terjadinya bencana alam.

Peninggalan Kerajaan Tarumanagara

Sebagai salah satu kerajaan besar yang ada di Nusantara pada saat itu membuat peninggalan kerajaan Tarumanagara tersebar dibeberapa wilayah. Peninggalan dari kerajaan ini dapat ditemui dalam bentuk prasasti yang diantaranya adalah :

1. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti ini dibuat sekitar tahun 400 M, ditemukan di kebon kopi milik Jonathan Rig di daerah Ciampea, Bogor. Di dalam prasasti ini dituliskan bahwa jejak telapak kaki yang terdapat di dalam prasasti adalah jejak milik penguasa Tarumanagara.

2. Prasasti Tugu

Prasasti ini ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Tarumajaya, Bekasi. Prasasti ini menceritakan penggalian sungai Candrabraga oleh Rajadirajaguru dan sungai Gomati oleh Purnawarman. Penggalian ini untuk mencegah bencana alam berupa banjir yang sering dialami oleh kerajaan.

3. Prasasti Cidanghiyang

Prasasti ini ditemukan di daerah Cidanghiyang pada tahun 1947 berbahasa Sanskerta dan berisi pujian kepada Raja Purnawarman.

4. Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor

Prasasti Ciaruteun ditemukan pada tahun 1981 di aliran Ci Aruteun, seratus meter pertemuan dengan Ci sadane. Di dalam prasasti ini dijelaskan bahwa jejak telapak kaki pada prasasti merupakan milik Raja Purnawarman yang merupakan penguasa Tarumanagara saat itu.

5. Prasasti Muara , Ciampea

Prasasti ini terletak di tepi sungai Cisadane dekat Muara Cianten. Prasasti ini belum bisa di baca. Gambar telapak kaki terdapat di samping prasasti ini

6. Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor

Prasasti ini berada di bukit Koleangkak, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Leuwiliang, Bogor. Sama halnya dengan prasasti Tugu dan prasasti Ciaruteub, pada prasasti Jambu ini juga dijelaskan siapa pemilik dari jejak telapak kaki yang terdapat dalam prasasti. Terjemahan dari prasasti ini kurang lebih adalah sebagai berikut pemilik jejak kaki ini adalah penguasa Tarumanagara bernama Raja Purnawarman yang terkenal selalu berhasil memenangi setiap peperangan yang terjadi. Ia dikenal sangat loyal pada pengikutnya

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: