5/5 (1) Mengenal Kerajaan Sriwijaya

Mengenal Kerajaan Sriwijaya – Kerajaan yang bercorak Budha ini didirikan pada aabd ke -7, dengan nama Srivijaya atau lebih dikenal dengan Sriwijaya yang memiliki arti yang sangat Indah. Dilihat dari bahasa sansekerta, Sri bermakna cahaya, sedangkan wijaya bermakna kemenangan atau kejayaan. Hal itu terbukti, bahwa Kerajaan Sriwijaya menjadi salah satu kerajaan yang kuat di Sumatera dan memiliki pengaruh paling besar di Nusantara dengan wilayahnya yang begitu luas mulai dari Negara Kamboja, Thailand, Semenanjung Malay, Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.

Sriwijaya sebagai kerajaan Maritim

Jika di lihat dari letak geografisnya, memang sangat strategis. Kerajaan ini letaknya berada di Sungai Musi antara Bukit Sabokingking dan Seguntang. Menurut sejarah, pulau yang berada di depan sungai Musi sangat lah tepat untuk dijadikan tempat pertahanan Pemerintahan dan juga tempat pelindung pelabuhan. Tak heran, hingga saat ini pantai sebelah timur pulau Sumatera dijadikan tempat persimpangan jalur pelayaran Internasional. Ditambah lagi, kondidsi perairannya lumayan tenang dan masyarakat nya bisa diandalkan sebagai pelaut maupun pedagang.

Dari beberapa faktor tersebut sangat jelas bahwa itulah alasan Kerajaan Sriwijaya dijuluki dengan kerajaan maritim. Dan untuk membentangkan sayap perdagangannya, menurut beberapa sumber kerajaan ini menyerang Kerajaan Kalingga yang ada di Jawa Tengah dan Tarumanegara yang ada di Jawa Barat, untuk menguasai jalur perdagangan penting yang berpusat di pantai utara Jawa. Alhasil, pada masa pemerintahan Raja Darmasetu, Sriwijaya mampu menjadikannya kerajaan maritim dengan menguasai pusat  jalur perdagangan di Asia Tenggara mulai dari Selat Sunda, Selat Malaka, Laut China Selatan, Selat Karimata hingga Semenanjung Malay dan Jawa. Serta mampu membangun hubungan baik antara negara India dan China.

Seiring bergantinya kepemimpinan, pertahanan dan kekuatan Sriwijaya mulai luntur. Terbukti pada masa Raja Sri Sudamaniwarmadewa, Sriwijaya mendapatkan serangan dari Raja Darmawangsa dari Jawa Timur. Namun digagalkan oleh tentara Sriwijaya. Dan pada masa Raja Sanggrama Wijayattunggawarman, Sriwijaya benar-benar diserang oleh Kerajaan Chola dan runtuhlah kerajaan Sriwijaya secara resmi kala itu pada abad ke -13. Motif dibalik penyerangan Chola terhadap Sriwijaya, ingin menghancurkan dan menguasai pelayaran dan perdagangan yang telah lama di kendalikan Sriwijaya. Oleh karenanya, Chola menyerang jantung Sriwijaya, yakni armada nya. Dengan begitu Sriwijaya akan lemah dan runtuh dengan sendirinya secara perlahan baik dari segi ekonomi maupun pertahanan militernya.

Peninggalan Prasasti Kerajaan Sriwijaya

1. Prasasti Kedukuhan Bukit

Prasasti yang ditemukan pada tahun 605 SM / 683 M di Desa Kedukan Bukit, Palembang ini memiliki ukuran 45X80 cm. Prasasti yang bertuliskan aksara Pallawa dalam bahasa Melayu Kuno ini mengisahkan tentang Dapunta Hyang, pesuruh Kerajaan Sriwijaya yang telah melakukan perjalanan suci dengan perahu selama 8 hari. Menurut para sumber, ia di ikuti oleh sekitar kurang lebih 2.000 pasukan dalam perjalanannya, sehingga ia berhasil menaklukkan beberapa wilayah dan menjadikan Kerajaan Sriwijaya makmur kala itu. Dan saat ini prasasti tersebut berada di useum Nasional Indonesia

2. Prasasti Talang Tuo

Konon, prasasti yang ditemukan pada tahun 606 SM/684 M ini berisi panjatan do’a dari Dapunta Hyang Sri Jayanaga untuk kemakmuran seluruh makhluk. Di dalam prasasti Talang Tuo ini juga menerangkan bahwa aliran Budha yang dianut kerajaan Sriwijaya kala itu adalah aliran Mahyana, terbukti adanya tulisan bodhicitta, vajrasarira, annuttarabhisamyaksamvodhi, dan mahasattva yang identik dengan Budha Mayana.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: