Mencari Sistem Perekonomian Nasional yang Diterapkan di Indonesia

Mencari Sistem Perekonomian Nasional yang Diterapkan di Indonesia – Mencari sistem perekonomian nasional adalah upaya memastikan sebuah sistem perekonomian yang digunakan sebuah negara. Sistem perekonomian nasional sendiri memiliki pengertian sebagai sistem yang digunakan sebuah negara demi keberlangsungan ekonomi dalam negaranya. Hal ini mencakup segala kepemilikan bangsa, termasuk sumber daya alamnya.

Jenis Sistem Perekonomian Nasional

Sistem Perekonomian sendiri memiliki beberapa jenis yang dianut negara di dunia. Jenisnya antara lain:

  1. Sosialis – Komunistis

Sistem ini mengarah pada kepemilikan sumber daya dan faktor produksi oleh negara. Tidak ada status individualistas di sini. Semua fasilitas adalah milik bersama dan digunakan bersama. Semua masyarakat juga melakukan bahu membahu demi majunya perekonomian bangsa.

  1. Liberal – Kapitalis.

Liberal sendiri memberikan kebebasan penuh pada individunya. Begitu juga sistem ini. Dalam pelaksanaannya, sistem perekonomian ini memberikan kebebasan penuh bagi tiap individu untuk mengeksplorasi apa yang mereka miliki. Semua keuntungan dan sumber daya digunakan demi kepentingan pribadi yang bertumpu pada untung individu.

  1. Campuran

Sistem ini dibuat dengan campuran dua sistem di atas. Untuk pelaksanaannya ada yang cenderung ke kapitalis dan ada juga yang cenderung ke sosialis. Porsinya sendiri, ada yang gagal menerapkan keadilan sehingga justru cenderung ke sistem kapitalis.

Adanya sistem campuran ini, cocok diterapkan pada beberapa negara yang masih berstatus sebagai negara berkembang. Dengan adanya sistem ini, sebuah persaingan tak terelakkan. Hanya saja, untuk sebuah persaingan jelas masih sehat dan dapat dikendalikan.

Sistem Perekonomian Nasional di Indonesia

Jika mencari sistem perekonomian nasional di Indonesia, kita akan mendapat jawaban jika sistem yang dianut Indonesia saat ini adalah sistem perekonomian nasional kerakyatan. Sistem tersebut mulai berlaku sejak adanya reformasi 1998. Dasar sistem ini adalah Ketetapan MPR Indonesia No. IV/MPR/1999 berkaitan dengan diaturnya Garis – Garis besar Haluan Negara.

Sistem ini menjadikan masyarakat sebagai pihak aktif dan motor dalam perekonomian. Hal itu karena peran negara hanyalah sebagai iklim atau wadah yang sehat bagi masyarakat sehingga memungkinkannya ekonomi maju tumbuh dan berkembang di negara kita.

Selama kurun waktu 14 tahun, sistem ini dinilai belum begitu signifikan dalam memajukan perekonomian di Indonesia. Padahal secara teoritis, sistem baru diharapkan dapat menyempurnakan sistem lama yang diganti. Nyatanya hal itu belum terjadi di negara ini.

Ciri Khusus Sistem Perekonomian Nasional Indonesia

  1. Perhatian penting dalam sistem ini merujuk pada kepentingan sosial, pertumbuhan ekonomi, kualitas hidup dan nilai sebuah keadilan.
  2. Adanya perwujudan pembangunan berwawasan lingkungan yang berkesinambungan. Dengan adanya perwujudan ini, diharapkan perekonomian Indonesia dapat berkembang hingga mencapai kestabilan.
  3. Mekanisme pasar berpegang teguh dengan persaingan yang sehat. Dengan adanya hal ini, persamaan hak dan kedudukan tiap warga negara diharapkan bisa terjadi. Dengan tersirat, dijelaskan jika di Indonesia tidak akan terjadi monopoli perdagangan.
  4. Adanya kesempatan yang sama bagi setiap warga negara. Dalam hal ini, skill tiap individu menjadi tolok ukur utama. Dengan ini, semua kembali pada masing – masing individu dalam mendapatkan kesempatan ini. Bagi mereka yang melek terhadap kesempatan, tentu saja hal ini sangat menyenangkan bagi mereka.
  5. Adanya perlindungan hak konsumen. Juga keadilan yang diterapkan bagi seluruh warga negara Indonesia. Hal ini perlu agar terjaminnya iklim ekonomi yang sehat. Dengan kata lain, tak ada pihak yang merasa dirugikan dalam melaksanakan kegiatan ekonomi.