5/5 (1) Melacak Perburuan Mutiara dari Timur

Melacak Perburuan Mutiara dari Timur – Mutiara dari timur yang dimaksud di sini adalah rempah-rempah yang ada di Maluku, Indonesia. Bangsa barat seperti spayol, portugis, inggris, dan belanda mencari tempat untuk mendapatkan rempah-rempah dengan cara melakukan penjajahan samudra. Dalam pencariannya tersebut, bangsa barat menemukan satu daerah yaitu maluku sebagai penghasil rempah-rempah yang diberi julukan “mutiara dari timur”. Pada saat itu rakyat Indonesia sangat gampang untuk dipengaruhi, karena pada saat itu rakyat Indonesia masih belum bersatu. Untuk lebih memperjelas pemahaman anda, berikut kami akan membahas penjabarannya :

Kekuasaan Portugis

Portugis berhasil berkuasa di Indonesia pada tahun 1511 sampai 1641. pada tahun 151 terjadi peperangan antara penjelajah portugis dengan sultan Malaka yang dimenagkan oleh Portugis. Portugis berhasil berkuasa di tanah Malaka sejak tahun 1511 pada bulan november. Sistem perdagangan di Malaka yang awalnya interinsuler berubah menjadi perdagangan monopoli yang dilakukan oleh portugis. Pada tahun 1522 melanjutkan perjalanan ke pulau ternate untuk menguasai daerah penghasil rempah-rempah yang ada di Indonesia. Dan pada akhirnya portugis berhasil menguasai ternate dengan mendirikan benteng dan memonopoli perdangan rempah-rempah.

Kekuasaan Spayol

Pada tahun 1512, spayol datang dari arah Filipina menggunakan kapal Trinidad dan Victoria di bawah pimpinan kapten Sebastian del Cano. Spayol membangun hubungan yang erat dengan Tidore yang tidak lain adalah saingan berat dari Ternate. Portugis merasa tidak senang dengan adanya saingan yaitu spayol di Tidore. Persaingan kembali terjadi antara bangsa portugis dan bangsa spayol, namun persaingan tersebut dapat diselesaikan dengan perjanjian saragosa pada tahun 1529.

Isi dari perjanjian Saragosa yaitu bangsa Spayol harus segera kembali ke Filipina dan bangsa Portugis bisa tetap tinggan di Maluku. Persaingan antara bangsa Portugis dan bangsa Spayol membuat Ternate dan Tidore memiliki hubungan yang semakin memanas pula.

Kekuasaan Belanda

Pada tahun 1602, dibentuk Vereenigde Oostindische Compagni (VOC) atau persekutuan perdagangan Hindia Timur (Kongsi dagang) yang dipimpin ole Johan Olderbarnevelt. Tujuan VOC dibentuk yang pertama adalah agar terhindar dari persaingan perdagangan yang tidak sehat sesama pedagang dari belanda. Yang kedua untuk emperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan pedagang bangsa lain. Yang ketiga untuk membantu pemerintah Belanda dalam mengatasi masalah keuangan yang saat itu tengah berjuang menghadapi konflik dengan spayol. VOC juga diberikan beberapa hak istimewa, yaitu :

  1. VOC merupakan wakit dari pemerintah Belanda yang ada di Asia
  2. VOC memiliki hak monopoli perdagangan di wilayah Afrika dan Amerika Selatan
  3. VOC memiliki hak mempunyai angkatan perang dan mendirikan benteng pertahanan
  4. VOC memiliki hak untuk menyatakan peperangan dan atau membuat perjanjian dengan warga pribumi
  5. VOC memiliki hak memasukkan pegawai baru dan hak memngut pajak,
  6. VOC memiliki hak untuk melakukan pengadilan, percetakan dan melakukan penyebaran uang sendiri.

Kekuasaan Inggris

Bangsa Inggris mulai berkuasa di Indonesia pada tahun 1811 dibawah pimpinan Thomas Stamfort Raffles yang saat itu diangkat sebagai gubenur jendral di Indonesia. Pada tanggal 17 september 1811, Thimas telah berhasil mengambil kekuasaan dengan menembuh beberapa langkah dibidang sosial, ekonomi dan bidaya. Kekuasaan Inggris berakhir pada tahun 1816 dengan memberikan wilayah kekuasaannya kepada Belanda. Penyerahan kembali wilayah kepada Belanda tersebut dilaksnakan melalui penandatanganan perjanjian pada tahun 1816, Belanda diwakili Vander Cappelen sedangkan Inggris diwakili John Fendall. Pada tanggal 3 agustus 1811, Inggris muncul di batafia, Inggris memenagkan peperangan dan mengambil alih kekuasaan melalui perjanjian tuntang.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: