5/5 (1) Masa Pendudukan Jepang di Indonesia

Masa Pendudukan Jepang di Indonesia – Meskipun pendudukan Jepang di Indoensia merupakan penjajahan di Indonesia yang paling singkat, namun mempunyai dampak yang cukup besar. Tujuan dari adanya invasi ke Indonesia dengan tujuan untuk memberikan kemakmuran di seluruh Timur Raya. Dengan tujuan tersebut, maka Jepang juga menyerang Pearl Harbour yang terjadi pada 7 Desember tahun 1941. Sehingga, invasi Jepang kemudian berlanjut ke Indonesia.

Invasi Jepang ke Indonesia

Invasi Jepang ke Indonesia berlangsung pada awal Januari tahun 1942, sekitar bulan Januari hingga Februari. Adapun daerah di Indonesia yang pertama kali dikuasai adalah wilayah Kalimatan Timur, yaitu Balikpapan, Tarakan, dan Balikpapan. Kemudian, pada bulan Februari di tahun yang sama Jepang berhasil menguasai Palembang. Kekuasaan Jepang semakin diperluas dengan menguasai pulau Jawa.

Petama kali Jepang datang ke Jawa pada 1 Maret tahun 1942. Daerah yang ditaklukkan meliputi Kragan, Jawa Timur, Teluk Banten, dan Eretan, Jawa Barat. Kemudian, Batavia ditaklukkan oleh Jepang pada 5 Maret tahun 1942. Pada akhirnya Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang pada 8 Maret tahun 1942.

Upacara sebagai tanda diserahkannya kekuasaan terjadi pada 8 Maret tahun 1942. Peristiwa ini berlangsung di Kalijati, daerah Subang. Pada peristiwa ini, pihak sekutu diwakili Jenderal Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh. Sementara itu, pihak Jepang oleh Jenderal Hitoshi Imamura. Dengan adanya penyerahan ini, maka secara resmi pendudukan Jepang di Indonesia dimulai.

Kedatangan Jepang ke Indonesia sebenarnya mempunyai prioritas sebagai berikut.

  1. Memobilisasi Indonesia terkait dengan kemenangan Jepang pada Perang Asia Timur Raya.
  2. Mempunyai upaya untuk menghapuskan segala pengaruh barat yang telah lama melekat. Tentu saja dengan adanya penjajahan, maka terdapat sisa-sisa penjajahan yang mempengaruhi masyarakat Indonesia.

Interaksi antara masayarakat Indonesia dengan Jepang di jaman penjajahan Belanda

Sebelum meletus Perang Dunia II, maka telah ada hubungan diantara para tokoh nasionalis Indonesia dengan Jepang. Tokoh-tokoh Indonesia tersebut diantaranya Mohammad Hatta dan Gatot Mangkupraja. Kunjungan tersebut berlangsung di penghujung tahun 1933. Keyakinan dari Gatot yaitu Jepang mempunyai gerakan dengan julukan Pan-Asia akan memberikan dukungan terhadap pergerakan nasional di Indonesia.

Sementara itu, Mohammad Hatta merupakan tokoh yang teguh akan paham nasionalisme.   Bertolak belakang dengan paham tersebut, maka Hatta menolak adanya imperialisme yang dilakukan oleh Jepang. Namun, beliau tidak memberikan kecaman terhadap perjuangan Jepang dalam melawan bangsa barat.

Atas keyakinan Mohammad Hatta, maka ia mau untuk menjalin kerja sama dengan pihak Jepang. Sebab, ia begitu yakin Jepang senantiasa mendukung secara penuh kemerdekaan Indonesia. Selain itu, rakyat Indonesia sendiri memberikan simpati dengan adanya sikap keras yang ditunjukkan oleh pihak Belanda.

Kemudian, pada tahun 1938 terdapat peristiwa penting lainnya. Pada tahun ini, pemerintah Belanda menyatakan menolak Petisi Sutardjo. Di dalam petisi tersebut berisi mengenai bangsa Indonesia yang meminta pemerintahannya sendiri setelah berada dalam kekuasaan Belanda selama 10 tahun.

Setahun setelah peristiwa tersebut, maka Belanda memberikan penolakan terhadap usulan GAPI atau Gabungan Politik Indonesia. Usulan tersebut diberikan rumusan dengan slogan Indoensia Berparlemen. Dengan adanya penolakan tersebut kembali memberikan keyakinan pada tokoh dari pergerakan nasional di Indonesia. Mereka yakin bahwa Belanda tidak akan pernah memberikan kemerdekaan untuk Indonesia. Sementara itu, pihak Jepang semenjak awal sudah mengumumkan kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya Indonesia saja, bangsa-bangsa Asia lainnya juga ikut dikumandangkan.

Demikian beberapa peristiwa dari adanya pendudukan Jepang di Indonesia.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: