5/5 (1) Masa Akhir Orde Baru dan Lahirnya Reformasi

Masa Akhir Orde Baru dan Lahirnya Reformasi – Masa akhir order baru dimulai dengan terjadinya krisis moneter yang tak hanya melanda Indonesia tetapi juga beberapa negara lain di Asia pada tahun 1997. Krisis ekonomi ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap kesuskesan pembangunan yang telah dicapai di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Sebagai contohnya banyak BUMN dan perusahaan swasta yang bangkrut karena terlilut hutang. Hal ini mengakibatkan perusahaan harus mengambil langkah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang membuat banyak pegawai kehilangan mata pencaharian mereka. Menghadapi harga bahan pokok dan barang-barang lain yang melonjak tinggi, kualitas hidup rakyat pun menurun karena daya beli turun drastis.

Sebab Berakhirnya Masa Orde Baru

Tumbangnya pemerintahan Order Baru terkait erat tak hanya dengan krisis ekonomi namun juga krisis sosial dan politik. Karena itu krisis yang terjadi pada saat itu disebut juga krisis multi dimensi. Ketidakmampuan dalam mengatasi krisis menyebabkan berakhirnya pemerintahan order baru. Krisis moneter mengakibatkan ketergantungan negara yang tinggi terhadap modal asing. Selain itu Indonesia juga menjadi bergantung pada barang-barang impor. Kebutuhan sehari-hari pun tidak mampu dipenuhi. Bidang industri dan usaha tak mampu berproduksi karena lemahnya investasi. Karyawan harus menanggung akibat dari keadaan tersebut. Banyak dari mereka yang di PHK. Hal ini menyebabkan banyaknya angka pengangguran.

Krisis juga melanda dunia politik Indonesia. Pemerintah tidak lagi percaya pada pemerintah. Apalagi kasus KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) semakin banyak terungkap. Karena tidak lagi merasa damai dan makmur, rakyat mendesak Soeharto untuk melepaskan posisinya sebagai presiden. Keadaan itu disusul dengan kerusuhan dan kekacauan bahkan tindakan-tindakan anarkis seperti penjarahan, pembakaran, dan pembunuhan.

Reformasi 1998

Masa akhir orde baru menandai lahirnya masa reformasi. Reformasi adalah gerakan untuk menuntuk kehidupan dan keadaan yang lebih baik. Keadaan yang carut-marut pada tahun 1997 menjadi dasar rakyat dan mahasiswa untuk melakukan aksi demo, menuntut secepatnya reformasi di segala bidang. Demonstrasi terjadi di hampir seluruh kota besar di Indonesia. Rakyat mulai menyuarakan aspirasi mereka. Sebelumnya di masa orde baru, ruang demokrasi untuk rakyat sangatlah sempit karena pemerintahan dijalankan secara otoriter.

Proses Jatuhnya Order Baru

Awal mula tumbangnya orde baru adalah ketika krisis melanda tahun 1997 yaitu di mana nilai rupiah turun drastis. Hal ini diawali dari bulan Juli 1997 ketika krisis serupa terjadi di Thailand. Hal ini berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang di negara-negara lain di Asia termasuk Indonesia. Karena posisi rupiah yang kian merosot, Presiden Soeharto meminta bantuan dari Monetary Fund (IMF) dan sebagai syaratnya, kebijakan-kebijakan pemerintah khususnya ekonomi harus diperbaharui atau diubah. Misalnya banyak bank swasta yang harus ditutup dan subsidi yang dihentikan. Walau demikian, keadaan tetap tidak berubah.

Krisis yang semakin dalam memicu ketegangan sosial dam politik di masyarakat apalagi setelah Presiden Soeharto terpilih kembali pada pemilu. Aktivis mahasiswa semakin geram melancarkan tuntutan reformasi secara total. Agenda reformasi di kala itu yang paling utama adalah merubah tatanan dalam pemerintahan yang bertujuan pemberantasan KKN, penegakan hukum dan tuntutan akan lengsernya Soeharto dari posisi presiden.

Puncak dari situasi yang semakin memanas adalah tewasnya 4 mahasiswa Trisakti yang menyulut demonstrasi yang lebih luas di berbagai tempat. Hasilnya adalah tibalah masa akhir orde baru yaitu pada tanggal 21 Mei 1998 di mana Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri setalan berkuasa selama 32 tahun.

 

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: