5/5 (1) Latar Belakang Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

Latar Belakang Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia – Kolonialisme merupakan penguasaan yang dilakukan suatu negara kepada bangsa atau daerah yang lain dengan tujuan untuk memperluas kekuasaan negara tersebut. Imperialisme merupakan sistem politik yang dianut oleh suatu negara dengan maksud menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan besar. Bagaimana kolonialisme dan imperialisme masuk ke Indoneia? Bagaimana perkembangan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia? Berikut penjelasannya :

Latar Belakang Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

Kolinialisme dan imperialisme berkembang dari abad ke- 15, dimulai dengan masuknya bangsa eropa ke penjuru dunia termasuk Indonesia. Masuknya eropa ke berbagai penjuru dunia dilatarbelakangi oleh terjadinya perang salib dan jatuhnya konstatinopel ke tangan Turki Usmani (Ottoman) pada tahun 1453. Perang salib yang terjadi pada tahun 1070 hingga 1291 melibatkan bangsa eropa yang menganut agama Kristen dan kekhilafahan turki Usmani yang menganut agama Islam. Pada perang salib ini, Eropa kalah dan Turki Usmani berhasil merebut konstatinopel dari tangan Eropa.

Sultan Mahmud II yang saat itu tengah menguasai Turki Usmani menutup pelabuhan konstatinopel bagi bangsa Eropa. Hal itu membuat Eropa kesulitan dalam memperoleh hasil alam yang berupa rempah-rempah karena sudah tidak bisa melewati jalur tengah. Eropa harus mencari jalur yang lain untuk perdagangan dengan berbekal teknologi pelayaran yang mereka miliki.

Masuknya Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

Terjadinya revolusi industri di Eropa membuat bangsa Eropa terdorong untuk melakukan menjajahan samudera dengan maksud memperoleh bangsa jajahan. Perjalanan ke seluruh penjuru dunia tersebut tidak lain adalah untuk memperoleh rempah-rempah. Indonesia yang merupakan penghasil rempah-rempah terbaik menjadi incaran bangsa Eropa. Misi lain yang mereka bawa dalam perjalananya adalah 3G (Gold, Gospel, dan Glory).

Alasan lain yang menjadi tujuan bangsa Eropa untuk menjajah Indonesia adalah reqonguesta yang artinya pembalasan atau pemberantasan pada kaum muslimin yang ada di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Hal itu menjadi pedoman bangsa Eropa untuk berani melakukan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.

Pertama kali datang ke Indonesia, bangsa Eropa berkenalan dengan warga pribumi dan memperkenalkan diri sebagai pedagang yang hendak melakukan perdagangan bersama warga pribumi di Indonesia. Setelah berjalan beberapa waktu lamanya, pedagang Eropa telah berhasil menguasai perdagangan yang ada di Indonesia. Setelah menguasai praktik perdangan di Indonesia, Eropa melakukan ekploitasi besar-besaran di Indonesia.

Faktor Munculnya Kolonialisme dan Imperialisme

  1. Adanya dorongan dan semangat untuk menaklukan dan menusnahkan bangsa Indonesia yang menganut agama Islam.
  2. Jatuhnya ibu kota Imperium yaitu Kontantinople ke tangan dinasti Usmani Turki, yang menyebabkan bangsa eropa tidak bisa mendapatkan remapah-rempah.
  3. Adanya keinginan yang tinggi untuk memperoleh rempah-rempah yang ada di Indonesia.
  4. Adanya keingin tahuan yang besar terhadap keadaan geografi, rahasia alam semesta, dan bangsa yang hidup di belahan bumi lain.
  5. Adanya kisah penjajahan Marcopolo (1254 hingga 1324) yang merupakan seorang pedagang yang berasal dari Vanesia, Italia yang melakukan perdagangan ke Cina. Kisah tersebut ditulis dalam sebuah buku yang berjudul “Book Of Various Experience.
  6. Adanya keinginan untuk mendapatkan kekayaan dan keuntungan sebanyak-banyaknya.
  7. Adanya teori Galileo Galilei dan teori Capernicus yang dijadikan panutan dalan perjalanan.
  8. Adanya Ambisi 3G (Gold, Glory, dan Gospel). Gospel adalah menjalankan tugas suci yaitu menyebarkan agama kristen, Gold adalah mencari kekayaan, dan Grory adalah mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: