5/5 (1) Lahirnya Agama Budha di Indonesia

Lahirnya Agama Budha di Indonesia – Agama Budha merupakan salah satu agama tertua di dunia. Agama ini pertama kali muncul di Nepal pada tahun 6 SM di bawa oleh Sidharta Gautama yang merupakan anak dari Raja Kavilavastu. Kehidupan mewah yang ia jalani membuat ia menarik kesimpulan  bahwa kehidupan ini pada dasarnya hanya kesengsaraan yang tak dapat dihindari. Hingga kemudian ia memilih untuk menjadi petapa. Ia berikrar di bawah pohon, yakni pohon Bodhi, bahwa sebelum ia menemukan kebenaran, ia tidak akan pernah beranjak dari posisi bertamanya. Hingga pada usia ke 35 tahun, akhirnya ia menemukan sebuah pencerahan. Setelah itu, orang-orang menyebutnya sebagai Budha atau Budha Gautama.

Agama Budha berkembang cukup baik di kawasan Asia dan menjadi agama mayoritas pada beberapa negara seperti Myanmar, Thailand dan Taiwan. Di Indonesia sendiri agama Budha merupakan salah satu agama yang diakui berdasarkan undang – undang.

Sejarah Agama Budha

Diperkirakan agama Budha pertama kali masuk ke Indonesia melalui proses akulturasi budaya dan perdagangan. Letak wilayah Indonesia yang strategis yaitu diantara dua benua dan dua samudera menyebabkan wilayah Indonesia menjadi jalur perdagangan antara negeri Timur dan Barat atau yang biasa kita kenal sebagai jalur sutera. Para pedagang yang melewati jalur sutera ini akan singgah sejenak di wilayah Indonesia untuk memenuhi bekal perjalanan mereka dan memenuhi kebutuhan mereka. Persinggahan ini secara tidak langsung membuat pertukaran budaya terjadi.

Perjalanan perdagangan  ini bukan hanya membawa barang – barang yang akan mereka perjual- belikan namun tanpa disadari juga membawa budaya dan agama dari tempat asal mereka. Indonesia yang memiliki posisi strategis pada jalur perdagangan ini pun pada akhirnya ikut merasakan akulturasi budaya dan agama tersebut. Proses pertukaran budaya ini membuat agama yang dianut oleh orang – orang Indonesia pun terpengaruh. Pengaruh tersebut bukan hanya disebabkan oleh transaksi jual beli barang dagangan melainkan juga oleh proses pernikahan antara pedagang dengan orang asli Indonesia.

Berdasarkan catatan I-Tsing seorang sarjana dari China yang melakukan perjalanan ke India dan Nusantara didapatkan bahwa kerajaan Srivijaya ( Sriwijaya ) memiliki peranan yang cukup besar bagi perkembangan agama Budha di nusantara. Selain itu beberapa biarawan Budha yang pernah mengunjungi Indonesia diantaranya adalah Atisa, Dharmapala – seorang professor dari Nalanda  dan Vajrabodhi – seorang penganut Budha yang berasal dari India Selatan.

Perkembangan Agama Budha

Agama Budha mulai berkembang di Indonesia pada abad ke- 7 SM khususnya di kerajaan Sriwijaya. Hal ini sesuai denga catatan perjalanan yang dibuat oleh seorang China bernama I-Tsing. Hingga tahun 1377 kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu pusat perkembangan agama Budha di Asia Tenggara.

Di pulau Jawa sendiri terdapat kerajaan Budha yaitu kerajaan Syailendra yang bertempat di Jawa Tengah.  Kerajaan ini berdiri pada tahun 775 – 850 meskipun tidak sebesar kerajaan Sriwijaya namun kerajaan ini meninggalkan candi dan prasasti yang masih berdiri hingga saat ini. Salah satu peninggalannya yang terkenal adalah candi Borobudur, candi Pawon dan candi Mendut. Setelah berakhirnya masa kerajaan Syailendra kemudian muncul kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan Hindu-Budha terakhir yang ada di Indonesia.

Kerajaan Majapahit terkenal saat dipimpin oleh Hayam Wuruk dan maha patihnya – Gajah Mada. Karena perpecahan internal dan tidak adanya pengganti yang sebanding dengan Hayam Wuruk maka kerajaan Majapahit mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh. Keruntuhan Majapahit ini mengakibatkan bergesernya kerajaan Hindu – Budha menjadi kerajaan – kerajaan Islam.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: