5/5 (1) Konsep dan Dinamika Kebudayaan

Konsep dan Dinamika Kebudayaan – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas Konsep dan Dinamika Kebudayaan. Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Masyarakat selalu mengalami perubahan sesuai hakikat dan sifat dasar manusia itu sendiri yang selalu menginginkan perubahan dalam dirinya. Manusia merupakan makhluk yang selalu berubah dan selalu responsif terhadap perubahan yang terjadi di sekitar atau di lingkungan sosial mereka.

Di dalam masyarakat nilai-nilai sosial budaya yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman akan diganti dengan nilai-nilai baru. Misalnya, nilai-nilai budaya tradisional diganti dengan nilai budaya modern. Perubahan nilai budaya tersebut mengakibatkan perubahan pola pikir dan perilaku anggota masyarakat. Perubahan kebudayaan masyarakat tersebut disebut dinamika kebudayaan.

Baca Juga : Konsep dan Fungsi Bahasa Seni dan Agama

Dinamika Kebudayaan

Kebudayaan lahir sebab manusia membutuhkan unsur-unsur kebudayaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Melalui sarana pewarisan budaya, manusia mempelajari kebudayaannya secara turun-temurun. Contohnya, masyarakat purba pada zaman dahulu mempunyai mata pencaharian berburu serta meramu dengan menggunakan alat-alat tradisional. Selanjutnya, seiring dengan perkembangan zaman serta teknologi, manusia mulai menggunakan alat-alat teknologi modern untuk mencari makanan. Oleh karena itu, seorang individu harus mempelajari kebudayaan agar dapat beradaptasi dengan lingkungan alam atau sosial yang selalu mengalami perubahan.
Kebudayaan bersifat dinamis, artinya selalu mengalami perubahan walaupun gerak perubahannya beraneka ragam seperti ada yang berubah dengan cepat serta ada juga yang berubah lewat cara lambat. Kebudayaan bukan merupakan sesuatu yang diwariskan secara biologis. Kebudayaan adalah proses belajar sehingga kelangsungan hidup manusia memerlukan proses pewarisan budaya dengan turun-temurun.
Perubahan lingkungan sosial serta alam yang menuntut dilakukannya adaptasi oleh individu itu merupakan proses dinamika kebudayaan. Pewarisan serta perubahan kebudayaan itu dinamakan dinamika kebudayaan. Dinamika kebudayaan merupakan proses yang sedang berlangsung sehingga tidak mengenal istilah berasal dari sesuatu atau berakhir di dalam suatu keadaan tertentu. Dinamika kebudayaan merupakan suatu proses yang tidak berujung serta berpangkal yang berkaitan dengan fenomena sosial budaya di masa lalu serta akan datang.
Dinamika kebudayaan berkaitan dengan faktor perubahan yang berasal dari dalam (internal) serta dari luar masyarakat (eksternal). Faktor perubahan kebudayaan yang berasal dari dalam masyarakat adalah penduduk, teknologi, penemuan baru, ekonomi, konflik, serta pemberontakan. Faktor perubahan kebudayaan yang berasal dari luar masyarakat adalah faktor alam serta pengaruh kebudayaan masyarakat lain.

Faktor Internal

Penduduk

Penduduk merupakan faktor penting yang ikut andil dalam menentukan perubahan kebudayaan. Misalnya, pertumbuhan penduduk akan menyebabkan terjadinya perubahan dalam susunan masyarakat, lembaga-lembaga kemasyarakatan, pengelompokan masyarakat, mata pencaharian, dan sistem perumahan yang kompleks.

Teknologi dan Penemuan Baru

Majunya bidang teknologi dan penemuan baru dapat menyebabkan bertambah baiknya berbagai sarana peralatan dan fasilitas kehidupan. Contohnya transpor- tasi di daratan yang dulu menggunakan tenaga binatang kini telah berubah me- makai mesin. Kapal layar yang dulu hanya mengandalkan pada angin kini telah berkembang dengan kapal motor dan kapal uap sebagai tenaga penggerak. Berkembangnya kemajuan teknologi ini tidak hanya di bidang transportasi dan komunikasi, tetapi pada bidang-bidang lainnya, seperti bidang pendidikan, organisasi pemerintah, pertanian, dan pertahanan.

Ekonomi

Kehidupan ekonomi suatu masyarakat pertama kali ditandai dengan sistem perdagangan tukar-menukar barang. Lambat laun sistem ini berkembang lebih luas, yaitu dengan terbentuknya pasar sebagai tempat berkumpul dan terjadinya interaksi antara konsumen dan produsen. Selanjutnya, berkembang perdagangan dengan alat pembayaran berupa uang. Perkembangan lebih luas lagi hingga terjadi perdagangan antarbangsa atau perdagangan internasional. Pasar dan pelabuhan merupakan sarana ber- temunya berbagai bangsa dan sarana pergaulan antarbangsa yang membawa perubahan pada kebudayaan.

Konflik (Pertentangan)

Pertentangan dalam masyarakat mungkin terjadi antara orang dan kelompok atau antara kelompok dan kelompok. Akibatnya, dalam masyarakat terjadi pergeseran nilai kebudayaan. Contoh pertentangan yang terjadi antara suatu golongan yang mempertahankan hukum dan tradisi-tradisi yang berakar sejak dulu dengan golongan yang mempertahankan hukum dan tradisi yang biasa dilakukan masyarakat.

Pemberontakan atau Revolusi

Terjadinya pemberontakan dan perang dalam suatu masyarakat atau bangsa dapat pula mendorong timbulnya perubahan kebudayaan dari bangsa atau masyarakat tersebut. Misalnya, terjadinya revolusi Indonesia pada tahun 1945 saat bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Revolusi ini memberikan akibat besar, yakni terusirnya penjajah dari bumi Nusantara. Dengan modal kemerdekaan, terjadi peru- bahan secara besar-besaran, baik dalam lembaga masyarakat maupun dalam struktur masyarakat Indonesia itu sendiri.

Faktor Eksternal

Faktor ini dikenal dengan faktor pengubah kebudayaan yang berasal dari luar masyarakat. Faktor ini terdiri atas beberapa hal, antara lain sebagai berikut.

Alam

Bentang alam dapat dijadikan salah satu faktor yang menyebabkan perubahan kebudayaan. Hal ini terlihat dari kehidupan manusia di daerah pegunungan yang mengalami bencana alam. Masyarakat yang terkena bencana tersebut kemudian dipindahkan ke daerah dataran rendah yang kehidupannya bersawah. Hal ini akan berakibat terjadinya perubahan pola kebudayaan, yaitu masyarakat tersebut akhirnya harus beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan alam lingkungan yang baru termasuk pola aktivitasnya. Masyarakat pegunungan yang dulunya berladang di kebun, lembah, lereng, dan puncak gunung kini bercocok tanam di daerah persawahan. Dengan contoh di atas faktor alam ikut menentukan perubahan kebudayaan suatu masyarakat.

Baca Juga : Dampak Positif dan Dampak Negatif Perubahan Budaya Pada Masyarakat

Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain

Kontak yang terjadi antargolongan masyarakat atau antarbangsa dapat menimbulkan pengaruh timbal balik antarmasyarakat atau bangsa yang bersangkutan. Suatu masyarakat yang mengadakan kontak dan komunikasi dengan bangsa lain akan terjadi proses saling memengaruhi yang terjadi melalui berbagai macam cara, antara lain sebagai berikut.

  • Akulturasi (acculturation) atau kontak kebudayaan, yaitu pertemuan dua kebudayaan dari dua bangsa yang berbeda sehingga satu sama lain saling memengaruhi sehingga terjadilah perpaduan kebudayaan
  • Difusi (diffusion), yaitu proses penyebaran kebudayaan yang dilakukan oleh suatu bangsa.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: