Kisah Nabi Yusuf : Nabi Yusuf Dimasukkan Ke Dalam Sumur

Kisah Nabi Yusuf : Nabi Yusuf Dimasukkan Ke Dalam Sumur – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas Kisah Nabi Yusuf : Nabi Yusuf Dimasukkan Ke Dalam Sumur. Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pada esok harinya setelah semalam suntuk saudara kandung Yusuf bertemu merancang penyingkiran adiknya datanglah mereka menghadap Nabi Ya’qub ayahnya meminta izin untuk membawa Yusuf bermain bersama mereka di luar kota. Berkata juru juru mereka kepada si ayah:   ” Wahai ayah yang kami cintai! Kami bermaksud rekreasi ke luar kota bersama-sama dan ingin sekali membawa adik kami Yusuf. Kami akan membawa bekal makanan dan minuman yang cukup untuk santapan kami selama sehari berada di luar”.

Berkata Ya’qub kepada putera-puteranya:” Sesungguhnya akan sangat memberatkan fikiranku bila Yusuf berada jauh dari mataku, apalagi akan turut serta bersamamu keluar kota, di lapangan terbuka, yang menurut pendengaranku banyak binatang buas seperti srigala yang banyak berkeliaran di sana . Aku khawatir bahwa kamu akan lengah menjaganya, karena asyik bermain-main sendiri sehingga menjadikannya mangsa bagi binatang-binatang buas itu. Alangkah sedihnya aku bila hal itu terjadi. Kamu mengetahui betapa sayangnya aku kepada Yusuf yang telah ditinggalkan oleh ibunya.”

Putera-puteranya menjawab:” Wahai ayah kami! Masak masuk akal, jika Yusuf akan diterkam oleh serigala atau lain binatang buas di depan mata kami? Padahal tidak ada di antara kami yang bertubuh lemah. Kami sanggup menolak segala gangguan atau serangan dari mana pun datangnya, apakah itu binatang buas atau makhluk lain. Kami cukup kuat serta berani dan kami menjaga Yusuf sebaik-baiknya, tidak akan melepaskannya dari pandangan kami walau sekejap pun.

Akhirnya Nabi Ya’qub tidak mempunyai alasan untuk menolak permintaan anak-anaknya membawa Yusuf berekreasi melepaskan Yusuf di tangan saudara-saudaranya yang diketahuinya mereka tidak menyukainya.

Esok harinya berangkatlah rombongan putera-putera Ya’qub kecuali Benyamin, menuju ke tempat rekreasi atau yang sebenarnya menuju tempat yang mereka rencanakan, Yusuf akan ditinggalkan. Setiba di sekitar tempat yang menjadi tujuan, Yusuf segera ditanggalkan pakaiannya dan dicampakkannya di dalam sumur tanpa menghiraukan jeritan tangisnya yang sedikit pun tidak mengubah hati saudara-saudaranya yang sudah kehilangan rasa cinta kepada adik yang tidak berdosa itu.

Pada petang hari pulanglah mereka kembali ke rumah tanpa Yusuf yang ditinggalkan seorang diri di dasar sumur yang gelap itu, dengan membawa serta pakaiannya setelah disirami darah seekor kelinci yang sengaja dipotong untuk keperluan itu, mereka menghadap Nabi Ya’qub sambil menangis mencucurkan air mata dan bersandiwara seakan-akan sedih. Mereka berkata kepada ayahnya:” Wahai ayah! Alangkah sial dan naasnya hari ini bagi kami, bahwa kekhawatiran yang ayah kemukakan kepada kami tentang Yusuf kepada kami telah terjadi dan menjadi kenyataan bahwa firasat ayah yang tajam itu tidak meleset. Yusuf telah diterkam oleh seekor srigala dikala kami bermain.

Nabi Ya’qub yang sudah memperolehi firasat tentang apa yang akan terjadi pada diri Yusuf putera kesayangannya dan mengetahui bagaimana sikap saudara-saudaranya terhadap Yusuf, tidak dapat berbuat apa-apa selain berpasrah kepada takdir Ilahi dan seraya menekan rasa sedih, cemas dan marah yang sedang bergelora di dalam dadanya, berkatalah beliau kepada putera-puteranya:” Kamu telah memperturutkan hawa nafsumu dan mengikuti apa yang dirancangkan oleh syaitan kepadamu. Kamu telah melakukan suatu perbuatan yang akan kamu rasa sendiri akibatnya kelak jika sudah terbuka tabirnya. (baca QS. Yusuf [12]: 11-18)