5/5 (1) Kedatangan Islam Ke Nusantara

Kedatangan Islam Ke Nusantara – Menurut para ahli, islam masuk ke Indonesia ada tiga teori yakni, berasal dari Teori Persia, Teori Gujarat dan Teori Makkah.

1. Terori Persia

Menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia pada abad ke -13 dibawa oleh pemuka Persia. Alasan ini dilandasi pada kesamaan budaya antara Persia dan Indonesia yangmana peringatan 10 Muharram yang sangat dijunjung tinggi oleh orang Syiah atas meninggalnya Hasan dan Husein, cucu Rasulullah di Iran. Sedangkan di Indonesia, tepatnya di Jawa diperingati dengan pembuatan bubur Syuro. Selain itu, adanya kesamaan ajaran sufi syeikh Siti Jennar dengan Iran, yaitu Al Hallaj. Ditambah lagi, adanya kesamaan dalam pengejaan bunyi huruf Arab.

2. Teori Gujarat

Snouck Hurgronye menyatakan bahwa Islam datang dari penduduk Gujarat. Sehingga Islam masuk ke Indonesia pada abad ke -7, sedangkan perkembangannya terjadi pada abad ke -13. Alasan yang mendukung lainnya adalah batu nisan Sultan Samudera Pasai yang memiliki corak khas Gujarat.

3. Teori Makkah

Hamka berpendapat bahwa Islam dibawa oleh penduduk Makkah, karena pusat islam ada di Makkah. Dan ia berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia jauh sebelum abad ke -7. Dipaparkan pula bahwa mayoritas penduduk Indonesia menganut madzhab Syafi’i, hal itu dibuktikan pada kerajaan Samudera Pasai yang menganut madzhab Syafi’i.

Agama islam masuk ke Indonesia melalui dua jalur, yakni utara dan selatan. Jalur utara melalui Arab (Makkah dan Madinah) ke Damaskus ke Baghdad ke Gujarat melaui pantai barat India kemudian ke Nusantara (Indonesia). Sedangkan jalur selatan melalu Arab (Makkah dan Madinah) ke Yaman ke Gujarat melalui pantai barat India ke Srilangka kemudian ke Nusantara (Indonesia).

Cara Penyebaran Islam Di Nusantara

Penyebaran  Islam  di  Nusantara  melalui beberapa cara, yakni:

1. Melalui Perdagangan

Sembari berdagang, para pendakwah pun juga menyempatkan menceritakan kisah-kisah tentang islam meski dengan cara sederhana. Dimanapun ia berdagang, maka ia juga memanfaatkan nya pula dengan cara tersebut. Sehingga, dari waktu ke waktu penganut islam kian banyak. Dan tersebar dengan sendirinya, karena penduduk pribumi sendiri lah yang menyebarkan Islam ke daerah masing-masing.

2. Melalui Struktur Sosial

Melalui struktur sosial inilah salah satu cara efektif yang dilakukan pendakwah. Karena jika para Raja atau pun bangsawan terlebih dahulu memeluk islam, maka rakyat dan pengikutnya masuk Islam dengan sendirinya untuk mengikuti jejak para pimpinannya. Tidak hanya itu, kolega, kerabat dan saudara-saudara nya tentu akan masuk islam pula. Sehingga pengikut Islam semakin lama semakin berkembang.

3. Melalui Pengajaran

Misi lainnya yakni dengan membuka lembaga-lembaga pendidikan keagamaan, seperti pesantren yang di dalamnya akan diadakan pengajian tentang kajian seputar islam. Dan selanjutnya akan mengembangkan lembaga-lembaga (organisasi) keislaman seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam, Persatuan Umat Islam, Persatuan Tarbiyah dan lain sebagainya yang bisa dijumpai di Indonesia. Dengan adanya lembaga-lembaga keislaman itu lah tercipta kader-kader ulama’ dan mendapatkan penggodokan dan pendalaman secara matang dalam bidang ke islaman. Dan setelah dirasa matang ilmu yang ditimba nya, baru lah ia serukan kepada masyarakat baik dali kalangan atas hingga kalangan bawah. Dengan begitu, Islam semakin berkembang di Indonesia.

4. Pernikahan

Yakni, mengadakan pernikahan dengan penduduk pribumi. Dan dari pernikahan timbul lah yang namanya interaksi sosial sehingga memudahkan Islam untuk berkembang.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: