5/5 (1) Integerasi Timor Timur

Integerasi Timor Timur – Pasca terusirnya bangsa Portugis dari tanah Maluku oleh raja Ternate yaitu Sultan Baabullah. Portugis siap menduduki wilayah di Pulau Timor bagian Timur. Dengan Belanda yang menduduki wilayah baratnya. Hal ini didasarkan pada kesepakatan tahun 1915.

Kesepakatan ini menjadikan Timor Timur sering disebut sebagai provinsi luar negrinya Portugis. Kemudian, Portugis membentuk Polisi Internationale Defeso do Estado yang disingkat PDIE. Dengan Portugis yang menjadi penguasa kolonial, Timr Timur menjadi daerah yang tertutup dari luar negri.

Pembentukan Partai di Timor Timur

Portugis berencana untuk melakukan dekolonisasi di Timor Timur. Rencana ini disambut dengan berbagai macam tanggapan oleh rakyat pulau tersebut. Hal ini mengakibatkan munculnya tiga partai besar di Timor Timur dengan latar belakang dan tujuan yang berbeda-beda. Ketiga partai tersebut adalah:

  1. UDT- Persatuan Demokratik Rakyat Timor atau Uniao Democratica Timorense

Partai ini dibentuk oleh Mario Viegas Carracalao dengan tujuan untuk merdeka secara bertahap. UDT sendiri terdiri dari berbagai macam elemen masyarakat, yakni dari kalangan senior administrasi, pemilik perkebunan dan kepala suku asli di Timor.

Pada awalnya, Timor Timur ingin tetap di bawah pemerintahan kolonial Portugis mengingat belum mampunya daerah itu untuk berdiri sendiri membentuk pemerintahan. Dengan pertimbangan masih lemahnya sektor ekonomi dan sumber daya manusianya yang masih berkendala dalam bidang pendidikan.

  1. Fretilin- Front Revolusioner Kemerdekaan Timor Timur atau Frente Revoluciondria de Timor Leste Independente

Berbeda dengan partai UDT, Fertilin yang merupakan salah satu dari ketiga partai besar di Timor Timur ingin menyegerakan kemerdekaannya. Partai ini mengambil konsep radikal dan komunis dalam menjalankan roda partai. Fransisco Xapier de Amara merupakan salah satu tokor dan penggeraknya. Selain itu, produk yang ditawarkan oleh Fertilin berhubungan dengan dunia sosial sehingga menjadikan partai ini terkenal dikalangan masyarakat Timor Timur.

  1. Apodeti- Ikatan Demokratik Popular Rakyat Timor atau Associacau Popular Democratika Timurense

Salah satu dari ketiga partai besar di Timor Timur ini ingin menyatukan diri dengan pemerintahan Indonesia dengan Arnaldo dos Ries Araujo. Adopati mempertimbangkan untuk bergabung dengan pemerintahan Indonesia karena melihat letak geografis dari Timor Timur sendiri yang menyatu dengan Indonesia. Selain itu terdapat berbagai macam persamaan seperti historis, etnis dan budaya.

Proklamasi Balibio

Fretilin menyatakan telah membentuk Republik Demokrasi Timor Timur pada tanggal 2 November 1975. Partai ini juga menyatakan bahwa Xavier Do Amaral sebagai presidennya. Pernyataan ini dianggap tidak sah dikarenakan tidak adanya persetujuan dari partai lainnya.

Peristiwa ini menjadi titik awal proklamasi Balibio. Partai UDT, Adopati dan partai kecil seperti Kota dan Trabalista berkonsolidasi dan mengeluarkan pernyataannya. Keempat partai ini menyatakan untuk bergabung dengan pemerintahan Indonesia pada tanggal 30 November 1975.

Hal ini tentulah disambut baik oleh pemerintah Indonesia. Bersamaan dengan upaya-upaya dalam rangka menyambut Timor Timur sebagai bagian dari Indonesia, secara cepat Indonesia menjalankan proses pengesahan. Indonesia mengeluarkan UU No. 7 Tahun 1976 yang berisi pengesahan penyatuan Timor Timur ke dalam pemerintahan Indonesia. UU ini juga membentuk daerah tingkat I Timor Timur. Untuk memperkuat pengesahan ini, keluarlah Tap MPR nomor IV/MPR/1978.

Hal ini menjadikan Timor Timur secara resmi menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI dan menjadi provinsi ke 27 dengan ibu kotanya adalah Dili. Gubernur pertamanya adalah Arnoldo dos Reis Araujo dengan wakilnya Fransisco Xavier Lopez da Cruz.

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: