Hukum Kepler – Fisika Kelas 10

2 min read

Hukum Kepler – Pada kesempatan kali ini, budisyaqier.com akan membahas materi fisika mengenai Hukum Kepler. Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah. Semoga bermanfaat!

Pengertian Hukum Kepler

Pengertian Hukum Kepler
Pengertian Hukum Kepler

Hukum kepler merupakan hukum yang mempelajari tentang pergerakan planet di luar angkasa.

Hukum Kepler ditemukan oleh Johanes Kepler yang merupakan seorang matematikawan dan astronom asal Jerman. Sebelum Kepler mengemukakan hukumnya tentang gerak planet yang mengelilingi matahari, manusia zaman dahalu menganut paham geosentris yakni paham yang membenarkan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Menurut Claudius Ptolemeus seorang astronom Yunani, bumi berada di pusat tata surya dan matahari besera planet-planet mengelilingi bumi pada lintasan melingkar.

Tahun 1543 astronom asal Polandia bernama Nicolaus Copernicus mengemukakan model heliosentris yakni bumi beserta planet-planet lainnya yang mengelilingi matahari pada lintasan melingkar. Namun kedua model tersebut masih memiliki kekurangan yaitu tidak ada keselarasan antara lintasan dan orbit planet. Kemudian pada tahun 1609 Kepler menemukan bentuk orbit yang lebih cocok yaitu berbentuk elips bukan lingkaran dan menjelasakannya dalam tiga Hukum Kepler.

Dilansir dari Wikipedia, pengertian hukum kepler yaitu:

Secara umum, hukum ini menjabarkan gerakan dua badan yang mengorbit satu sama lainnya. Massa dari kedua badan ini bisa hampir sama, sebagai contoh Charon—Pluto (~1:10), proporsi yang kecil, sebagai contoh. Bulan—Bumi(~1:100), atau perbandingan proporsi yang besar, sebagai contoh Merkurius—Matahari (~1:10,000,000).

Wikipedia

Fungsi Hukum Kepler

Fungsi Hukum Kepler
Fungsi Hukum Kepler

Hukum kepler memiliki berbagai fungsi antara lain:

  1. Memprediksi lintasan suatu planet atau benda luar angkasa seperti asteroid dan komet yang mengorbit pada matahari.
  2. Memprediksi lintasan satelit planet yang mengelilingi planet tersebut seperti bulan mengelilingi bumi.
  3. Menentukan waktu lintasan planet atau benda langit.

Hukum-Hukum Kepler

Hukum Kepler I

Berbunyi:

“Lintasan orbit setiap planet ketika mengelilingi matahari berbentuk elips dimana matahari terletak pada salah satu fokusnya.”

Hukum ini menjelaskan bentuk lintasan orbit planet-planet yang bergerak mengelilingi matahari. Perhitungan Kepler membuktikan bahwa orbit-orbit tersebut berbentuk elips. Bentuk elips orbit ditentukan oleh nilai eksentrisitas (e) elips, semakin besar eksentrisitasnya maka bentuk elips akan semakin memanjang dan tipis. Sebaliknya, semakin kecil eksentrisitasnya maka bentuk elipsnya akan mendekati bentuk lingkaran. Nilai eksentrisitas elips yaitu lebih besar dari 0 dan lebih kecil dari 1.

Secara matematis, Hukum Kepler I dapat ditulis dengan:

A = π a b

Keterangan:
A = luas orbit (m2)
a = jarak titik pusat elips ke orbit terjauh (m)
b = jarak titik pusat elips ke orbit terdekat (m)

Hukum Kepler II

Berbunyi:

“Garis yang menghubungkan planet dan matahari selalu menyapu luas daerah yang sama pada selang waktu yang sama.”

Hukum ini menjelaskan bahwa kecepatan orbit suatu planet akan lebih lambat ketika planet berada pada titik terjauh dari matahari (titik aphelion) dan kecepatan orbit suatu planet akan lebih cepat ketika planet berada pada titik terdekat dengan matahari (titik perihelion). Jadi, kecepatan orbit maksimum planet ketika berada di titik perihelion dan kecepatan orbit minimum planet ketika berada di titik aphelion.

Secara matematis, Hukum Kepler II dapat ditulis dengan:

ɳ = 2 π / P

Keterangan:
ɳ = kecepatan rata rata
P = periode planet (revolusi)

Hukum Kepler III

Berbunyi:

“Kuadrat periode orbit suatu planet sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari matahari.”

Hukum ini menjelaskan periode revolusi planet-planet yang mengelilingi matahari. Planet memiliki periode orbit yang lebih panjang ketika planet tersebut letaknya jauh dari matahari dan planet memiliki periode orbit yang lebih pendek ketika planet tersebut letaknya dekat dari matahari.

Secara matematis, Hukum Kepler III dapat ditulis dengan:

(T1/T2)= (R1/R2)3

Keterangan:
T1= periode planet pertama
T2= periode planet kedua
R1 = jarak planet pertama dengan matahari
R2 = jarak planet kedua dengan matahari

Contoh Soal Hukum Kepler

Contoh Soal Hukum Kepler
Contoh Soal Hukum Kepler

1.) Teramati dua buah planet A dan B mengorbit pada matahari. Perbandingan jarak planet A dan B ke matahari ialah 4 : 9. Apabila periode planet A mengelilingi matahari adalah 24 hari. Berapa periode planet B?

Diketahui

R: RB = 4 : 9
TA = 24 hari

Ditanya

TB = ?

Penyelesaian

(TA/TB)= (RA/RB)3
(24/TB)= (4/9)3
T= (9/4)24
T= 81 hari

Jadi, periode planet B terhadap matahari adalah 81 hari.

Demikianlah artikel mengenai Hukum Kepler. Apabila ada pertanyaan, kamu dapat bertanya melalui kolom komentar dibawah ini.

Hosting Unlimited Indonesia

Efek Doppler – Fisika Kelas 11

Efek Doppler – Pada kesempatan kali ini, budisyaqier.com akan membahas materi fisika mengenai Efek Doppler. Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah. Semoga bermanfaat! Daftar Isi1 Pengertian...
Afifa Atira
1 min read

Alat Optik – Fisika Kelas 11

Alat Optik – Pada kesempatan kali ini, budisyaqier.com akan membahas materi fisika mengenai Alat Optik. Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah. Semoga bermanfaat! Daftar Isi1 Pengertian...
Afifa Atira
2 min read

Gelombang Bunyi – Fisika Kelas 11

Gelombang Bunyi – Pada kesempatan kali ini, budisyaqier.com akan membahas materi fisika mengenai Gelombang Bunyi. Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah. Semoga bermanfaat! Daftar Isi1 Pengertian...
Afifa Atira
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *