Evolusi

4 min read

evolusi

Evolusi – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Pada materi biologi kali ini membahas mengenai Evolusi . Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian Evolusi

Evolusi
Pengertian

Evolusi berasal dari bahasa Latin “evolvo” yang artinya membentang. Evolusi adalah perubahan genotip pada satu populasi yang berlangsung secara perlahan-lahan dan memakan waktu yang sangat lama.

Evolusi merupakan cabang biologi yang mempelajari sejarah asal usul makhluk hidup dan keterkaitan genetik antara makhluk hidup satu dengan yang lain. Evolusi secara harfiah dapat diartikan sebagai perubahan perlahan-lahan. Oleh karenanya, yang dimaksud dengan evolusi biologi adalah perubahan/perkembangan makhluk hidup secara bertahap dalam jangka waktu lama dari bentuk sederhana menuju bentuk yang lebih kompleks.

Sementara itu, berikut pengertian evolusi berdasarkan Wikipedia.

Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.

Wikipedia

dan menurut KBBI berikut pengertian mengenai evolusi

evo.lu.si /évolusi/ adalah perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit)

KBBI daring

Teori Evolusi

Evolusi
Teori

Teori Abiogenesis (Generatio Spontanea)

Teori abiogenesis adalah teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup terjadi begitu saja secara spontan atau makhluk hidup berasal dari benda mati. Teori ini dikemukakan oleh Aristoteles, dan didukung oleh:

1.) Antonie van Leeuwenhoek

Antonie berpendapat bahwa mikroorganisme (benda hidup) berasal dari air (benda mati). Percobaannya terjadi pada abad ke-17 dengan penemuannya terhadap mikroskop, ia melihat adanya mikroorganisme (makhluk hidup sangat kecil) dalam sampel air hujan dan air rendaman jerami.

2.) Needham

Needham, berpendapat bahwa mikroorganisme (benda hidup) terjadi dari air kaldu (benda mati). Hal ini sesuai dengan percobaannya yaitu dengan merebus daging, kemudian air kaldu disimpan dalam keadaan terbuka. Setelah beberapa hari terlihat air kaldu menjadi keruh karena adanya mikroorganisme.

Teori Biogenesis

Teori biogenesis adalah teori asal usul kehidupan yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Teori ini merupakan kesimpulan dari percobaan:

1.) Francesco Redi

Dengan percobaannya tentang munculnya ulat yang dapat muncul dalam daging yang disimpan dalam stoples terbuka tetapi tidak muncul dalam stoples tertutup. Larva (suatu kehidupan) bukan berasal dari daging (benda mati) tetapi berasal dari telur lalat yang masuk dan bertelur pada daging. Francesco Redi membuktikan bahwa larva yang muncul bukan berasal dari daging, melainkan telur lalat.

2.) Lazzaro Spallanzani

Dengan percobaannya mendidihkan kaldu dalam labu kemudian ditutup rapat-rapat. Kaldu tetap bening dan steril. Adanya mikroorganisme pada tabung terbuka berasal dari udara, bukan berasal dari air kaldu (benda mati). Tidak adanya mikroorganisme pada tabung tertutup menunjukkan bahwa mikroorganisme bukan berasal dari kaldu (benda mati). Lazzaro Spallanzani membuktikan bahwa organisme tidak lahir dari benda mati (air kaldu), melainkan dari makhluk hidup lain.

3.) Louis Pasteur

Percobaannya mendidihkan kaldu pada labu, kemudian labu ditutup dengan pipa seperti huruf S sehingga mulut labu tetap terbuka. Kondisi tersebut memungkinkan “zat hidup” tetap dapat masuk, namun kondisi kaldu tetap jernih (bening) dan steril. Louis Pasteur membuktikan bahwa mikroorganisme yang muncul dari air kaldu bukan dari air kaldu itu sendiri, tetapi dari mikroorganisme yang ada di udara luar.

Eksperimen ini pun mematahkan teori abiogenesis dan menghasilkan teori baru dengan 3 isi sebagai berikut:

  • Omne vivum ex ovoSemua makhluk hidup berasal dari telur.
  • Omne ovum ex vivoSemua telur berasal dari makhluk hidup.
  • Omne vivum ex vivoSemua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.

Teori Evolusi Kimia

Menurut teori evolusi kimia, asal mula kehidupan berasal dari reaksi antara CH4, NH3, H2, dan H2O di atmosfer dengan sinar kosmis dan halilintar yang menghasilkan senyawa organik serupa asam amino. Ada beberapa ilmuwan yang mengemukakan teori evolusi kimia:

1.) Harold Urey 

Harold Urey menyatakan bahwa asal-usul kehidupan diawali dengan adanya senyawa anorganik di atmosfer yang berupa gas-gas seperti metana (CH4), hidrogen (H2), uap air (H2O) dan amino (NH3) yang bereaksi dengan bantuan energi dari sinar kosmis dan kilatan listrik halilintar sehingga terbentuk asam amino yang merupakan bahan dasar pembangun kehidupan.

2.) Stanley Miller

Stanley Miller berhasil membuktikan teori Urey dengan percobaannya di laboratorium dengan menggunakan alat yang diberi nama pesawat uratmosfera. Kesimpulan yang diperolehnya bahwa senyawa anorganik dapat diubah menjadi asam amino (organik) dengan pesawat uratmosfera. Jadi, satuan-satuan kompleks di dalam sistem kehidupan, seperti lipida, gula, asam amino, dan nukleotida, dapat terbentuk dari kondisi abiotik.

Teori Evolusi Biologi

1.) Jean Baptiste Lamarck

Walaupun teori Darwin merupakan salah satu teori evolusi yang paling terkenal, Jean Baptiste Lamarck pernah mengemukakan teori serupa sebelum Darwin. Sebagai seorang naturalis asal Perancis, Lamarck menjelaskan bahwa bentuk kehidupan yang sekarang didasarkan pada penggunaan dan tidak menggunakan organ (use and disuse).

Contoh dari teori Lamarck ini adalah leher jerapah yang menjadi lebih panjang dengan meregangkannya untuk mencapai pohon yang lebih tinggi. Sifat fisik tersebut kemudian diturunkan pada generasi selanjutnya. Use merujuk pada organ yang digunakan akan terus berkembang. Sementara itu, disuse merujuk pada organ yang tidak digunakan akan tereduksi.

Evolusi organik terjadi karena perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan dapat diturunkan. Organ yang mengalami perubahan karena terus-menerus dipakai, akan berkembang makin sempurna, dan organ yang tidak diperlukan lagi perkembangannya akan menurun, dan akhirnya rudiment (teori use dan disuse). Teori Lamarck ternyata salah setelah Weisman melakukan eksperimen untuk menguji teori itu.

2.) Charles Darwin

Teori seleksi alam Darwin menjelaskan bahwa makhluk hidup memiliki kemampuan menghasilkan banyak keturunan. Sumber daya alam yang terbatas memunculkan adanya kompetisi pada makhluk hidup. Darwinisme percaya bahwa tidak ada dua individu yang sama karena terdapat variasi yang besar dalam populasi.

Selain itu, makhluk hidup yang bertahan hidup dan menghasilkan keturunan merupakan makhluk yang telah mewarisi sebagian sifat-sifat menguntungkan untuk dapat bertahan hidup pada kondisi lingkungan tertentu. Saat seleksi alam berlangsung, populasi secara bertahap memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap lingkungannya.

Setelah melalui pengamatan dan kajian yang mendalam, akhirnya Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya dalam buku yang berjudul On The Origin of Species by Means of Natural Selection atau Asal Mula Spesies yang Terjadi Melalui Seleksi Alam.

Buku ini diterbitkan pada tanggal 24 November 1859. Buku Darwin tersebut mengandung dua teori utama. Pertama, spesies-spesies yang ada sekarang merupakan turunan dari spesies-spesies sebelumnya. Kedua, seleksi alam merupakan penyebab evolusi adaptif.

Video Pembelajaran Evolusi

Apabila kamu masih belum memahami penjelasannya sebelumnya, kamu bisa menonton video pembelajaran mengenai evolusi berikut ini.

Demikianlah artikel mengenai Evolusi .Apabila ada pertanyaan, kamu dapat bertanya melalui kolom komentar dibawah ini.

Hosting Unlimited Indonesia

Bioteknologi

Afifa Atira
5 min read

Mutasi

Afifa Atira
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *