Enzim (Pengertian, Sifat , Fungsi , Struktur, Macam,Cara Kerja, Penamaan,Persyaratan, dan Contohnya)

Enzim (Pengertian, Sifat , Fungsi , Struktur, komponen, cara kerja, penamaan,persyaratan, dan contohnya) – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas Enzim (Pengertian, Sifat , Fungsi , Struktur, Macam,Cara Kerja, Penamaan,Persyaratan, dan Contohnya). Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian Enzim

Enzim ialah sebuah senyawa protein yang tersusun dari komponen protein dan katalitik yang memiliki manfaat untuk mempercepat suatu proses metabolisme pada tubuh organisme. Mengapa Komponen tersebut demikian penting dalam sebuah proses metabolisme, sebab akan dapat mempercepat dengan menurunkan energi aktivasi yang diperlukan saat reaksi metabolisme akan dimulai.

Kata enzim ini berasal dari Bahasa Yunani yang punya arti ragi. Percobaan fermentasi alkohol yang dilakukan oleh Louis Pasteur menjadi tonggak atas kaitanya dengan penemuan enzim. Enzim sebuah senyawa yang tersusun atas protein (apoenzim) dan senyawa non protein (cofactor).

Sifat katalitik adalah keunikan enzim yang membedakan antara enzim dengan protein yang lain. sifat katalitik itu diperoleh dari gugus cofactor yang bisa berupa senyawa organik (koenzim dan gugus prostetic), atau senyawa anorganik (ion logam).

Pengertian Enzim Menurut Para Ahli

Pengertian Menurut Suhartomo

Menurut Suhartomo (1989), enzim adalah golongan protein yang paling banyak terdapat dalam sel hidup dan mempunyai fungsi penting sebagai katalisator.

Pengertian Menurut Shabib

Menurut Shabib (1992), enzim adalah protein yang diproduksi dari sel hidup dan digunakan oleh sel-sel untuk mengkatalisis reaksi kimia yang spesifik.

Pengertian Menurut Smith Et Al

Menurut Smith et al (1997), enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis dalam suatu reaksi kimia organik.

Sifat Dalam Enzim

Enzim memiliki sifat khas terhadap suatu substrat tertentu, kekhasan inilah yang menjadi ciri suatu enzim. Adapun sifat-sifat khas yang dimiliki suatu enzim tersebut antara lain:

  1. Enzim Bersifat Bolak-Balik
    Sifat enzim yang pertama ialah bekerja bolak-balik sebab dapat ikut bereaksi tanpa mempengaruhi hasil akhir serta akan terbentuk kembali pada hasil reaksi sebagai enzim. Ketika ikut bereaksi, struktur kimia enzim berubah, akan tetapi pada akhir reaksi struktur kimia enzim akan terbentuk kembali seperti sebelumnya. Contohnya enzim lipase bisa mengubah lemak menjadi asam lemak serta gliserol. Sebaliknya, lipase dapat menyatukan gliserol serta asam lemak menjadi lemak. Enzim tidak hanya menguraikan molekul kompleks, akan tetapi dapat membentuk molekul kompleks dari molekul-molekul sederhana penyusunnya (reaksi bolak-balik).
  2. Sebagai Katalisator
    Sifat-sifat enzim selanjutnya adalah dia berperan sebagai katalisator. Enzim ialah katalis yang bisa mengubah laju reaksi tanpa ikut bereaksi. Tanpa kehadiran enzim, suatu reaksi itu benar-benar sukar terjadi, sementara dengan kehadiran enzim kecepatan reaksinya bisa bertambah 107 – 1013 kali. Sebagai contoh : enzim katalase yang memiliki kandungan ion besi (Fe) dapat menguraikan 5.000.000 molekul hidrogen peroksida (H2O2) permenit pada 00C. H2O2 hanya dapat diuraikan oleh atom besi, akan tetapi satu atom besi akan memerlukan waktu 300 tahun untuk menguraikan sejumlah molekul H2O2 yang oleh satu molekul katalase yang memiliki kandungan satu atom besi diuraikan dalam satu detik.
  3. Seperti Protein
    Enzim mempunyai sebagian besar sifat protein yakni dipengaruhi oleh suhu serta pH. Pada suhu rendah protein enzim akan mengalami koagulasi serta pada suhu tinggi akan mengalami denaturasi.
  4. Enzim Bekerja Secara Spesifik dan Selektif
    Enzim bekerja secara spesifik, berarti enzim tertentu hanya dapat mengadakan pengubahan pada zat tertentu pula. Dengan kata lain, enzim hanya dapat mempengaruhi satu reaksi serta tidak bisa mempengaruhi reaksi lain yang bukan bidangnya.Satu enzim khusus untuk satu substrat, contohnya enzim katalase hanya dapat menghidrolisis H2O2 menjadi H2O serta O2.
  5. Hanya Dipelukan Dalam Jumlah Sedikit
    Oleh karena enzim berfungsi sebagai katalisator, tetapi tidak ikut bereaksi, maka jumlah yang digunakan sebagai katalis tak perlu banyak. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali, selama molekul itu tidak rusak.
  6. Merupakan Koloid
    Karena enzim tersusun atas komponen protein, karena itu sifat-sifat enzim tergolong koloid. Enzim memiliki permukaan antar partikel yang sangat besar sehingga bidang aktivitasnya besar.
  7. Enzim Mampu Menurunkan Energi Aktivasi
    Suatu reaksi kimia dapat terjadi bila molekul yang terlibat memiliki cukup energi internal untuk membawanya ke puncak bukit energi menuju bentuk reaktif yang disebut tahap transisi. Energi aktivasi suatu reaksi ialah jumlahnya energi dalam kalori yang dibutuhkan untuk membawa semua molekul pada 1 mol senyawa pada suhu tertentu menuju tingkat transisi pada puncak batas energi. Jika suatu reaksi kimia ditambahkan katalis -yaitu enzim, maka energi aktivasi bisa diturunkan serta reaksi akan berjalan lebih cepat.
  8. Enzim Bersifat Termolabil
    Aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu. Bila suhu rendah, kerja enzim akan lambat. Semakin tinggi suhu reaksi kimia yang dipengaruhi enzim semakin cepat, akan tetapi jika suhu terlalu tinggi, enzim akan mengalami denaturasi.

Fungsi Enzim

Enzim memiliki fungsi utama yakni sebagai katalisator yang bisa mempercepat proses reaksi yang ada di dalam tubuh khususnya pada sistem pencernaan.

1. Mulut

Enzim yang terdapat pada mulut adalah Enzim Amilase, yang terdapat didalam air ludah (saliva). Fungsi dari enzim ini dalah untuk mengubah amilum menjadi maltosa.

2. Lambung

Ada tiga enzim yang terdapat pada lambung, yaitu :

  • Enzim Renin, berfungsi untuk mengubah kaseinogen menjadi kasein
  • Enzim Pepsin, berfungsi untuk mengubah protein mejadi pepton, proteosa dan polipeptida
  • Enzim Lipase, berfungsi untuk mengubah trigliserida menjadi asam lemak

3. Usus Halus

Ada beberapa enzim yang terdapat pada usus halus, yaitu :

  • Enzim Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi galatosa dan glukosa
  • Enzim Enterokonase, berfungsi mengubah tripsinogen menjadi tripsin
  • Enzim Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa
  • Enzim Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa
  • Enzim Peptidase, berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino
  • Enzim Lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi gliserol dan asam lemak

4. Pankreas

Ada beberapa enzim yang terdapat dalam pankreas, yaitu :

  • Enzim Tripsin, berfungsi mengubah protein menjadi polipeptida
  • Enzim Amilase, berfungsi mengubah amilum menjadi maltosa atau disakarida
  • Enzim Karbohidrase, berfungsi mencerna amilum menjadi maltosa

Faktor Yang Mempengaruhi Enzim

Beberapa faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim sebagai berikut:

Suhu (Temperatur)

Aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu. Aktivitas enzim semakin meningkat dengan semakin tingginya suhu hingga batas optimum. Oleh karena enzim tersusun dari protein, pada temperatur tinggi serta melewati batas optimum bisa mengakibatkan denaturasi protein yang berarti enzim telah rusak. Pada suhu 0 °C enzim tidak aktif, tapi tidak rusak. Jika temperatur dikembalikan ke kondisi normal, enzim akan aktif kembali. Suhu optimum untuk aktivittas enzim pada manusia serta hewan berdarah panas ialah 37 °C, sedangkan pada hewan berdarah dingin 25 °C. Kemampuan kerja enzim akan alami penurunan di atas suhu tertentu. Ini karena disebabkan panas mengganggu ikatan hidrogen, ion serta berbagai ikatan yang menstabilkan bentuk aktif dari enzim, serta dengan demikian enzim yang merupakan protein mengalami proses denaturasi.

pH (Derajat Kesamaan)

Tabel pH Optimum Berbagai Enzim

EnzimpH OptimumEnzimpH Optimum
Pepsin2,0Amilase7,0
Invertase4,5Urease7,0
Peroksidase5,0Katalase7,0
Maltase7,0Tripsin8,0

Enzim mempunyai pH optimum yang khas seperti tabel di atas. pH optimum enzim dapat berrsifat basa ataupun asam. Sebagian besar enzim pada manusia mempunyai pH optimum antara 6-8, misalnya enzim tripsin pendegradasi protein. Namun, ada beberapa enzim yang aktif pada kondisi asam, misalnya enzim pepsin. Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif sehingga menghalangi  sisi aktif enzim berkombinasi dengan substratnya.

Konsentrasi Enzim dan Substrat

Biasanya konsentrasi enzim serta substrat berbanding lurus dengan kecepatan reaksi. Hal ini berarti bila konsentrasi enzim menjadi dua kali semula, sedangkan faktor yang lain tetap, kecepatan reaksi akan menjadi dua kali lipat. Keadaan konstan dicapai jika enzim sudah mengikat semua substrat yang akan dikatalisir, meskipun kadar enzim dinaikkan. Saat kadar enzim tetap, akan tetapi kadar substrat dinaikkan, kecepatan reaksi akan naik sampai dicapai kondisi konstan, yakni ketika semua substrat telah diikat oleh enzim.

Zat-Zat Penggiat (Aktivator)

Terdapat zat kimia tertentu yang dapat meningkatkan aktivitas enzim. Misalnya, garam-garam dari logam alkali dalam konsentrasi encer (2% – 5%) dapat memacu kerja enzim. Demikian pula dengan ion logam Co, Mg, Ni, Mn, dan Ci. Hal ini mendukung teori Ketepatan Terinduksi.

Zat-Zat Penghambat (Inhibitor)

Beberapa zat kimia dapat menghambat kerja enzim, misalnya garam-garam yang mengandung raksa (Hg) dan sianida (Cn). Ada tiga macam inhibitor sebagai berikut:

  • Inhibitor Kompetitif
    Pada penghambatan ini, zat-zat penghambat mempunyai struktur mirip dengan struktur substrat. Dengan demikian, zat penghambat dengan substrat saling berebut (bersaing) untuk bergabung dengan sisi aktif enzim. Proses penghambatan ini dapat diatasi dengan meningkatkan konsentrasi substrat.
  • Inhibitor Non Kompetitif (Inhibitor Alosterik)
    Inhibitor nonkompetitif dapat berikatan dengan enzim di luar sisi aktif sehingga enzim kehilangan aktivitasnya. Akibatnya, permukaan sisi aktif tidak dapat berikatan dengan substrat.
  • Inhibitor Umpan Balik (Feedback Inhibitor)
    Hasil akhir suatu reaksi akan menghambat bekerjanya enzim pada reaksi tersebut.

Struktur Enzim

Struktur Enzim – Budi Syaqier

Struktur enzim terbagi menjadi dua, yaitu Apoenzim dan Kofaktor.

  • Apoenzim adalah penyusun utama dari enzim, bagian enzim yang aktif terdiri atas protein yang bersifat tidak stabil dan mudah sekali berubah. Apoenzim juga sangat menentukan fungsi dari biokatalisator dari enzim itu sendiri.
  • Kofaktor adalah molekul organik dan non-organik. Contoh dari molekul organik adalah vitamin, sedangkan yang non-organik adalah ion logam (Fe+2, Mn+2)

Macam – Macam Enzim

Berdasarkan Tempat Enzim Bekerja

  • Endoenzim adalah enzim yang kerjanya di dalam sel
  • Eksoenzim adalah enzim yang kerjanya di luar sel

Berdasarkan Cara Terbentuknya

  • Enzim konstitutif adalah enzim yang jumlahnya dipengaruhi oleh kadar molekul awalnya (substrat)
  • Enzim adaptif adalah enzim yang pembentukannya distimulasi oleh adanya substrat

Berdasarkan Proses Metabolismenya

  • Enzim katalase adalah enzim yang bersifat antioksidan pada makhluk hidup
  • Enzim oksidase adalah enzim yang fungsinya untuk mempercepat penggabungan ikatan oksigen (O2) pada substrat tertentu
  • Enzim karbosilase adalah enzim yang fungsinya untuk mengubah asam organik dengan cara bolak balik.
  • Enzim hidrase adalah enzim yang fungsinya untuk menambah atau mengurangi air (H2O) dari senyawa spesifik tertentu
  • Enzim dehidrogenase adalah enzim yang fungsinya memindahkan hidrogen dari suata molekul/zat ke zat lainnya
  • Enzim desmolase adalah enzim oksidase dan reduktase yang fungsinya membantu penggabungan atau pemindahan ikatan karbon
  • Enzim transphoforilase adalah enzim yang fungsinya memindahkan H3PO4 dari suatu molekul/zat ke molekul lainnya dibantu oleh ion magnesium (Mg2+).
  • Enzim peroksida adalah enzim oksireduktase yang terdiri atas protein heme yang terdapat pada organisme prokariotik dan eukariotik

Berdasarkan Proses Reaksi Yang Di Katalisis

  • Enzim karbohidrase adalah enzim-enzim yang mengkatalisis pemecahan karbohidrat
  • Enzim protease adalah enzim-enzim yang mengkatalisis pemecahan rantai protein didalam tubuh
  • Enzim esterase adalah sebuah enzim yang fungsinya mengkatalisis pemecahan rantai ester

Macam-Macam Enzim Beserta Fungsinya

Enzim terdiri dari berbagai mecam jenis yang dikelompokkan beberapa bagian. Macam-macam enzim beserta fungsinya ialah sebagai berikut.

Macam-Macam Enzim Berdasarkan Penggolongannya

Golongan Enzim Karbohidrae

  • Enzim Amilase ialah enzim yang berperan mengubah amilum/polisakarida menjadi senyawa maltose yaitu senyawa disakarida.
  • Enzim sukrase ialah enzim yang berperan mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  • Enzim laktosa ialah enzim yang berperan mengubah senyawa laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
  • Enzim maltosa ialah enzim yang berperan dan berfungsi mengurai maltose menjadi senyawa glukosa.
  • Enzim selulosa ialah enzim yang berperan mengurai selulosa/polisakarida menjadi senyawa selabiosa atau disakarida.
  • Enzim pektinase ialah enzim yang berperan atau berfungsi mengubah petin menjadi senyawa asam pectin.

Golongan Enzim Protase

  • Enzim tripsin ialah enzim yang berfungsi mengurai pepton menjadi senyawa asam amino.
  • Enzim peptidase ialah enzim yang berfungsi dalam mengurai senyawa peptide menjadi senyawa asam amino.
  • Enzim renin ialah enzim yang berfungsi dalam mengurai senyawa kasein dan susu.
  • Enzim galaktase ialah enzim yang berperan mengurai senyawa gelatin.
  • Enzim entrokinase ialah enzim yang berfungsi dalam mengurai senyawa pepton menjadi sentawa asam amino.
  • Enzim pepsin ialah enzim yang berperan dalam memecah senyawa protein menjadi asam amino.

Golongan Enzim Ekterase

  • Enzim lipase ialah enzim yang berperan atau berfungsi dalam mengurangi lemak menjadi senyawa gliserol dan juga asam lemak.
  • Enzim fostatase ialah enzim yang berfungsi dalam mengurangi ester dan mendorong pelepasan asam fosfor.

Macam-Macam Enzim Berdasarkan Proses Metabolisme Atau Tipe Reaksi Kimia Yang Dikatalis

  • Enzim katalase ialah enzim yang berfungsi dalam membantu mengubah hydrogen peroksida menjadi H2O (air) dan O2 (Oksigen).
  • Enzim oksidase ialah enzim yang berfungsi mempercepat penggabungan oksigen ( O2 ) pada substrat tertentu yang disaat bersamaan juga mereduksikan oksigen ( O2 ) sehingga membentuk air ( H2O ).
  • Enzim hidrase ialah enzim yang berfungsi menambah atau mengurangi air ( H2O ) dari senyawa tertentu tanpa menyebabkan terurainya senyawa yang bersangkutan. Contohnya, akonitase, fumarase dan enolase.
  • Enzim dehidrogenase ialah enzim yang berfungsi dalam memindahkan hydrogen dari suatu zat ke zat yang lainnya.
  • Enzim transphosforilase ialah enzim yang berfungsi dalam memindahkan H3PO4 dari molekul satu ke molekul yang lainnya yang dibantu oleh ion Mg2+
  • Enzim karbosilase ialah enzim yang berfungsi dalam mengubah asam organik secara bolak balik. Contohnya, mengubah asam piruvat menjadi asetaldehida yang dibantu oleh karbosilase piruvat.
  • Enzim desmolase ialah enzim yang berfungsi dalam membantu pemindahan/penggabungan ikatan karbon. Contoh, aldolase diubah dalam pemecahan fruktosa menjadi gliseraldehida dan dehidroksiaseton.
  • Enzim peroksida ialah enzim yang berfungsi dalam membantu oksidasi senyawa fenolat, sedangkan dari oksigen yang digunakan diambil dari H2O2.

Macam-macam Enzim Pencernaan Manusia Serta Fungsinya

Enzim dalam pencernaan manusia terdapat dalam beberapa organ tubuh yang menghasilkan enzim yaitu mulut, lambung, usus halus dan pankreas.

Enzim Mulut

  • Enzim ptyalin berfungsi dalam mengubah amilum menjadi maltose.

Enzim Lambung

  • Enzim renin berfungsi mengubah kasionogen menjadi kasein ( protein susu ) dan mengendapkan kasein susu.
  • Enzim pepsin berfungsi dalam mengubah protein menjadi pepton.
  • Enzim lipase gastric berfungsi dalam mengubah trigliserida menjadi asam lemak.

Enzim Usus Halus

  • Enzim maltase berfungsi dalam mengubah maltose menjadi glukosa.
  • Enzim lactase berfungsi dalam mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
  • Enzim lipase berfungsi dalam mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • Enzim peptidase berfungsi dalam mengubah polipeptida menjadi asam amino.
  • Enzim enterokinase berfungsi dalam mengubah tripsinogen menjadi tripsin.
  • Enzim sukrase berfungsi dalam mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

Enzim Pankreas

  • Enzim amylase berfungsi dalam menguraikan amilum menjadi maltose atau disakrida.
  • Enzim tripsin berfungsi dalam mengubah pepton ( protein ) menjadi asam amino.
  • Enzim lipase pankreas berfungsi dalam melakukan imulsi lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • Enzim karbohidrase berfungsi dalam mencerna amilum menjadi maltose atau disakarida lainnya.

Cara Kerja Enzim

Cara kerja enzim di dalam suatu reaksi metabolisme pada tubuh organisme adalah dengan menurunkan energi aktivasi yaitu energi yang diperlukan agar bisa memulai suatu reaksi. Dengan meminimalisir “cost” karena itu proses yang berlangsung juga akan dapat lebih cepat. Energi aktivasi di dalam suatu reaksi kimia tersebut dapat diperumpakan ialah sebagai “biaya jalan” dalam sebuah proses produksi. Semakin rendah “biaya jalannya”, karena itu makin akan cepat prosesnya. Tidak hanya dari itu, keuntungan menggunakan enzim adalah selain lebih “murah” proses reaksi tetap berlangsung sebagaimana seharusnya, sebab enzim inilah yang membantu proses metabolisme tidak ikut bereaksi. Mengenai cara kerja enzim dalam mempercepat reaksi kimia ialah dengan berinteraksi bersama dengan substrat, kemudian substrat itu akan dirubah menjadi sebuah produk. Apabila terbentuk produk, enzim akan melepaskan “diri’ dari substrat tersebut . Hal itu dikarenakan enzim tidak bereaksi dengan substratnya. Ada dua teori yang menggambarkan bagaimana cara kerja enzim, diantaranya seperti berikut :

Teori Gembok dan Kunci

Emil Fischer pada 1894 ialah yang menemukan teori ini. Menurut beliau , enzim akan berikatan dengan substrat yang mempunyai bentuk yang sama (spesifik) dengan sisi aktif dari enzim. Dengan kata lain, hanya substrat yang punya bentuk yang cocok secara spesifik yang bisa berhubungan dengan enzim.

Oleh karena itulah kenapa disebut sebagai teori gembok dan kunci, yang mana enzim diilustrasikan sebagai kunci dan substrat diistilahkan dengan gembok. karena Gembok dan kunci akan memiliki kecocokan sisi yang sama untuk bisa membuka ataupun sebaliknya.

Teori tersebut memiliki kekurangan yakni tidak mampu menjelaskan mengenai kestabilan enzim pada saat peralihan titik reaksi enzim. Teori kedua adalah teori induksi.

Teori Induksi

Daniel Koshland pada 1958 adalah yang menggungkan teori ini, enzim mempunyai sisi aktif yang fleksibel. Meski demikian, sisi aktif enzim tersebut memiliki titik – titik pengikatan yang sama / spesifik. Sehingga hanya substrat yang memiliki titik – titik pengikatan yang spesifik sama yang akan menginduksi sisi aktif dari enzim sehingga pas (membentuk seperti substrat).

Teori induksi Induksi inilah yang mampu menjawab kekurangan dari teori Gembok dan Kunci sebelumnya. Oleh karena itu, teori induksi yang dikemukakan oleh Daniel Koshland pada 1958 merupakan sebuah teori yang paling banyak diakui oleh para peneliti untuk dapat menjelaskan cara kerja enzim.

Penamaan Enzim

Enzim diberi nama dengan menambahkan akhiran –ase terhadap nama substrat yang diubah oleh enzim tersebut. Misalnya, enzim yang mengubah protein dinamakan protease atau enzim yang berperan dalam reduksi oksidasi dinamakan oksidase. Dapat juga berdasarkan penggabungan dari nama substrat dan jenis reaksi ditambah akhiran –ase, misalnya enzim laktat dehidrogenase.

Persyaratan Enzim Agar Dapat Bekerja Efektif

Aktivitas enzim sangat terpengaruh oleh keadaan suhu dan pH. masing-masing enzim dapat bekerja dengan efektif pada suhu dan pH tertentu dan aktivitasnya berkurang dalam keadaan di bawah atau di atas titik tersebut. Enzim pepsin pencerna protein bekerja paling efektif pada pH 1-2, sedangkan enzim proteolitik lainnya, tripsin, pada pH tersebut menjadi tidak aktif, tetapi sangat efektif pada pH 8. Terdapat dua peranan penting dalam kerja enzim, yaitu

  1. Peranan penting dari struktur tersier, yaitu bentuk, di dalam fungsi enzim,
  2. Peranan dari daya yang lemah seperti ikatan hydrogen dan ikatan ion dalam pembentukan struktur tersier, dapat menjelaskan mengapa enzim begitu peka terhadap suhu dan pH. Ikatan hydrogen mudah rusak dengan menaikkan suhu. Hal ini selanjutnya akan merusak bagian-bagian dari struktur tersier enzim yang esensial untuk menggikat substrat. Perubahan pH, mengubah keadaan ionisasi dari asam amino yang bermuatan (yaitu asam aspartat, Lisina) yang dapat mempunyai peranan penting dalam pengikatan substrat dan proses katalitik. Tanpa gugus –COOH dari Glu-35 yang tidak terion dan gugus COO dari ASP-52 yang terion, proses katalitik dari lisozim akan terhenti

Cukup sekian materi tentang Enzim yang dapat kami paparkan yang meliputi Enzim (Pengertian, Sifat , Fungsi , Struktur, Macam,Cara Kerja, Penamaan,Persyaratan, dan Contohnya)

Share This

Thank you for your vote!
Post rating: 0 from 5 (according 0 votes)
What's your reaction?
0Smile0Lol0Wow0Love0Sad0Angry
%d blogger menyukai ini: