Cara Menyunting Karangan dan Contohnya

Cara Menyunting Karangan – Menyunting karangan merupakan salah satu materi mata pelajaran Bahasa Indonesia yang muncul di kelas 9 SMP. Pada artikel kali ini di Budisyaqier.com kita akan mempelajari cara menyunting karangan, pengertian menyunting karangan dan contohnya.

Menyunting merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan sebelum mempublikasikan atau menerbitkan sebuah naskah. Sebelum dipublikasikan, sebuah naskah harus melewati dibaca ulang kemudian melalui tahap penyuntingan atau dikoreksi dengan baik dan benar terlebih dahulu.

Penyuntingan terhadap sebuah kerangka yang dikembangkan menjadi sebuah naskah dilakukan sampai benar-benar tidak ada kesalahan lagi.Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan-kesalahan bahasa, tanda baca serta agar naskah layak terbit layak baca.

Dan orang yang berprofesi menyunting, mengoreksi dan mengedit naskah seperti itu adalah editor.

Pengertian Menyunting Karangan

Menyunting karangan adalah kegiatan memperbaiki, mengoreksi, mengedit dan menyunting sebuah karangan sehingga menjadi karangan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya berdasarkan kaidah-kaidah kebahasaan dan EYD yang benar.

Kaidah Kebahasaan yang Diperbaiki dalam Menyunting Karangan

Dalam menyunting sebuah karangan, maka terdapat kaidah-kaidah kebahasaan yang harus diperbaiki jika terdapat kesalahan. Berikut kaidah-kaidah kebahasaan yang harus diperbaiki dalam menyunting karangan.

  1. Ejaan, gunakan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
  2. Tanda baca, ketepatan penempatan dan penggunaan tanda baca. Contohnya tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), tanda titik koma (;), tanda petik dua (“…”), tanda petika satu (‘…’) dan lainnya.
  3. Diksi, pilihan kata yang sesuai dengan kalimat yang digunakan.
  4. Kalimat, keefektifan dan keefisienan kalimat.
  5. Paragraf, keruntutan dan kepaduan paragraf.
  6. Keterbacaan karangan.
  7. Sistematika penyajian.
  8. Kebenaran konsep materi karangan.

Cara Menyunting Karangan yang Baik dan Benar

Setelah mengetahu hal-hal apa saja yang harus disunting dari sebuah karangan, sekarang kamu perlu mengetahui bagaimana caranya. Berikut cara menyunting karangan yang baik dan benar.

1. Menyunting Ejaan

Kesalahan ejaan merupakan hal yang sering dilakukan dalam penulisan sebuah karangan. Terdapat banyak hal yang termasuk ke dalam ejaan, antara lain pemakaian huruf (penulisan huruf cetak miring, penulisan huruf kapital), penulisan kata (singkatan, kata depan, kata ganti, akronim, dan lain-lain), penulisan angka dan lain sebagainya.

Contoh : “Duduk di antara dua sujud” seharusnya “Duduk diantara dua sujud”.

2. Menyunting Tanda Baca

Kesalahan tanda baca juga sering dilakukan, terutama oleh penulis pemula. Tanda baca berfungsi untuk memberikan penggalan atau arahan intonasi yang tepat. Jika tanda baca salah, maka dapat berakibat kesalahpahaman. Tanda baca yang sering dijumpai diantaranya titik (.), koma (,), tanda tanya (?), tanda seru (!), titik dua (:) dan lain sebagainya.

3. Menyunting Pilihan Kata (Diksi)

Agar pembaca bisa memahami tulisan dengan cepat dan tepat, maka pilihan kata yang digunakan juga harus tepat. Pemilihan kata harus disesuaikan dengan jenis tulisan karangan. Jika karangan bersifat formal maka bahasa yang digunakan juga harus baku.

Contoh : “sistim” seharusnya menjadi baku “sistem”

4. Menyunting Keefektifan Kalimat

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat disampaikan secara logis dan mudha dipahami. Kalimat efektif mempunyai beberapa kaidah, antara lain :

  • Memperhatikan bentuk gramatikal.
  • Tidak menggunakan kata yang berlebihan dan tumpang tindih.
  • Tidak menggunakan kata depan yang berlebihan.

Contoh : “Para bapak-bapak dan ibu-ibu segera memasuki ruangan” seharusnya menjadi lebih singkat “Para bapak dan ibu segera memasuki ruangan”

5. Menyunting Kepaduan Paragraf

Paragraf padu adalah paragraf yang tidak terdapat kalimat sumbang atau kalimat yang tidak diperlukan di dalamnya. Kalimat-kalimat yang menyusun paragraf dan paragraf-paragraf yang tersusun menjadi sebuah karangan harus mempunyai gagasan yang utuh. Jangan gunakan kalimat yang tidak berhubungan dengan isi paragraf.

6. Menyunting Kebulatan Wacana

Jika ada paragraf yang tak sejalan dengan keseluruhan karangan, maka paragraf tersebut harus disunting dengan menghilangkan atau mengganti gagasannya. Gagasan tersebut harus diganti supaya sesuai dan berhubungan dengan keseluruhan karangan.

Sekian pembahasan kali ini tentang cara menyunting karangan dan contohnya. Terima kasih dan semoga bermanfaat.