5/5 (1) Belajar Mengenai Kalimat Thayibah Basmallah

Belajar Mengenai Kalimat Thayibah Basmallah – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas Belajar Mengenai Kalimat Thayibah Basmallah. Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian Kalimat Thayibah

Kalimat Thayyibah secara bahasa ialah pengucapan yang baik. Dalam Islam, Kalimat thayyibah ialah tiap-tiap perkataan yang memiliki kandungan kebenaran serta kebajikan yang berguna bagi diri sendiri serta orang lainnya dan memiliki kandungan bermacam perbuatan ma’ruf serta mencegah dari tindakan munkar.

Seperti apa yang tercantum dalam Q.S. Ibrahim: 24-25, yang berbunyi:
“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.” (QS Ibrahim 24-25).

pengertian basmallah

Yang dimaksud dengan basmalah adalah redaksi ucapan
بسم الله الرحمن الرحيم
Artinya: “Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
Allah memulai kitab-Nya dengan Basmalah dan memerintahkan Nabi-Nya sejak pada wahyu pertama, untuk melakukan pembacaan dan semua aktivitas dengan nama Allah, Iqra’ bismi rabbika, maka tidak keliru jika dikatakan bahwa basmallah merupakan pesan pertama Allah kepada manusia  agar memulai setiap aktivitasnya dengan menyebut nama Allah. Dengan demikian, kalimat tersebut menjadi doa atau pernyataan dari pengucap bahwa ia akan memulai pekerjaannya atas nama Allah.
Rasulullah saw. bersabda: “Setiap perbuatan yang penting yang tidak dimulai dengan ‘Bismillaahir rahmaanir-rahiim’ maka perbuatan tersebut cacat.”

Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah saw. bersabda:
“Setiap perkara penting menurut syariat yang tidak dimulai dengan bismillah adalah perkara yang tidak diberkahi”. Atau
“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan bismillah (dalam riwayat lain : dengan mengingat Allah) maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahannya”
Contoh Sunah Pekerjaan yang Diawali Basmalah
Pada awal setiap ucapan maupun perbuatan.
Memulai belajar
Memakai baju
Memulai doa
Pada awal khutbah berdasarkan dalil yang ada.
Sebelum masuk ke kamar kecil (toilet).
Ketika akan menyembelih hewan ternak.
Allah SWT berfirman :

 Artinya “Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’aam: 118)
Sebelum berwudhu, berdasarkan hadits, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
عَلَيْهِ اللهِ اسْمَ يَذْكُرِ لَمْ لِمَنْ وُضُوْءَ لاَ
“Tidak sempurna wudhu’ bagi orang yang tidak menyebut Nama Allah (mengucapkan bismillah) padanya.”
Sebelum makan. berdasarkan hadits Shahih Muslim, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda kepada anak tiri beliau, ‘Umar bin Abi Salamah:
يَلِيكَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ اللَّهَ سَمِّ غُلَامُ يَا
“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang dekat darimu.” Meski demikian, sebagian ulama ada yang mewajibkannya.
Ketika hendak berjima’ (Berhubungan badan).Berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Seandainya salah seorang dari kalian hendak mencampuri isterinya ia membaca ‘Bismillah, Allaahumma jannibnasy-syaithaan wa jannibisy-syaithaana maa razaqtanaa (Dengan menyebut nama Alla, jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami), maka jika Allah menakdirkan lahirnya anak, maka anak itu tidak akan diganggu oleh syaitan selamanya.”
Keutamaan Basmalah
Untuk menjaga diri dari niat buruk. Dengan Basmalah membuat kita malu jika bermaksud akan melakukan hal-hal yang buruk. Karena niat buruk bersumber dari syaithon, ketika kita lafadzkan asma Allah SWT., maka larilah makhluk durhaka itu.
Mengingatkan kita bahwa Allah SWT selalu mengawasi kita, sehingga menghindarkan kita dari perbuatan buruk.
Memberikan harapan bahwa pekerjaan yang akan kita lakukan dapat terlaksana dengan baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Menumbuhkan ketawakalan, berserah diri pada yang mengatur kehidupan, yakni Allah SWT.
Kegiatan yang dilakukan bernilai ibadah.
Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya meriwayatkan dari seseorang yang dibonceng oleh Nabi saw., ia berkata: “Tunggangan Nabi saw. tergelincir, maka aku katakan: ‘Celaka syaitan.’ Nabi saw. bersabda:
“Janganlah engkau mengucap ‘Celakalah syaitan.’ Karena jika engkau mengucapkannya, maka ia akan membesar dan berkata” ‘Dengan kekuatanku, aku jatuhkan dia.’ Dan jika engkau mengucapkan ‘Bismillah’ maka ia akan menjadi kecil hingga seperti seekor lalat.”
Akibat Tidak Mengucap Basmalah
Pekerjaan tidak diberkahi Allah
Mudah tergoda syaitan
Tidak mendapat ridha Allah

 

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: