5/5 (1) 300 Contoh Pantun Kasih Sayang

300 Contoh Pantun Kasih Sayang – Bertemu lagi bareng kita, budisyaqier.com yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini budisyaqier.com berkesempatan untuk membahas 300 Contoh Pantun Kasih Sayang . Mari langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Setelah sebelumnya belajar Teks Pantun kali ini kita akan memberikan contoh jenis pantun kasih sayang untuk lebih jelasnya, bisa disimak beberapa contoh pantun anak-anak berikut ini.

Burung dara burung kutilang
Minum susu di dalam cangkir
Sayangku ini tak akan hilang
Meskipun dunia ini berakhir

Ratu adalah istrinya sang raja
Wajah ratu memang cantik jelita
Memang kamu orangnya manja
Itulah yang buatku semakin cinta

Dari hati sampai ke mata
Karena malu pipi merah merona
Biarpun kamu tak cantik jelita
Kalau cinta tak akan kemana

Setiap hari selalu terbayang
Indahnya senyuman di wajahmu
Jangan pernah pergi dariku sayang
Karena ku tak bisa hidup tanpamu

Anak itu memang suka sombong
Dari dahulu sampai sekarang
Hati ini tak akan berbohong
Cintaku hanya untukmu seorang

Baca koran dan juga buku
Lagi baca lampunya mati
Banyak orang yang singgah dihatiku
Tapi hanya kamu yang nyangkut di hati

Dari Singapura menuju Hongkong
Bawa oleh-oleh seperti buah salak
Memang hati tak bisa berbohong
Dan cintaku untukmu tak bisa ku tolak

Malam-malam kedatangan tamu
Tamu datang tuk pinjam buku
Baru saja kita bertemu
Tapi rindu masih membeku

Tubuh ikan yang penuh sisik
Ikan hiu memanglah galak
Aku tak menilaimu dari fisik
Karena cinta tak bisa mengelak

Pagi-pagi nontonnya berita
Berita kebakaran dari Maluku
Walaupun dulu ragu nyatakan cinta
Tapi sekarang ku yakin kamu jodohku

Air arak diharamkan,
karenanya banyak nyawa melayang.
Meskipun jarak memisahkan,
semua itu bukan penghalang.

Kalau ikan di dalam kolam,
bunga tumbuh di tengah taman. 
Kalau cinta sudah dalam,
jarak jauh terasa nyaman. 

Langit biru terlihat sendu,
warna hijau biru dan semu.
Jarak jauh tumbuhkan rindu,
ingin selalu dekat denganmu.

Burung melayang burung nuri,
hingga sebentar di pohon kenari. 
Kasih sayangku amat murni,
seperti embun di pagi hari. 

berlabuh orang menunggu,
hendak berlayar ke Siantar.
Kalau jauh terasa rindu,
jika berjumpa terasa sebentar.

Ambil bambu buat sembilu,
terbang debu dari cerutu. 
Namamu kusebut selalu,
dalam doa setiap waktu.

Belajar lukis dengan pensil,
mengapa kertas tidak rata.
Semoga engkau berhasil,
meraih segala cita-cita.

Bunga kenangan di selasar,
hadiah dari Raja Tuban. 
Kasih semakin sayang besar,
melihat engkau banyak berkorban. 

Patah dahan disambungkan,
hendak hati disatukan.
Kepada Tuhan kita mohonkan,
agar cepat dipertemukan.

Hewan kucing tubuhnya berbulu
Kucingku teman saat menunggu
Kamu ini orangnya pemalu
Tapi cintaku untukmu tak akan ragu

Buah durian banyak duri
Kulit duri milik si buaya
Biarkan orang lain jadi iri
Kita memang dua sejoli selamanya

Bu Parni pergi ke pasar
Pergi ke pasar bersama bunda
Semakin hari semakin besar
Rasa cinta untukmu adinda

Belajar menabung sedari dini
Untuk jalan-jalan ke Semarang
Banyak laki-laki di dunia ini
Tapi hanya kamu yang ku sayang

Simpan buah yang sudah matang
Buah disimpan bersama buah duku
Wajahmu memang tak begitu ganteng
Tapi ku yakin cintamu setia untukku

Dari duduk sampai berdiri
Tertawa melihat monyet berpita
Aku tak bisa bohongi diri
Hanya kamu yang buatku jatuh cinta

Sedekah itu tak akan rugi
Untuk bekal nanti di akheratmu
Bila harta bisa dicari lagi
Tapi cinta matiku hanya dirimu

Selat Malaka Selat Karimata
Main ke pantai bersama papa
Hai kamu yang cantik jelita
Senyummu itu tak akan terlupa

Dari Surabaya ke Malang
Semua momen tak akan terbuang
Kalau sayang susah menghilang
Dulu hingga hanya kamu yang ku sayang

Gula itu tak semanis madu
Madu berasal dari lebah di sarang
Siang dan malam rasanya rindu
Rindu yang spesial untukmu seorang

Kamu itu orangnya sangat lugu
Keluguanmu selalu terbayang
Aku sudah tak sabar menunggu
Izinkan aku segera meminangmu sayang

Pergi ke Maglang membeli salak
Ke Magelang untuk bertamu
Bila memang orang tuamu galak
Aku tak akan menyerah tuk memilikimu

Ke Kota Kendari memungut udang
Udang sebakul hilang di kota
Di setiap mimpi, dirimu datang
Mungkinkah aku t’lah jatuh cinta

Setumpuk kertas digulung ombak
Kertas pun lenyap diterjang perahu
Walaupun nafas di ujung tombak
Takkan menyerah dapatkan cintamu

Tangguh gagah para tentara
Sebatang pipa dibongkar pemburu
Sungguh indah terasa dunia
Diguncang gempa gelora cintamu

Bila dingin sedang mengusik
Sepuluh kota diterjang salju
Jika angin bisa berbisik
Ku suruh ia, katakan “I Miss You”

Si Buaya darat berkata merdu
Si buaya air hanya membisu
Sungguh berat rasanya rindu
Waktu sehari terasa seminggu

Rakit biasa ternyata karam
Batal berlabuh hilang kemana
Sulit terasa mata terpejam
Ingat senyummu nan jauh disana

Sebatang bakau ditancap paku
Serdadu India dendangkan lagu
Tidakkah engkau lihat mataku
Seribu cinta sedang menunggu

Lulur Jawa dibawa Sinta
Simpan di saku di bawah kereta
Malu rasanya katakan cinta
Insan sepertiku hanyalah nista

Si mulut kerbau mau berkicau
Berkata dendam memegang bahu
Hatiku galau hatiku kacau
Cinta terpendam tiada yang tahu

Pasar baru ada di kota
Pergi belanja bawa uang saku
Bila kamu dikejar cinta
Sembunyi saja di dalam hatiku

Bunga disiram takkan layu
Slalu berbunga tanpa jemu
Jangan takut kehilanganku
Aku takkan pergi dari sisimu

Makan jagung di pinggir jalan
Bersama kakak membeli jajan
Ketika cinta dipertahankan
Semua tampak makin menyenangkan

Jalan-jalan di kota Paris
Lihat gedung berbaris-baris
Biar pun mati di ujung keris
Asal dapat adinda yang manis

Banyak orang meminum jamu
Jamu diminum bersama jambu
Aku takut kehilangan kamu
Karena aku amat mencintaimu

Nembak itik langsung kena
Itik terkapar di atas tikar
Kamu cantik, siapa yang punya
Hati menggelepar cinta bergetar

Seribu satu pohon beringin
Hanya satu si pohon randu
Seribu malam terasa dingin
Hanya wajahmu yang aku rindu

Ayam goreng setengah mateng
Belinya di depan tugu
Abang sayang, abangku ganteng
Neng di sini setia menunggu

Burung lugu burung cendrawasih
Makan duku di atas selasih
Jangan ragu, percayalah kasih
Cinta suciku takkan tersisih

Jangan pernah main di selokan
Bajunya kotor ditertawakan
Jangan pernah engkau ragukan
Janji setia yang aku ikrarkan

Tepi kolam menanam kencur
Daun tomat dicampur jamu
Tiap malam ku susah tidur
Selalu ingat indah senyummu

Hari jumat hujannya lebat
Awan mendung hitamnya pekat
Bujuk rayumu sungguh hebat
Membuatku tersipu terpikat

Kamar kos bentuknya persegi
Disewa sama tukang roti
Aku ucapkan selamat pagi
Untuk dikau sang pemilik hati

Minum jamu sambil berdiri
Diseduhnya di atas panci
Bila hatimu masih sendiri
Bolehkah aku yang mengisi

Jalan-jalan pakai lamborgini
Dipakainya sambil berlari
Cobalah tatap mataku ini
Hanya engkau yang aku cari

Di sana gunung di sini gunung
Di tengah – tengahnya pohon jati
Betapa hatiku sedang terbingung
Menunggu jawaban si jantung hati

Jikalau ikan di dalam kolam
Bunganya tumbuh di tengah taman
Jikalau cintaku sudah mendalam
Jaraknya jauh tak ku hiraukan

Ambillah bambu buat sembilu
Terbanglah debu dari cerutu
Nama indahmu ku sebut slalu
Di dalam doa setiap waktu

Dari desa pergi ke kota
Perginya untuk mencari kerja
Apakah benar engkau cinta
Ataukah hanya merayu saja

Tinggi nian pohon kelapa
Batoknya dibakar panas membara
Lama sudah tidak berjumpa
Rindu di dada kian menggelora

Cantik sekali ikan di karang
Ekornya gerak bergoyang-goyang
Gigi menggigil badan meriang
Merindukan pelukan engkau seorang

Bunga selasih dalam sangku
Sangku panas tangan melepuh
Demi kekasih cantikku
Jalan berliku tetap kutempuh

Sapu rumah hingga bersih
Atapnya satu dibawa pergi
Tatap mataku wahai kekasih
Cintaku satu tak terbagi – bagi

Tutup jendela pintu dikunci
Hendak tidur karena letih
Cintaku ini selalu suci
Meski rambutku telah memutih

Pak Haji membeli serban
Serban putih dibeli delapan
Demi dirimu aku berkorban
Apa yang terjadi aku bertahan

Jemur dulu baju piyama
Buat hadiah untuk pesta
Tidur makan kita bersama
Hidup sendiri aku tak bisa

Jalan kota banyak tiangnya
Bawa kuda mesti bertiga
Kuberikan cinta seutuhnya
Seluruh jiwa dan raga

Tumbuh indah daun selasih
Dipetik untuk para penari
Mari kita memadu kasih
Kasih suci slalu beseri

Putih melayang si burung nuri
Pergi terbang di pohon kenari
Kasih sayangku amatlah murni
Seperti embun di pagi hari

Patah dahan disambungkan
Jangan lupa direkatkan
Kepada Tuhan kita mohonkan
Agar cepat disatukan

Kalau ragu jadi pelukis
Jangan pergi ke galeri
Beribu-ribu cewek yang manis
Hanya engkau di dalam hati

Pita biru sepanjang lengan
Jatuh satu ke dalam rantang
Cintaku bagaikan rembulan
Dipagari bintang gemintang

Gunung barat di bawah bintang
Lompati batu si katak belang
Walau banyak godaan datang
Teguh cintaku tak tergoyangkan

Depan bandara banyak bangku
Hilir mudik kanan dan kiri
Tak kan pudar kasih sayangku
Tambah erat hari ke hari

Anak kecil menonton wayang
Malam hari melihat setan
Ketahuilah wahai sayang
Cintaku indah seperti berlian

Apa tanda rumah istana
Semua mewah terlihat baru
Apa tanda tumbuhnya cinta
Terasa di dada ada cemburu

Ke Ciamis bawa sepeda
Sampai di sana kita berkemah
Adik manis siapa yang punya
Bolehkan aku main ke rumah

Naik rakit dekat perahu
Pecah di kiri ditimpa kayu
Aku suka dari dahulu
Tak berani bilang I love You

Burung bangau burung pelikan
Makan batu sulit menelan
Jadilah pasangan yang pengertian
Agar hidup seiring sejalan

Anak kota pergi ke pasar
Lewat jalan yang amat lebar
Kapan cinta semakin besar
Ketika hati bisa bersabar

Api kecil dari tungku
Makin membiru habislah kayu
Sudah lama kutunggu-tunggu
Kapan kamu bilang I Love You

Jalan-jalan ke pulau seribu
Menyusuri sungai berliku
Aku sungguh rindu padamu
Duhai engkau kekasih hatiku

Satu satu ditambah dua
Dua dua dikurang tiga
Aku dan kamu hidup bersama
Sekarang esok dan slamanya

Malam-malam ada tamu
Tamunya jauh dari India
Saat ke tatap indah matamu
Terasa ada kesejukan di sana

Kelap kelip di tengah hutan
Ada bintang indah menawan
Walau cinta banyak rintangan
Ku jaga dia dengan kesetiaan

Paling banyak burung gelatik
Di atas terbang melayang
Memang banyak wanita cantik
Cuma engkau yang aku sayang

Kalau mau menanam tebu
Tanamlah di dekat kayu
Kalau kau cinta padaku
Bilang saja I LOVE U

Sangat nyaman rebahan di kasur
Rebahan sambil baca majalah
Selamat malam selamat tidur
Tidur nyenyak mimpi yang indah

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Gimana bisa ke penghulu
Kalau kita cuma temenan

Burung elang makannya nasi
Burung kutilang bawa melati
Duhai sayang pujaan hati
Aku kangen setengah mati

Di pinggir kolam makan bubur
Lauknya enak di atas papan
Dari semalam tak bisa tidur
Selalu ingat wajahmu yang tampan

Jalan – jalan ke kota ratu
Beli roti berisi bulu
Mari cantik kita bersatu
Menjalin cinta di depan penghulu

Ikan batu di atas menara
Pohon selasih di tepi kota
Otak buntu badan sengsara
Bila kekasih jauh di mata

Malam sunyi berbayang semu
Di luar tingkap gelap gulita
Dalam mimpi bertemu kamu
Datang tulus membawa cinta

Bertudung cantik mata memikat
Melirik senyuman memukau semua
Wahai cantik saya terpikat
Bolehkah tahu siapa namanya

Hati merindu pikiran melayang
Burung merpati terbang tinggi
Terkenang si dia terbayang-bayang
Itulah tanda aku telah jatuh hati

Nada lagu bangkitkan suasana
Bunga mekar di depan mata
Sunyi rasa tak dapat bersama
Kekasih hati nan jauh di sana

Layang-layang terputus tali
Jatuh ke bumi melayang laju
Wahai kekasih aku berjanji
Aku dicipta hanya untukmu

Bunyi jantung tanda debaran
Ingin bertanya tetapi malu
Ku menunggu penuh harapan
Sudikah engkau menerimaku

Hujan turun laut membiru
Dingin malam mengusik kalbu
Biar batu menjadi debu
Aku tetap sayang padamu

Bulan merajuk kepada sinar
Langit biru tak kunjung benderang
Daku duduk memetik gitar
Merindu kasih tak kunjung datang

Ada sopir lupa taruh kunci
Penjahat lari membawa tinta
Jangan berpikir aku membenci
Walau sekarat ku tetap cinta

Harimau melarung cawan
Kera cina menata rambut
Hari-hari selalu murung kawan
Karena cinta tiada bersambut

Makan rambutan daunnya rontok
Batu sebiji dibuang sembarangan
Walau ratusan perempuan montok
Hanya dinda yang aku dambakan

Di atas mata namanya alis
Di depannya ada celana
Memang dia orangnya manis
Tapi sayang bukan aku yang punya

Sebab apa, adanya bata
Kalau bukan karena tukang
Karena apa adanya cinta
Kalau bukan karena sayang

Pagi-pagi terasa semu
Sore-sore minum jamu
Walau aku tak jadi pacarmu
Biarkan aku selalu menjagamu

Kaki kiri terkena paku
Tangan kanan memegang jamu
Tiada lain di dalam hatiku
Yang bisa menggantikan dirimu

Dari mana hendak ke mana
Dari Inggris ke banda Cina
Kalau boleh abang bertanya
Adik manis siapa yang punya

Kupu-kupu hinggap di lampu
Lampu pecah dilempar batu
Kalau engkau suka padaku
Datanglah tepat di malam minggu

Seribu bebek di kandang singa
Hanya satu berwarna belang
Beribu cewek di Indonesia
Hanya engkau yang aku sayang

Hujan turun laut membiru
Dingin malam mengusik kalbu
Biar batu menjadi debu
Aku tetap sayang padamu

Bunyi jantung tanda debaran
Ingin bertanya tetapi malu
Aku menunggu penuh harapan
Sudikah engkau jadi kekasihku

Pucuk di awan melambai mesra
Akar berjumpa di perut bumi
Bertemu kita tanpa suara
Adakah cinta mulai bersemi?

Berkurun lama pergi menari
Kasih tersemat di dalam hati
Bila kesempatan engkau beri
Kering lautan pun sanggup ku nanti

Ke pulau kapuk makan gurita
Belumlah sedap bila tanpa bumbu
Hatiku takluk oleh seorang pria
Yang tak lain adalah kamu

Mencari bunga di tengah taman
Terlihat mawar ku ambil saja
Wahai kanda yang gagah dan tampan
Ku siap dilamar kapan pun saja

Ke Surabaya naik pesawat
Tiba sebentar pukul delapan
Cintaku padamu sangatlah kuat
Bagaikan karang di tengah lautan

Pergi ke desa mengukur suhu
Terus berdiri menunggu pagi
Aku ingin engkau yang tahu
Cintaku suci sampailah mati

Liburan pergi ke hutan bakau
Melihat alam, pohonnya jati
Kalbu ini terasa sangat galau
Menunggu jawaban pujaan hati

Jalan-jalan ke kota Ciamis
Baru keluar ternyata gerimis
Aku suka yang berbaju gamis
Orangnya alim sungguh romantis

Hari rabo memancing ikan
Pulangnya bawa ikan tenggiri
Hanya engkau yang kuinginkan
Selalu jumpa di alam mimpi

Duhai seruling buluh perindu
Suaranya merdu memikatku
Wahai engkau pujaan jiwaku
Beribu kata aku sangat mencintamu

Berjuta-juta pohon kangkung
Hanya satu pohon beringin
Begitu banyak cowok sekampung
Hanya kamu yang aku ingin

Kembang gula di perigi
Untuk aku dicampur jamu
Kemana pun dirimu pergi
Aku selalu merindukanmu

Orang itu bukanlah hantu
Tetapi dia adalah tamu
Ingin ku jadi kunci pintu
Supaya dapat membuka hatimu

Mata ngantuk tandanya malam
Minum susu dicampur madu
Dari lubuk hatiku yang dalam
Aku terjatuh cinta pada dirimu

Ikan kerapu di dalam perahu
Tangkap di laut sembari makan
Izinkan aku mendampingimu
Hingga maut ‘kan memisahkan

Ambil bantal bergambar papa
Membaca koran tentang biara
Sejak awal kita berjumpa
Terasa ada getaran asmara

Ke toko besi beli paku
Di sebelahnya jualan sagu
Andai engkau tau isi hatiku
Hanya dirimu yang selalu ku tunggu

Desa pesona punya sawah
Sawah tenggelam di tepi galah
Jika matamu sudah lelah
Selamat malam, mimpi yang indah

Indah desa indah kotanya
Jalan ke pasar beli celana
Aku suka kamu apa adanya
Karena di mataku sudah sempurna

Burung merpati ditangkap buaya
Terbang jauh membawa kanji
Kalau kamu mencintai saya
Mari kita ucapkan janji

Kalau bukan karena bulan
Tidaklah bintang meninggi hari
Kalau bukan karena tuan
Tidaklah aku sampai di sini

Banyak hutan kayunya terbakar
Musim kemarau tak bersahabat
Jangan niat mencari pacar
Carilah jodoh dunia akhirat

Memang haram arak ditelan
Karena banyak nyawa melayang
Walau jarak sedang memisahkan
Semuanya itu bukan penghalang

Patah dahan disambungkan
Maksud hati disatukan
Kepada Tuhan kita mohonkan
Agar cepat dipertemukan

Sudah ditolong ucap terimakasih
Agar tidak jadi orang durhaka
Sudah lama kita jadi sepasang kekasih
Dulu dan sekarang aku tetap suka

Mati lampu nyalakan lilin
Lilin dinyalakan oleh si Miki
Memang cinta tak akan berpalin
Hanya kamu yang ingin kumiliki

Ketok jendela ketok pintu
Saat bertamu ke rumah paman
Rasa cintaku untukmu itu
Tak akan pudar termakan zaman

Ayahku memang orangnya gigih
Tak ada pasrah dalam hidupnya
Meski zaman semakin canggih
Cintaku satu untukmu selamanya

Anak kecil sukanya manja
Kecil-kecil manja namanya Maria
Bukan menilai dari rupamu saja
Aku tau kamu hatinya setia

Di tanah lapang main layang-layang
Layang-layang hadiah dari paman
Siang dan malam selalu terbayang
Indah wajahmu yang ramah senyuman

Ada film diperankan si buta
Si buta itu suka berilmu
Tak akan ada orang lain yang ku cinta
Karena hatiku penuh dengan dirimu

Kalung cantik berhiaskan permata
Pemberian dari kekasihnya
Tak ada yang lain yang ku cinta
Hanya kamu dari dulu dan selamanya

Beribu-ribu para pelukis,
hanya satu memakan roti. 
Beribu-ribu cewek yang manis,
hanya engkau di dalam hati. 

Syair puisi pantun dan madah,
pujangga ciptakan sepenuh rasa.
Engkau tetap yang terindah,
dalam hidupku sepanjang masa.

Surya terbit datanglah pagi,
terbit dari Tanjung Meranti. 
Hanya untukmu cinta ini,
tetap untukmu hingga nanti. 

Bunga wangi bernama selasih,
tumbuh liar di pinggir kali.
Saat dirimu curahkan kasih,
hidup hampa gairah kembali.

Pinggir sungai banyak nipah,
sayang airnya terasa sepah. 
Kasih sayang semakin berlimpah,
jadikan hidupku semakin indah. 

Anak kecil jadi pemayang,
malam hari menonton wayang.
Ketahuilah wahai sayang,
cinta ini penuh kasih sayang.

Pita merah panjang sekilan,
jatuh satu ke dalam rantang. 
Cintaku bagaikan rembulan,
dipagari bintang-bintang. 

Dari jauh para tamu,
datang untuk mencari ikan.
Izinkan aku mencintaimu,
cinta sepanjang putaran zaman.

Sungguh indah Ujung Pandang,
indah pula Kota Pinrang. 
Dari awal beradu pandang,
wajahmu terbayang-bayang. 

Prajurit jalan berselang-selang,
berkicau keras burung kutilang.
Dari dulu hingga sekarang,
cinta hakiki tak pernah hilang.

Gunung Jati anak Rara Santang,
dikasihi juga disayang. 
Walau banyak godaan datang,
teguh diriku tak pernah goyang. 

Tanah ladang pasti gembur,
karena disiram air sumur.
Kasih sayang semakin subur,
laksana benih yang ditabur.

Untuk apa menanam ranjau,
jangan perang engkau semai. 
Kasih sayang tumbuh menghijau,
jiwa lapang hatipun damai. 

Dongeng lama tentang peri,
peri menolong sang puteri.
Engkau bagai bunga berseri,
suntingan jiwa bijak bestari.

Di Bandar banyak orang,
hilir mudik kanan dan kiri. 
Tak kan pudar kasih sayang,
tambah erat hari ke hari. 

Jika nuri hinggap di tiang,
ingin melihat ikan menyelam.
Jika hati saling menyayang,
romantis tumbuh siang dan malam.

Papan rengat dari rawa,
banyak orang ingin membawa 
Cintamu hangat di dalam jiwa,
laksana cahaya dari sang surya. 

Pedih bukan sembarang pedih,
pedih tenggorokan makan kolak. 
Sedih bukan sembarang sedih,
sedih karena cinta ditolak. 

Pisau diasah di atas palu,
palu kecil diangkat ringan.
Inilah kisah paling pilu,
cintaku bertepuk sebelah tangan.

Walau batik jadi baju,
tetapi polos lebih laku. 
Walau cantik walau ayu,
tetapi dia bukan jodohku. 

Suara harimau terdengar sember,
harimau tua tak berkuku. 
Walau air mata satu ember,
tak kan dia menerima cintaku. 

Sebuah nama punya arti,
mencari nama berhati-hati.
Biarlah aku bersedih hati,
untuk dia yang di hati.

Dunia ini amat hina,
bagai si renta yang terkulai. 
Pikiranpun gundah gulana,
karena kasih yang tak sampai. 

Mungkin hendak membeli lurik,
ayam jantan dari Pati.
Mungkinkah ada yang lebih baik,
selain gadis pujaan hati?

Anak kecil giginya tanggal,
belum tumbuh cambang kumis. 
Kuucapkan selamat tinggal,
duhai gadis yang paling manis. 

Batu gosok batu rusa,
untuk menggosok wajah muka.
Mungkin esok atau lusa,
akan terobati sgala luka.

Api kecil dari tungku,
apinya kecil habis kayu. 
Sudah lama kutunggu-tunggu,
kapan kamu bilang I Love You. 

Pagi hari berangkat kerja,
untuk mengairi padi di sawah.
Kalau cinta katakan saja,
bilang I Love You itu mudah.

Dunia ini hingar bingar,
jangan sampai engkau tergoda. 
Telinga ini ingin mendengar,
saat kau ucapkan kata cinta. 

Lima waktu jangan kurang,
selalu tunaikan sholat sembahyang.
I Love You jangan sembarang,
katakan pada orang yang disayang.

Beli jahe beli ketumbar,
potong jahe memakai parang. 
Ingin bilang jantung berdebar,
bila I love You untukmu sayang. 

Depan rumah tanam lempuyang,
tanah keras dicangkulkan.
Dalam hati segunung sayang,
di bibir berat mengucapkan.

Petang hari mengambil kayu,
untuk dibuat menjadi bangku. 
Bukan takut bilang I love U,
tapi takut kau menolakku. 

Kalau hati sudah buta,
budi baik amat langka.
Kalau memang kamu cinta,
aku pasti kan menerima.

Untuk apa pati geni,
puasalah sesuai syariat Nabi. 
Jika cintamu tulus murni,
kuterima sepenuh hati. 

Apa tanda kapal di samudra,
memberi tanda walaupuh jauh. 
Apa tanda orang jatuh cinta,
jika jauh merasa rindu. 

Apa tanda rumah istana,
semuanya terlihat baru.
Apa tanda tumbuh cinta,
terasa di dada rasa cemburu.

Kue cucur di dalam loyang,
masih hangat hendak disajikan. 
Cemburu tanda kasih sayang,
untuk kekasih sang pujaan. 

Baju baru dari seberang,
Warnanya elok sangat rupawan.
Cemburu jangan sembarang,
cemburu demi kebahagiaan.

Bila pergi ke sudut pasar,
mengantri diri mesti sabar. 
Bila cemburu lebih besar,
kasih sayang bisa bubar. 

Rumah sehat selalu bersih,
disapu gadis bak seorang dayang.
Ini pantun cinta kasih,
kasih cinta serta sayang.

Apa tanda buah mangga,
bentuk bulat panjang tangkainya. 
Apa tanda orang setia,
dalam hidup seiya sekata. 

Apa tanda hari petang,
ufuk Barat merah warnanya.
Apa tanda orang sayang,
kekasih dilindungi dari marabahaya.

Dari Palembang ke Payakumbuh,
di Pariman pula akhirnya bertemu. 
Bagaimana cinta bisa tumbuh,
doakan dia dari hatimu. 

Anak Cina pergi ke pasar,
lewat jalan yang amat lebar.
Bagaimana cinta semakin besar,
hadapi dia dengan hati yang sabar.

Panjang ekor ikan pari,
walau panjang tak berduri. 
Jalan-jalan sore hari,
melepas penat damaikan diri. 

Baju putih ujungnya berenda,
amat anggun dipakai dara.
Hujan turun baru reda,
amat segar hirup udara.

Bersorak anak hore hore,
mendapat buah salak pondoh. 
Jalan-jalan sore sore,
siapa tahu bertemu jodoh. 

Sudah lama ke pohon randu,
pohon randu banyak buahnya.
Sudah lama hati rindu,
menemukan belahan jiwa.

Harum wanginya bunga selasih,
tersiram hujan daunnya basah. 
Belahan jiwa curahan kasih,
tempat tenangkan resah gelisah. 

Bila senja berwarna merah,
waktu magrib dekat tandanya.
Bila kasih sayang tercurah,
hati inipun akan bahagia.

Naik tinggi pakai tangga,
siapa yang ingin jadi pertama.
Tiada kusangka tiada kuduga,
bertemu dengan kekasih lama. 

Pulang pagi karena ronda,
sangat mengantuk kedua mata.
Sekarang dia sudah janda,
tapi wajahnya masih cantik jelita.

Mentari hampir terbenam,
cahayanya tak lagi memuai. 
Kasih diberi sayang ditanam,
cinta sejati kan dituai. 

Membuat bolu pakai loyang,
loyang ditaruh dihangatkan. 
Puaskan diri menanam sayang,
bahagia pula yang kita dapatkan. 

Rambut ikal jatuh tersurai,
duduk sendiri di atas bangku. 
Cinta kasih harus terurai,
lewat tutur dan tingkah laku. 

Kayu jati untuk papan,
memakunya sangat segan. 
Tutur kata sangat sopan,
orang lainpun pasti segan. 

Jangan suka meniru Barat,
ikuti petunjuk dari syariat. 
Jangan suka mengumbar aurat,
kekasih hatipun pasti hormat. 

Taruh kembali pisau belati,
karena tajam seperti duri. 
Cinta kasih ada di hati,
biarlah tumbuh dan berseri. 

Pandawa lima dan Kurawa,
mereka masih bersaudara.
Kasih sayang terbit di jiwa,
bila berjuang bersama-sama. 

Tuan bangsawan anak priyayi,
membaca buku pakai lentera. 
Saling menghormati menghargai,
rumah tangga rukun sejahtera. 

Untuk apa mawar berduri,
kalau akhirnya merobek sari. 
Untuk apa menang sendiri,
kalau akhirnya seorang diri. 

Dunia ini tempat cabaran,
banyak pula kesengsaraan. 
Hubungan cinta perlu kesabaran,
jauhlah diri dari pertengkaran.

Putih putih bunga melati,
bunga melur idaman hati. 
Bukanlah cinta yang sejati,
bila kekasihmu tersakiti. 

Anak gabus pandai berenang,
dari tengah menuju tepi.
Hati pasti merasa tenang,
bila cintamu cinta sejati.

Sarapan pagi minum susu,
satu kerat nasi ketan. 
Cinta sejati bukan hawa nafsu,
cinta yang mencari keridhaan Tuhan. 

Hindarkan diri berbangga-bangga,
takut nanti jadi melarat.
Bawalah kekasihmu ke telaga,
telaga bahagia dunia akhirat.

Sembilu tajam untuk menyayat,
daging sapi dikerat-kerat. 
Jauhilah olehmu segala maksiat,
menjadi siksa di akhirat. 

Tepung kanji untuk campuran,
ambil saja satu genggaman.
Ikutilah tuntunan Quran,
sabda Nabi sebagai pegangan.

Arjuna satria pandai memanah,
dari negeri antah berantah. 
Agar rumah tangga sakinah,
taat pada apa yang diperintah.

Penduduk surga punya kemah,
dari permata yang sangat indah.
Perintah Allah memiliki hikmah,
mengikutinya mendapat berkah.

Jarum emas di dalam peti,
hilang satu di taman melati. 
Kasih sayang yang sejati,
membawamu bahagia hingga nanti. 

Langit biru amat luasnya,
tinggi tak tercapai oleh tangga.
Bukan hanya di dunia,
orang iman cintanya hingga surga.

Kancil melompat siput heran,
tupai melompat mencari makan. 
Ajaklah kekasih belajar Quran,
kepada Allah kita dekatkan. 

Sholat tahajud sebagai tambahan,
mengerjakannya dengan senang.
Siapa yang dekat kepada Tuhan,
hidup bahagia hatinya tenang.

Pak tani sedang menggarap lahan,
tatapannya jauh menerawang. 
Siapa yang mencintai Tuhan,
hatinya diisi dengan kasih sayang.

Kuda berlari kaki berderap,
suara terdengar semakin dekat.
Kepada Allah jua kita berharap,
semoga cinta membawa rahmat.

Banyak orang mengejar harta,
nasib buruk pula yang diterima. 
Cinta sejati membawa kita,
menuju surga bersama-sama.

Bergaya keren memakai topi
Topi baru berwarna biru
Indah wajahmu terbawa mimpi
Senyummu itu penawar rindu

Sinar mentari menyapa bumi
Membangunkanku di Kota Medan
Cintaku ini terus bersemi
Selama nyawa masih bersama badan

Cinta monyet sudahlah hilang
Gantian cinta silih berganti
Biarpun jauh bukan penghalang
Jauh dimata dekan dihati

Bunga mawar bunga melati
Banyak sedekah tak akan rugi
Langsung senang hinggap dihati
Lihat senyummu diujung pagi

Tujuan menikah untuk bahagia
Menikah ketika bulan purnama
Janji kanda bersumpah setia
Setia untuk hidup bersama

Tak ada cinta yang main-main
Hanya kamu yang selalu ku cinta
Hati ini bukan untuk yang lain
Meski kamu jauh di mata

Indonesia beragam suku
Sudah semenjak zaman dahulu
Inilah Indonesia tempat tinggalku
Aku yakin kamu memang jodohku
Ayo kita segera ke penghulu
Aku tak mau kamu pergi dariku

Dari pulau Jawa ke Pulau Kalimantan
Jalan-jalan entah kemana
Yang penting ditemani oleh si mama
Walaupun kita sudah jadi mantan
Kalau jodoh tak akan kemana
Mungkin nanti kita kan bersama

Anak gendut sukanya makan
Sudah makan wajahnya senang
Itulah anak zaman sekarang
Aku tak bisa membayangkan
Bila dirimu diammbil orang
Tetaplah bersamaku sayang

Di atas pohon terdapat sarang
Sarang ada di pohon berduri
Pohon berduri depan rumah Tania
Memang benar kata orang-orang
Bila jodoh tak akan berlari
Akan ku cari hingga ujung dunia

Berikan Bintang Untuk Penulis

%d blogger menyukai ini: